PETI Tirta Kencana Bengkayang, Tutup atau Lanjut?
![]() |
| Lokasi tambang emas |
Bengkayang (Suara Kalbar) – Maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di wilayah Tiga Desa, Desa Tirta Kencana Kecamatan Bengkayang mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bengkayang.
Untuk itu, berdasarkan Surat dari Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Bengkayang yang ditanda tangani oleh Sekda Obaja,SE,M.Si dengan Surat Nomor 300/1884/Kec.Bky/IV-Trantib tanggal 25 Juli 2019 dilakukan Survei Lapangan Lokasi Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di Desa Tirta Kencana Tiga Desa,Senin (29/7/2019) pukul 10.00 hingga 12.30 Wib.
Dalam Survei ini di libatkan Kasat Polpp Ali Akbar, Camat Bengkayang Dominus Robinson,Perwakilan Dinas Kesehatan Dan KB Florensius Gogol,S.KM, Kabid Lingkungan Hidup Dina Nguru, Perwakilan Bidang Perijinan Yuniarda, Perwakilan Bidang Jaminan Perlindungan dan Rencana sosial Dinas Sosial P3A Item,S.Sos,M Si
Kapolsek Bengkayang IPDA Bagus Wardhana,Kepala Desa Tirta Kencana Muliady, Jupri perwakilan Koramil 01 Bengkayang.
![]() |
| Tim survei lokasi tambang emas illegal |
Camat Bengkayang Dominus Robinson menegaskan,setelah dilakukan beberapa kali pertemuan membahas permasalahan kegiatan PETI. Ia bersama Kepala Desa Tirta Kencana dan Forkopimcam dan unsur terkait serta TNI dan Polri melakukan survei langsung dilapangan dan ditemukan kegiatan PETI dengan menggunakan puluhan alat berat, puluhan mesin dompeng dan puluhan mesin gelondong.
“Dan terjadinya perusakan lingkungan yang dampaknya sangat besar terhadap warga lainnya karena air Sungai Sebalo yang mengalir dalam kota Bengkayang keruh, “ungkapnya.
Atas masalah ini maka akan dirapatkan bersama forkopimcam,stake holder tokoh masyarakat dan pelaku usaha dalam mengatasi permasalahan ini.
“Masyarakat Desa Tirta Kencana kekurangan air bersih dan sawah kering sehingga akan dilakukan langkah langkah tindakan kedepan,karena yang menerima dampaknya juga ada warga kota bengkayang karena desa tirta kencana berada di hulu Sungai Sebalo,”tegas Robinson.
![]() |
| Aparat ke lokasi melalukan survei |
Kapolsek Bengkayang IPDA I Gusti Bagus Krisna Wardhana mengatakan, PETI dilakukan tidak berdasarkan koridor hukum dan undang undang dan harus ada solusi.
Oleh karena itu dilakukan Survei dan terjun langsung dilokasi Desa Tirta Kencana.
“Langkah apa saja dari solusi yang akan diambil karena melibatkan unsur terkait dari Desa,Kecamatan dan Dinas Terkait serta Dinas Kesehatan, langkah apa yang akan dilakukan.kedepan atas permasalahn ini,”jelasnya.
Plt.Kasat Polpp Bengkayang Ali Akbar mengatakan, melihat hasil survei hari ini dengan mata sendiri. Masalah sudah terlambat menurut masyarakat.
Namun demikian hal ini akan merugikan masa depan karena lokasi persawahan dan juga tanah tergerus sangat hancur akibat peti.
“Kami garis bawahi Pemerintah daerah harus mengambil tindakan,” tegas Ali
Yuniarda dari Dinas Penanaman Modal dam Perijinan Terpadu Satu Pintu
Sejauh ini lokasi PETI desa Tirta Kencana tidak ada ijin karena ada mineral ikutan berupa tambang emas adalah wewenang Pemprov dalam hal pemberian ijin.
Karena areal sudah terbuka dan rusak bagaimana kemudian dilakukan penyuluhan terhadap bahaya dan dampak yang ditimbulkan
“Sehingga Perlu disikapi dampak sosial ekonomi dan kesehatan terhadap masyarakat setempat,”katanya.
Dina Nguru dari Dinas Perumahan Rakyat Permukiman dan Lingkungam Hidup Kabulaten Bengkayang menyebutkan, gambaran secara umum dilapangan terpantau hari ini dimana kondisi lingukungan saat ini sudah sangat memprihatikan dan apapun alasannya PETI tetap merusak lingkungan.
“Baik merubah bentuk permukaan lahan/ tanah dan juga merubah bentuk air sungai keruh.Disini perlu upaya penindakan dalam rangka pemulihan air bersih dan lingkungan,”ungkapnya.
Jupri Perwakilan Koramil 01 Bengkayang menyampaikan selaku aparatur Keamanan TNI kejadian ini tidak dapat ditolerir karema kerusakan lingkungan sangat besar.
“Tentunya sebagai pihak TNI akan mendukung apapun upaya yang dilakukan Pemerintah dalam melakukan tugasnya dalam rangka mengatasi masalah PETI di Desa Tirta Kencana,”tegasnya.
Item, dari Dinas Sosial P3A Kabupaten bengkayang menyampaikan menyikapi permasalahan sosial yang cukup lama terjadi terutama dampak PETI.Harus diambil langkah dalam memberdayakan masyarakat desa
Desa ada program padat karya di ADD dalam rangka mengatasi permasalahan jika ada pemutusan hubungab kerja atau penghentian kegiatan PETI.
Dari hasil ini akan dikoordinasikan dengan pihak desa terutama data penduduk yang miskin jika pekerjaan yang dilakukan dengan alasan karena usaha dalam mencukupi kebutuhan hidup.
“Dari Pernasalahan Kemiskinan tentunya data akan kami minta dengan Desa Tirta Kencana untuk dikaji dan dicarikan solusi karena jika ada permasalahan kami akan mencari makan dimana ini yang perlu disampaikan dan dikoordinasikan bersama unsur terkait,”katanya.
Adi Damio atau Sofian Hadi yang merupakan satu diantara Pemilik Alat Berat Exavator yang melakukan penambangan Emas Tanpa Ijin di Desa Tirta Kencana membeberkan, Dengan adanya Aktivitas PETI selama ini satu permasalahan bahwa warga setempat bisa menyekolahkan anak hingga luar daerah bukan hanya setingkat SMA Saja dan bahkan bisa kuliah keluar daerah.
“Jika mau ditertibkan PETI ini kami siap siap saja, namun kami perlu solusinya.Karena jika ditertibkan kami tidak ada uang dan pekerjaan lagi.
Selama ini pekerjaan dilakukan setelah dilakukan penggalian makan lobang bekas galian ditutup dan diratakan lagi sehingga bisa menjadi lahan sawah dan digunakan untuk pertanian kembali,”bebernya.
Ia perlu diberikan solusi saja. Karena di Desa Tirta Kencana selain pekerjaan PETI dengan puluhan alat berat Exavator juga ada puluhan PETI jenis Gelondong dan Dompeng
Seorang Warga Desa Tirta Kencana Lainnya Albertus Abi (42 tahun) Menuturkan Sangat Mendukung jika akan dilakukan penertiban PETI karena dampaknya sangat buruk, saat ini saja sudah payah untuk memperoleh sumber air bersih dan bahkan untuk mandi saja susah.
Namun ia mengungkapkan sebenarnya penertiban yang dilakukan tergolong sudah terlambat karena kondisi sudah sangat rusak parah. “Coba sebelumnya ditindak, mungkin keadaan tidak separah ini,”ujarnya.
Saat dijumpai di lokasi PETI ia mengaku iseng saja mendulang hanya untuk mencari uang rokok. “Karena jika untuk mencari hidup saya bisa melakukan kerja lain termasuk sawah dan nyadap karet,”tutup Pria yang masih membujang ini.
Penulis: Tim Liputan
Editor: Kundori








