SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Sepanjang 2004 hingga 2017, PAD Kalbar capai 619,822 Miliar Rupiah

Sepanjang 2004 hingga 2017, PAD Kalbar capai 619,822 Miliar Rupiah

Pontianak (Suara Kalbar) – Total pendapatan asli daerah (PAD) yang diterima Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2004 hingga 2017 mencapai 619,822 Miliar rupiah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalbar, Sutarmidji saat Paripurna Tiga Raperda di Gedung DPRD Kalbar, Senin 24 Juni 2019.

“Pencapaian PAD tersebut terdiri dari deviden mencapai 613,376 Miliar rupiah dan collection credit yang mencapai 6,446 Miliar rupiah,” ungkapnya usai menyampaikan Tiga Raperda kepada wartawan.

Menurutnya terkait akan hal itu, demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk meningkatkan PAD dan mendukung Bank Pembangunan Daerah dalam menghadapi persaingan usaha dengan kelompok bank umum lainnya, Pemprov Kalbar bermaksud meningkatkan setoran modal ke PT Bank Kalbar dengan capaian 250 Miliar rupiah.

“Peningkatan setoran modal tersebut akan diberikan secara bertahap selama lima tahun mulai 2019 hingga 2023 dimana setiap tahapnya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah pada tahun anggaran berjalan,” paparnya.

Mantan Walikota Pontianak dua periode inipun kembali menjelaskan bahwa saat ini target kerja PT Bank Kalbar diprioritaskan pada program transformasi BPD dengan tujuan menjadi Bank kompetitif, kuat dan kontributif bagi pembangunan daerah.

“Untuk itu salah satu langkah strategis dengan menambah jumlah modal pada PT Bank Kalbar sehingga mampu mempersiapkan diri menghadapi persaingan selain berperan maksimal dalam menunjang aktifitas perekonomian daerah,” paparnya.

Bang Midji menambahkan jika modal PT Bank Kalbar ditambah maka akan semakin besar laba yang diperoleh sehingga menghasilkan deviden yang besar untuk dibagikan kepada Pemprov sebagai pemegang saham terbesar mencapai 51,79 persen.

“Tentu dampak yang dirasakan tidak hanya dirasakan Bank Kalbar tetapi juga sangat berpengaruh terhadap penggerak sektor riil yang mendapatkan modal dari Bank Kalbar,” pungkasnya.

Penulis  : Dina Wardoyo

Editor    : Kundori

Komentar
Bagikan:

Iklan