SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Presiden Majelis Adat Dayak Nasional buka upacara Naik Dango ke XXXIV

Presiden Majelis Adat Dayak Nasional buka upacara Naik Dango ke XXXIV

Presiden MADN Cornelis saat buka Naik Dango XXXIV di Landak

Landak (Suara Kalbar) – Tradisi turun temurun yang juga menjadi agenda Pemprov Kalbar, Naik Dango, agar dapat menarik perhatian wisatawan dalam dan luar negeri kali ini dilakukan ke XXXIV kalinya.

Agenda yang digelar selama tiga hari hingga 28 April inipun dihadiri ribuan masyarakat Kalbar di Rumah Radakng Aya Ngabang Kabupaten Landak Provinsi Kalbar.

Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Cornelis menjelaskan jika upacara adat naik dango menjadi hal penting terutama jika terjadi krisis pangan maka masyarakat siap dengan dango yang artinya lumbung siap dihadapi.

“Kita berkumpul selain menikmati budaya adat naik dango juga untuk musyawarah mufakat bagaimana kendala yang dihadapi dalam menghadapi panen tahun ini,” tegas Cornelis saat membuka upacara adat “Naik Dango” ke XXXIV di Landak, Sabtu (27/4/2019).

Dijelaskannya potensi pertanian menjadi program penting pemerintah Indonesia terutama menghadapi era krisis terutama pangan sehingga Kalbar khususnya di Landak sudah memiliki lumbung yang besar karena dikelola dengan baik.

“Bagaimana kita konsisten terhadap produksi pangan berapa besar beras import kita sehingga jika kita telah memenuhi kebutuhan di Landak, Mempawah dan beberapa kawasan lainnya di Kalbar akan membantu pusat untuk tidak import beras,” urainya.

Cornelis menghaturkan terima kasih kepada seluruh masyarakat adat khususnya agar terus melestarikan budaya dayak ditiap tahunnya.

“Harapan kita kedepan Kalbar akan terus makmur dan sejahtera,” katanya.

Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan mengakui sangat mengapresiasi masyarakat Landak karena sangat paham akan rejeki yang melimpah pada tahun ini sehingga dilakukan upacara naik dango ke XXXIV ini.

“Semoga tahun depan padinya hasil panennya akan bertambah banyak,”

Melalui Naik Dango, dijelaskan mantan Bupati Kabupaten Mempawah ini akan terus dilakukan dan membawa keberkahan bagi masyarakat Landak.

“Tidak saja bermanfaat bagi masyarakat tetapi juga menambah khasanah budaya Kalbar yang harus terus dijaga dan dilestarika,” urainya.

Naik Dango Dayak Kanayatn dijelaskan Bupati Landak, Karol Margreth Natasa bahwa tetap terus dilakukan selain menjaga tradisi dayak Kanayatn juga menjaga agar tradisi terus dilestarikan masyarakat tidak hanya dikalangan masyarakat dayak tetapi juga seluruh masyarakat Kalbar pada umumnya.

“Ungkapan rasa syukur kepada Jubata sehingga petani mendapatkan hasil panen yang berlimpah dan dapat menghidupi kehidupan bersama keluarga,” papar Karol.

Bahwa upacara naik dango, diakui wanita cantik mantan anggota DPR RI ini memiliki nilai sakral dimana padi diturunkan oleh Jubata dari Khayangan kepada masyarakat dayak.

“Sehingga ritual dilakukan dengan acara adat yang dirangkaikan jenis kegiatan lain seperti seni adat dayak tari dayak kreasi, melukis, mahat, ngaraut, basolek, bujang tarigas mandaraedo dan permainan rakyat seperti basolok badua, enggrang, mampes, nyumpit dan lainnya yang ada di Landak,” tuturnya.

Menurutnya budaya adat Naik Dango ini juga menjadi agenda pariwisata yang dapat terus ditingkatkan dengan anggaran sumbangan senilai 1Miliar rupiah dan telah diakui sebagai budaya warisan tak benda.

“Membanggakan karena menjadi warisan bagi anak cucu kita kedepan sehingga tidak bisa diclaim oleh negara lainr,” tuturnya.

Wakapolda Kapolda Brigjen Sri Handayani menambahkan jika kemeriahan sangat dirasakan selain menjadi momen pertukaran budaya masyarakat dayak dikawasan masing-masing.

“Selain membudayakan tradisi tentu patut diapresiasi bahwasannya masyarakat dayak tetap menjaga situasi damai setiap tahunnya,” katanya lagi.

Ditutup dengan salam khas masyarakat dayak, Presiden Dewan Adat Dayak Cornelis mengucapkan Adil Ka’talino Bacuramin Ka’saruga Basengad Ka’Jubata, upacara naik dango dibuka untuk umum.

Penulis : Dina Wardoyo

Editor.  : Kundori

Komentar
Bagikan:

Iklan