Dukung target 100 pasar digital, Mempawah bangun mangrove park

Mempawah(Suara Kalbar)-Pasar digital di mangrove park Kabupaten akan dibuka pada Sabtu hingga Minggu pada 15 hingga 16 Desember 2018.
“Bahwa persiapan sudah kurang lebih 80 persen tinggal proses finising berbenah di beberapa tempat,” ungkap Nanank Potlot selaku Ketua Generasi Pesona Indonesia (Genpi Mempawah) kepada suarakalbar.co.id, Jumat (14/12/2018).
Menurutnya pasar digital galaherang yang akan dibuka akan membantu mempromosikan objek-objek wisata di Kabupaten Mempawah.
“Sterta potensi wisata di beberapa tempat lainnya yang kemungkinan kedepan akan kita buat juga pasar digital,” jelasnya.
Ia mengatakan Mempawah Mangrove Park yang akan dijadikan tempat objek wisata ini merupakan soft lounching Pasar digital Galaherang yang perdana yang ada di Kalbar.
“Sejauh ini kita dari Genpi Mempawah bersama Mempawah Mangrove Conservation dan kawan-kawan dari pokdarwis Desa Pasir yang kebetulan sebagai pengelola mangrove park masih berbenah di lokasi Mempawah mangrove park,” paparnya.
Ia kembali menjelaskan bahwa pasar digital ini akan menyuguhkan kuliner kue-kue kampung, permainan rakyat yang mengedukasi, hiburan musik etnik dan akustik, juga berkampanye tentang pentingnya menjaga lingkungan pesisir dengan terus melaksanakan konservasi mangrove.
“Serta ada perlombaan foto dengan total hadiah jutaan rupiah yang didukung oleh salah satu Bank BUMN di Mempawah,” tuturnya.
Pada Pelaksanaan pasar digital ini, ia menambahkan bersama Dinas Pendidikan pemuda dan olah raga juga bermaksud ingin mensukseskan program Kementrian Pariwisata RI dan Genpi Nasional dalam pencanangan target 100 pasar digital se-Idonesia.
“Dan kami berharap kedepan terlaksana juga kegiatan pasar digital di beberapa daerah objek wisata di Kalbar,” urainya.
Iswanto sebagai Ketua dari Pokdarwis Desa Pasir yang mengelola Mangrove Park juga sangat mendukung dengan kegiatan ini.
“Karena sangat baik untuk lebih memperkenalkan lagi Mempawah mangrove park sebagai tempat ekowisata yang pertama di Mempawah yang selama ini menjadi tempat konservasi mangrove dan edukasi bagi para pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum,” pungkasnya.
Penulis: Didin
Editor : Dina Wardoyo





