SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Bupati Ketapang Hadiri Ritual di Tugu Tolak Bala

Bupati Ketapang Hadiri Ritual di Tugu Tolak Bala

BUPATI KETAPANG MARTIN RANTAN SAAT MENGHADIRI RITUAL ADAT

Ketapang (Suara Kalbar)  – Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Ketapang, Rabu (7/2) pagi hingga siang  menggelat ritual penggantian tempayan di Tugu Tolak Bala, Jl. A. Yani, Ketapang.

Ritual penggantian tempayan ini dihadiri oleh Bupati Ketapang beserta Forkompinda Ketapang, para kepala SKPD di lingkungan Pemda Ketapang, pada tokoh etnis dan agama serta khalayak ramai Kabupaten Ketapang.

Koordinator Biro Adat DAD Ketapang,  Nikodimus Erpan,  SE menjelaskan,  ritual penggantian tempayan ini dilakukan karena tempayan lama di Tugu Tolak Bala, khususnya yang atas Tugu Naga (5/1) dipecahkan oleh oknum tertentu.

“Oknum tersebut sudah ditangani secara hukum oleh pihak Polres Ketapang dan yang bersangkutan sudah dihukum adat sebesar tiga tajau, ” ujar Erpan.

Pada ritual penggantian tempatan ini, Kepala Disparbud, Drs. Yulianus pun membacakan SK Bupati Ketapang No. 47/Disparbud – C/2018 tentang penetapan Tugu Tolak Bala sebagai Tugu Perdamaian Masyarakat Kabupaten Ketapang.

Bupati Ketapang, Martin Rantan, SH dalam sambutannya menegaskan bahwa Tugu Tolak Bala ini adalah milik masyarakat Kabupaten Ketapang.

Martin Rantan berharap agar dengan Tugu Tolak Bala ini, situasi di Kabupaten Ketapang tetap aman dan damai.

“Kalau Ketapang tetap aman dan damai, maka saya yakin kita akan bisa membangun Kabupaten Ketapang ini, akan mampu menjadikan Kabupaten Ketapang yang maju dan sejahtera,” tandas Martin Rantan.

Di Tugu Tolak Bala sendiri sebenarnya ada dua tugu. Yang satunya terbuat dari kayu ulin/belian yang diukir dengan motif Dayak dan di puncaknya ada gambar patung manusia. Tugu kayu belian ini didirikan pada tabggal 13 Agustus 1998. Ritual pendirian sendiri dipimpin oleh Raja Hulu Aik Petrus Singa Bansa dan melibat 340-an duku kuat Dayak se-Kabupaten Ketapang. Tugu kayu belian karya Pastor Matheus Juli ini kemudian dikukuhkan oleh Panglima Burung sebagai keramat pada tahun 2001.

Sedangkan yang satunya lagi adalah tugu dari beton yang diukir dengan gambar naga. Tugu naga ini didirikan pada tahun 2014.

Penulis: Thomas Tion

Editor: Mimi

Komentar
Bagikan:

Iklan