SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Intip Para Sniper Muda GSC Mempawah Ditempa Membidik Juara

Intip Para Sniper Muda GSC Mempawah Ditempa Membidik Juara

Ketua GSC Mempawah, Iptu Heriyani (berkaos ungu), membimbing para petembak muda saat berlatih dengan tiga posisi membidik sasaran di lapangan tembak GSC, Sabtu (29/1/2022) sore. Sang juara cilik, Mufidah Dwinegoro tampak membidik dengan posisi berdiri. Mereka didampingi orangtua. SUARAKALBAR.CO.ID/Foto. Distra

Mempawah (Suara Kalbar) – Tempat latihan menembak itu tampak sederhana. Bahkan boleh dibilang menumpang di sebidang tanah milik warga.

Tapi soal prestasi, Galaherang Shooter Club (GSC) Mempawah telah membumi ke seantero Kalimantan Barat. Dari berbagai even menembak yang diikuti, para sniper ini selalu pulang membawa piala.

Dan kerennya lagi, sederet juara itu justru direngkuh oleh para petembak jitu berusia cilik.

Mereka terus dibina dan berlatih serius di lapangan tembak yang beralamat di Jalan GM Taufik KelurahanTerusan Mempawah, Kecamatan Mempawah Hilir.

Misalnya saja Mufidah Dwinegoro, petembak berusia 12 tahun, yang dididik GSC Mempawah dengan pendampingan sang ayah, Heru Susilo.

Mufidah berhasil meraih Juara II di kelas putri pada Turnamen Menembak Pengkab Perbakin Mempawah di Markas Yonkav di Kecamatan Jongkat.

Sementara rekannya sesama GSC, yang juga berusia muda, Merin Srihabila meraih Juara III.

Pada even serupa di Kabupaten Kubu Raya, tepatnya di Markas Yon Paskhas TNI-AU, Mufidah Dwi Negoro di kelas putri lagi-lagi mengharumkan nama GSC dengan meraih Juara II. Sedangkan rekannya, Ika Prasetyawati meraih Juara III.

Lalu, di Turnamen Menembak Perbakin Sambas, Mufidah Dwinegoro naik podium merengkuh Juara I dan rekannya mudanya, Inaz Til Imad meraih Juara III.

Dan terakhir, GSC kembali berjaya di even persabahatan antar Perbakin Singkawang, Sambas dan Mempawah, giliran Inaz Til Imad bisa naik merebut Juara II di Kelas Umum.

Keren bukan?

 

Sniper Membidik Prestasi

Ketika meninjau Lapangan Tembak GSC Mempawah, suasana berlatih di sana ternyata penuh kekeluargaan.

Para atlet tampak serius didampingi para orangtua. Sesekali mereka diberi instruksi agar memperhatikan arah angin, memperbaiki posisi menembak dan lebih fokus saat membidik.

Sebelumnya, mereka sudah ditempa dengan berbagai teknik menembak yang baik dan benar agar akurat di sasaran.

“Di sini, kami semua berlatih serius dengan semangat penuh kekeluargaan dan kebersamaan. Untuk itu lah, kami punya visi “make a wish come true”(membuat harapan menjadi nyata),” kata Ketua Galaherang Shooter Club (GSC) Mempawah, Iptu Heriyani.

GSC saat ini sudah punya 59 anggota, dan tak lama lagi akan bergabung beberapa calon sniper muda yang didaftarkan orangtuanya.

“Kami selalu terbuka untuk siapa saja. Lapangan tembak ini bisa dipakai berlatih masyarakat umum yang punya hobi menembak, dan tak mesti harus menjadi anggota kami,” ujar KBO Satlantas Polres Mempawah ini.

Senjata yang khusus digunakan di GSC Mempawah adalah air rifle atau senapan angin dengan dua jenis spesifikasi. Yakni, senapan angin pompa atau uklik yang biasa dipergunakan masyarakat untuk berburu.

Dan satu lagi adalah senapan angin PCP atau Pre-Charged Pneumatic, yang memiliki tabung khusus sebagai daya dorong sehingga bisa menembak berturut-turut tanpa perlu dipompa lagi.

“Senapan angin PCP memang kini jadi primadona dalam olahraga menembak karena kelebihan yang dimilikinya,” kata Heriyani lagi.

Soal harga, ternyata tidak mahal-mahal amat, bervariasi mulai dari Rp 4 juta hingga Rp 15 juta untuk buatan lokal, dan di atas Rp 20 juta untuk buatan luar negeri.

“Contohnya, senjata dipergunakan Mufidah Dwinegoro yang kerap menjadi juara justru berharga Rp 4 juta saja. Ini membuktikan, kesungguhan berlatih dan mampu menjaga konsentrasi turut menjadi penentu untuk meraih prestasi,” jelasnya lagi.

Lapangan Tembak GSC Mempawah punya dua ukuran jarak, yakni 33 meter dan 41 meter, dalam satu garisan. Tapi yang paling sering digunakan adalah 33 meter.

Setiap anggota baru, tambah Heriyani, akan diberikan teknik dasar menembak. Mulai dari posisi yang benar memegang senapan, pernafasan, bidikan, serta menekan picu.

“Istilahnya umumnya adalah NABITEPI yakni Nafas – Bidik – Tekan Picu. Teknik dasar ini harus terus dilatih agar proses tembakan menjadi sempurna,” urainya.

Petembak GSC juga diberikan teknik posisi saat membidik. Yakni, tiarap (prone position), berdiri (standing position), dan jongkok (kneeling position).

Dan yang penting lagi, seorang petembak juga dilatih untuk mengontrol dirinya sendiri, baik mental maupun fisik.

Sebab lanjut Heriyani, olahraga menembak adalah latihan mengendalikan diri atau menjaga konsentrasi, punya motivasi, serta terutama tetap disiplin pada instruksi pelatih.

“Disiplin dalam berlatih dan mengulang keberhasilan membidik sasaran turut menjadi kunci sukses seorang petembak. Semua itu diajarkan dalam GSC Mempawah agar anggota kami bisa merengkuh pretasi!” imbuh dia.

 

Turnamen HUT ke-8 GSC

Galaherang Shooter Club (GSC) Mempawah yang bernaung di bawah pembinaan Perbakin Mempawah kini hampir berusia delapan tahun.

Rencananya, pada Minggu, 13 Febuari 2022 mendatang, GSC akan menggelar tunamen menembak se Kabupaten Mempawah.

Yang diperlombakan adalah Metal Silhouette, Tripos 33 meter dan Benchrest 25 meter.

“Lokasi turnamen akan kami gelar di Lapangan Tembak GSC Mempawah ini. Untuk itu, kami mengundang seluruh klub menembak maupun masyarakat umum untuk ikut serta,” katanya.

Untuk pendaftaran dapat menghubungi Angga di Nomor HP/WA : 0812-5756-4112.

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play