SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Sekadau Pasokan Sayur di Sekadau Masih Kurang, Ini Penyebabnya

Pasokan Sayur di Sekadau Masih Kurang, Ini Penyebabnya

Pedagang sayur mayur di Pasar Sekadau, Rabu (19/1/2022). SUARAKALBAR.CO.ID/ Nanda

Sekadau (Suara Kalbar) – Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sekadau Sandae mengatakan jika kebutuhan sayur mayur di masyarakat Sekadau memang cukup tinggi, namun pasokannya belum terpenuhi.

“Memang untuk memenuhi kebutuhan itu kita belum mampu petani sayur kita, oleh sebab itu masih ada sayur yang keluar masuk dari luar seperti dari Singkawang, Sanggau, Pontianak namun demikian kita juga mengirim pasokan sayur ke luar,” ujar Sandae kepada suarakalbar.co.id, Rabu (19/1/2022).

Meskipun pasokan sayur mayur belum terpenuhi di Kabupaten Sekadau, kata Sandae, namun pasokan sayur mayur lokal ada juga yang didistribusikan ke Kabupaten Sintang dan beberapa daerah lainnya yang ada di Kalbar.

Maka dari itu dijelaskannya bahwa pihaknya akan terus berupaya meningkatkan produksi sayur lokal, seperti melalui kelompok tani sayur yang dibentuk sesuai dengan beberapa strategi yang telah disusun.

“Selama ini kita ada kelompok tani seperti dari program pusat tapi itu tersebar di tujuh kecamatan namun di tahun 2022 ini pemerintah daerah melalui program bupati dan wakil bupati bahwa kita membentuk kelompok ini sebanyak dua puluh kelompok dengan anggaran yang dibantu,” jelasnya.

Adapun dengan dibentuknya kelompok tani tersebut diharapakan dapat memenuhi kebutuhan pasar dan selalu dapat memenuhi kebutuhan pasokan sayur yang ada di Pasar Sekadau.

“Melakukan pembinaan-pembinaan kepada kelompok petani sayur dan kita tetap mensupport mereka melalui bantuan seperti bantuan pupuk lalu mereka ini nanti juga rencana kita nanti akan ada wadah koperasi untuk menampung sayur yang mereka produksi supaya nanti bisa membantu mereka,” pungkasnya.

Hal tersebut salah satunya diakui oleh Diah (25), seorang pedagang sayur di Pasar Sekadau yang mana dikatakannya bahwa pasokan sayur yang didapat memang sejauh ini masih didominasi dari luar.

“Itu biasanya dari luar terong, kentang, wortel, cabai, pare, labu kalau lokal Sekadau itu daun-daunan kayak bayam, kangkung, sawi,” ujar Diah.

Menurutnya kualitas sayur dari luar daerah dirasa lebih baik daripada kualitas sayur lokal namun ia menambahkan jika kebutuhan sayur lokal juga tetap tidak kalah penting di tengah masyarakat Sekadau.

 

 

 

Komentar
Bagikan:

Iklan