Bupati Melawi Paparkan Kondisi Melawi Pasca Banjir ke Gubernur
Melawi (Suara Kalbar)-Bupati Melawi Dadi Sunarya memaparkan secara langsung tentang kondisi yang terjadi di Kabupaten Melawi pasca banjir besar di hadapan Gubernur Kalbar Sutarmidji di rumah jabatan Bupati Melawi, Minggu (21/11/2021) malam.
“Banjir yang terjadi awal bulan November 2021 ini terjadi di 11 kecamatan yang ada,” ujar Dadi Sunarya.
Berdasarkan data, total ada sebanyak 27.621 rumah terendam, 201 fasilitas umum terdampak serta 108.488 jiwa terdampak banjir.”Total kerugian sekitar Rp. 8.428.800.000,”katanya.
Selain bencana banjir, ungkap orang nomor satu dilingkungan Pemkab Melawi ini, Kabupaten Melawi juga terjadi bencana longsor yang menerjang beberapa kawasan. Sejumlah rumah dan fasilitas umum hingga infrastruktur mengalami rusak.”Termasuk lahan pertanian yang terdampak banjir seluas 227 hektare,” jelasnya.
Menanggapi kondisi yang terjadi, Gubernur Kalbar Sutarmidji mengaku pemerintah provinsi tentu tidak tinggal diam. Sejumlah bantuan logistik juga diberikan untuk Kabupaten Melawi, termasuk bantuan dari Presiden RI.
“Harapan saye bantuan ini bisa direalisasikan dengan baik dan dimanfaatkan kepada mereka yang terdampak,” katanya.
Bantuan ini, kata Sutardmidji, sebagai bukti kepedulian Pemprov dan Presiden kepada warga Melawi yang terdampak banjir dan longsor.
Orang nomor satu di Kalbar ini berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga yang terkena dampak bencana serta berharap agar masyarakat Melawi tetap waspada dengan cuaca ekstrim yang diprediksi masih terjadi di beberapa wilayah.
Informasi yang didapat Suara Kalbar, bantuan yang diserahkan adalah dari Presiden RI sebanyak 3 ribu paket sembako yang terdiri beras, gula pasir, minyak goreng, teh kotak dan kue regal.
Sedangkan dari Gubernur Kalbar berupa beras 500 kilogram, mie instan 280 dus, telur ayam 15.120 butir, air mineral 30 dus dan 100 paket bayi. Bantuan dari Bank Kalbar berupa CSR bahan sembako.
Kemudian bantuan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat berupa perahu karet, mesin dan asesoris 1 unit, tenda rangka 2 Unit, valbed 10 unit, oxygen concentrator 50 unit, APD 320 Pcs, masker bedah 63.000 Pcs, masker anak 60.000 Pcs dan handscoon 6.000 Pcs





