34 Tahun Berjualan Keliling hingga Malam Hari di Mempawah, Demi Nafkahi Anak dan Istri
Mempawah (Suara Kalbar) – Kring! Kring! Kring! Suara lonceng sepeda itu menarik perhatian para pengunjung Pasar Mempawah, Rabu (28/10/2021) malam.
Waktu sudah menunjukkan pukul 20.45 WIB. Tapi pria yang telah berusia senja ini tetap semangat mengayuh sepedanya.
Namanya Daeng Idris Daeng Kasim, warga Kampung Hiban, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah.
“Saya lahir tahun 1952, alhamdulillah sekarang telah berusia 69 tahun,” ujar Daeng Idris kepada SUARAKALBAR.CO.ID.
Ia menjelaskan, berjualan sejak tahun 1987. Itu berarti telah 34 tahun ia menafkahi keluarga dengan cara berdagang keliling di Mempawah.
“Dulu saya jual es parut, namun sejak harga kelapa semakin mahal, saya putar haluan. Saat ini, saya jual es lilin,” jelas Daeng Idris.
Es lilin yang tersimpan dalam termos besar itu, rasanya beraneka ragam.
Ada rasa durian, coklat, anggur, dan lain sebagainya. Harganya murah sekali, Rp 1.000 per buah.
Untuk meningkatkan pendapatan bagi keluarga, ia rupanya menambahkan lagi “etalase” dagangannya. Semua barang itu disusun rapi di atas sepeda.
Yakni, kacang goreng, permen bungkus, makaroni dan kue-kue. Semuanya dijual dengan harga sangat terjangkau, mulai dari Rp. 1.000 hingga Rp 2.000.
Daeng Idris mengaku turun dari rumah sekitar pukul 08.00 WIB. Waktu pulang ke rumah, tak bisa ditentukan pasti.
“Kadang saya pulang jam 9 malam, kadang pula sebelum itu. Tergantung cuaca dan hasil yang didapat,” jelasnya.
Di usia yang telah mencapai 69 tahun, langkah Daeng Idris untuk mencari rezeki patut dipuji.
Kuncinya, ia tak mau mengeluh berapa pun hasil yang didapat. Ia tetap mensyukuri karunia rezeki yang Allah SWT berikan kepada dirinya.
“Insya Allah, hasil jualan keliling ini bisa untuk membeli beras, rempah-rempah, dan mencukupi kebutuhan keluarga. Kuncinya, selalu bersyukur dan jangan lepaskan shalat lima waktu di manapun kita berada,” papar Daeng Idris.
Dengan shalat itu pula, tambahnya, perjalanan berdagang dengan sepeda diberikan kemudahan dan kelancaran oleh Allah SWT.
Soal areal jangkauan dan rute dagang keliling, Daeng Idris mengaku tak pernah menyusun rencana tempat yang akan dituju.
Ia mengatakan, rute jualan ditempuh dengan hanya mengikutkan kata hati.
Tapi umumnya, ia berdagang keluar masuk gang, keluar masuk kampung, bahkan sesekali hingga ke Kecamatan Sungai Kunyit.
Semua itu dilakoni dengan cara mengayuh sepeda yang merupakan hadiah dari Tim Satu Periok Mempawah.
“Dulu saya ada sepeda, tapi sudah rusak. Terus saya dikasih sepeda baru oleh Haji Dudung dan Tim Satu Periok,” katanya.
Dan Daeng Idris juga mengungkapkan, betapa hingga kini ia belum bisa membalas kebaikan Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan.
“Pak Ria Norsan lah yang dulu banyak membantu untuk merehab rumah saya. Dari tidak layak huni menjadi rumah layak huni, dan saya tempati bersama keluarga hingga sekarang. Mudah-mudahan Allah SWT selalu merahmati pak Ria Norsan,” pungkasnya.






