SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Dicengkeram Pandemi, Stabilitas Sektor Pertanian di Mempawah Terjaga Baik

Dicengkeram Pandemi, Stabilitas Sektor Pertanian di Mempawah Terjaga Baik

Bupati Mempawah, Erlina, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Mempawah, di Resto Galaherang Mempawah, Kamis (2/9/2021).

Mempawah (Suara Kalbar) – Pertanian merupakan salah satu sektor yang tidak terpengaruh pandemi COVID-19. Bahkan beberapa komoditi hasilnya melimpah.

Sehubungan itu, Pemerintah Kabupaten Mempawah berkomitmen mendukung kemajuan industri pertanian di wilayahnya.

Hal itu disampaikan Bupati Mempawah, Erlina, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Mempawah, di Resto Galaherang Mempawah, Kamis (2/9/2021).

“Hingga saat ini luas lahan pertanian di Kabupaten Mempawah mencapai 12.431 hektare dengan hasil produksi gabah 77.650, serta beras 57.000 ton,” ungkapnya.

Erlina mengatakan, untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan negara, terutama menghadapi pandemi COVID-19, maka perlu upaya bersama, serta jalinan koordinasi dan sinergitas secara berjenjang yang kuat dari berbagai pihak.

“Terutama mewujudkan diverifikasi pangan lokal, membantu ketersediaan pangan di daerah defisit, membantu kelancaran distribusi, serta menjaga semangat kerja di sektor pertanian dan perikanan,” bebernya.

Erlina juga menyebut, kondisi segitiga emas menjadikan Mempawah Kabupaten sebagai kawasan yang strategis, terlebih dengan adanya pelabuhan internasional.

“Mempawah dapat memanfaatkan keunggulan tersebut dengan memanfaatkan potensi yang ada untuk menghasilkan produk-produk pangan yang mampu bersaing di pasaran lokal maupun nasional,” ujar dia.

Erlina mengatakan pandemi yang belum diketahui akhirnya, harus membuat seluruh elemen bekerja lebih maksimal.

“Dengan harapan, para petani dapat lebih kreatif untuk fokus pada hasil pertanian yang dapat dijual ke luar atau diekspor,” katanya.

Selain itu, setiap desa hendaknya dapat mengaplikasikan ilmu teknologi terbaru yang dapat membantu meningkatkan hasil pertanian.

“Semoga Kabupaten Mempawah dapat kembali menjadi lumbung padi, serta dapat mengeluarkan produk yang mampu bersaing di pasar lokal maupun internasional,” ucap Erlina.

Kepala DPKPP, Gusti Basrun, melaporkan, kegiatan FGD mengusung tema Menuju Pertanian dan Perikanan Tangguh dalam Kondisi Pandemi COVID-19.

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menemukan sinergisitas pembangunan pertanian di Kabupaten Mempawah yang lebih maju, serta menjadi penyumbang perekonomian di masa pandemi.

“Kita harapkan ide cemerlang dalam pembangunan pertanian dari Bupati Mempawah yang dapat membawa industri pertanian Mempawah lebih maju dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Mempawah,” ujar dia.

Turut hadir, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalbar dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar.

Kemudian, hadir pula pimpinan PT. Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia, Sekretaris Daerah Mempawah Ismail, Ketua DPRD Mempawah Ria Mulyadi, serta pihak terkait lainnya.

Komentar
Bagikan:

Iklan