SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Petani karet di Kubu Raya keluhkan harga murah

Petani karet di Kubu Raya keluhkan harga murah

Petani karet sedang menimbang

Kubu Raya (Suara Kalbar) – Petani karet mengeluh akan harga karet yang turun begitu dratis. Apalagi di musim penghujan, para petani karet semakin kesusahan di tambah kebutuhan pokok yang semakin meroket  harga karetpun juga tambaht anjlok. Harga karet anjlok dari Rp 7 ribu turun menjadi Rp 5 ribu per kilogram.

Harga karet bukan hanya dipicu dari turun nya hujan akan tetapi dari kualitas karet.

Menurut Sagiran (43) petani karet di sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (13/10/2018), penurunan harga karet ini berlangsung selama dua tahun terakhir.

“Awal nya kami mengira turunnya harga karet ini lantaran musim hujan. Sebab hujan yang terlalu banyak menyebabkan kualitas karet menurun. Setelah disadap, lalu dijemur dan dikeringkan penyusutan mencapai 60-70 persen, dan sisanya merupakan karet yang dapat dijual,” katanya.

Akibat turunnya harga karet, kehidupan para petani kian menjadi sulit, sebab kebutuhan bahan pokok terus mengalami kenaikan, seperti minyak goreng, beras, maupun lainnya.

 “Ya, kami ini sekarang hanya cukup makan, dan tidak dapat menabung,” ujarnya.

Banyak dari masyarakat yang awalnya sebagai pengelolah karet pindah menjadi kuli bangunan di karnakan karet yang sekmakin hari semakin merosot.

“Saya berharap masyarakat bisa manaikan harga karet karna tidak ada penghasilan lain selain dari karet,”ujarnya lagi

Penulis: Lili Rahmawati

Editor: Kundori

Komentar
Bagikan:

Iklan