Poltekes gelar seminar kesehatan, ajak masyarakat cegah hepatitis

Pontianak (Suara Kalbar) – Virus hepatitis kini terus menyebar setiap waktunya, jika hal ini dibiarkan perlahan-lahan dapat menurunkan kualitas kesehatan. Virus ini akan mengarah pada kanker hati dan sirosis yang menyebabkan 1,3 juta kematian dalam setiap tahunnya.
Sekitar 300 peserta ikuti Seminar Kesehatan yang di selenggarakan oleh Mahasiswa Politeknis Kesehatan (Poltekes) Pontianak, Sabtu (20/10) pagi, dengan tema Peningkatan Kompetensi Analisis Teknologi Laboratorium Medic (ATLM) Dalam Mendiagnosa Virus Hepatitis.
Sekretaris Jurusan Teknologi Laboratorium Medic,Wahdaniah menjelaskan bahayanya penyakit hepatitis yang kurang disadari gejalanya oleh masyarakat. Hepatitis merupakan penyakit hati jangka panjang, yang bisa berujung pada kangker hati.
“Sedangkan hati sendiri merupakan organ vital bagi tubuh manusia yang berperan penting. Sangat bahaya jika terjadi pengerasan hati, yang kemudian tidak dapat berpungsi untuk penyaring detoksi rancun di dalam tubuh,”ungkapnya.
Bahaya hepatitis terdiri dari beberapa variasi sesuai dengan perkembangan ilmu saat ini, tidak hanya ada varian hepatitis A,B, dan C. Melainkan sekarang sudah ada 7 varian hepatitis, dan di sinilah letak bahayanya.
“Dari 7 variasi ini, setiap virusnya mempunyai tingkat keganasan yang berbeda. Untuk itu seminar ini di langsungkan, sebab perlunya pendalaman ilmu untuk mahasiswa sebagai fungsi ketika mereka bekerja di lembaga laboratorium, mereka akan mampu mendiagnosa dari ketujuh varian tadi. Sedangkan untuk masyarakat ini kedepannya bisa mencegah dini terinfeksinya virus tersebut,” jelas Wahdaniah.
Selain itu salah satu pemateri, Joni Tampe Parinding juga memaparkan beberapa gejala dari hepatitis yang kadang dianggap sepele oleh masyarakat.
“Dari pola hidup yang tidak sehat ini, dapat mengakibatkan timbulnya penyakit hati, yang mana gelajanya bisa berupa demam, mual-mual, pusing, cairan urine keruh, dan terasa nyeri di bagian perut. Masyarakat biasa hanya menganggap demam biasa, untuk itulah perlunya pemeriksaan,” papar Pj laboraturuim klinik prodia cabang Pontianak itu.
Adapun beberapa cara untuk mencegah secara umum penyakit hepatitis menurut Joni, diantaranya adalah skrining donor darah, sterisasi instrumen, perilaku seksual yang aman, penyuluhan terhadap penyalah gunaan obat, dan mencegah kontak microlesi.
“Selain dari beberapa cara tadi bisa juga mencegah hepatitis dengan mengonsumsi minuman manis seperti sirup, tetapi tidak berlebihan,” tambah Joni.
Sementara itu, Ketua panitia Seminar Kesehatan Roup mengatakan, untuk mencegahnya masyarakat atau siapapun segeralah periksakan diri ke laboratorium, agar ketika terinfeksi dapat segera di tangani.
“Selain itu makanan juga perlu di perhatikan dalam hal ini,” pungkasnya.
Penulis: Ade Siti Fatimah
Editor: Kundori





