Polsub sektor swadaya masyarakat Air Upas akan dibangun

Ketapang (Suara Kalbar) – Air Upas merupakan kecamatan pemekaran dari Kecamatan Marau.
Sejak menjadi kecamatan dari tahun 2004 hingga saat ini masyarakat sangat terbantu dari berbagai aspek khususnya perekonomian dan berbagai layanan ditingkat kecamatan seperti pendidikan, kesehatan, administrasi kependudukan dan lainnya.
Seiring dengan perkembangannya yang cukup pesat dampak dari banyaknya pemilik modal berinvestasi, Air Upas juga strategis sebagai pintu lintas antar Kecamatan, kabupaten hingga provinsi.
Kapolres Ketapang, AKBP Yuri Nurhidayat melalui Kapolsek Marau, Iptu Ketut Agus Pasek menyampaikan bahwa Air upas dengan perkembangan ekonomi yang tinggi juga rawan dengan tingkat kriminal yang tinggi pula.
“Melayani 3 kecamatan yakni Marau, Singkup dan Air Upas sebagai wilayah hukum Polsek Marau dengan personel kepolisian yang minim tentunya tidak lah efektif,”katanya.
Sejalan dengan animo dan kerinduan masyarakat selama 15 tahun menginginkan adanya Polsek sendiri di Kecamatan Air upas sangat tinggi,
Terbersit gagasan dari berbagai tokoh Masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda bersinergi dengan Forum koordinasi Kecamatan untuk
membangun Polisi Sub Sektor (Polsub sektor) sebagai cikal bakal Polsek Kecamatan Air Upas kedepannya.
“Dengan adanya fasilitas yang tersedia tentunya kita dapat menempatkan dan menambah personil kepolisian untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik,”ujarnya.
Gagasan rencana pembangunan Polsubsektor dibangun dengan swadaya masyarakat serta melibatkan beberapa perusahaan swasta yang ada melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) digelar Rabu 23 Januari 2019 di aula Kecamatan Air Upas.
Camat Air Upas, H. Matjuni
menyambut baik dan mendukung sepenuhnya gagasan ini.
“Dengan terwujutnya Polsubsektor nantinya, diharapkan dapat membantu layanan keamanan lebih tepat sasaran, menciptakan rasa aman di tengah masyarakat dan tidak kalah pentingnya rasa aman bagi para investor sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi di Air Upas,” harapnya.
Melalui rapat koordinasi ini dibentuk panitia inti sebagai motor menggali dana rencana pembangunan Polsub sektor, Kantor seluas 170 meter persegi (10 x17) M, Asrama Tipe G4 (4 pintu red ).
Tentang berapa biaya yang dibutuhkan
Menurut keterangan moderator rapat, Aiptu Saidor Padang, belum dapat ditentukan karena masih dalam proses penghitungan oleh panitia.
“Setelah semua kebutuhan dapat diperincikan akan ada pertemuan kembali untuk mencari kata sepakat
Dari pihak petani plasma, pelaku usaha dan Perusahaan swasta sebagai donatur,”pungkasnya.
Penulis: Jansen
Editor: Kundori





