SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Program RIF Bangun Budaya Inovasi

Program RIF Bangun Budaya Inovasi

Penutupan yang dirangkaikan kegiatan temu bisnis dan promosi produk kawasan dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam. (Foro: Humas Pemkab Kubu Raya)

Kubu Raya (Suara Kalbar) – Setelah berlangsung setahun lebih sejak April 2018 hingga Juni 2019, Program Responsive Innovation Fund (RIF) tahap satu di Kawasan Perdesaan Agropolitan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, resmi ditutup di Gardenia Resort Kubu Raya.

Penutupan yang dirangkaikan kegiatan temu bisnis dan promosi produk kawasan dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam. RIF merupakan program kerja sama pemerintah Republik Indonesia dengan pemerintah Kanada untuk mengisi pembangunan di kawasan perdesaan yang telah ditetapkan.

Baca juga 

Bupati Kubu Raya: Pembangunan harus adil

Evaluasi program kesehatan,Pemkab Kubu Raya gelar Rakerkesda


“RIF adalah program pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan di masyarakat dalam bentuk pemberian dukungan teknis menciptakan iklim usaha dan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah kepada pemerintah daerah yang terpilih sebagai pilot project,” kata Yusran.

Yusran mengklaim, program RIF telah mengubah wawasan dan cara pandang dalam menyusun dan merancang program pembangunan secara lebih komprehensif. Selain itu terdampak dari hulu hingga hilir dan memberi manfaat banyak pihak. Terutama kaum perempuan dalam pelaksanaannya.

“Hal ini merupakan jawaban bahwa Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan sudah memberikan sentuhan pengarusutamaan gender,” katanya.

Dia menjelaskan, selama program kerja sama berlangsung, banyak produk yang telah dihasilkan oleh kawasan perdesaan Rasau Jaya. Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani mengolah dan mengembangkan berbagai produk utama dan produk turunan. Seperti jagung pipil, pupuk cair, pakan ternak, pembudidayaan jamur tiram, dan teknik pengolahan tanah gambut.

“Sampai pada pengembangan sektor ekonomi kreatif beserta turunannya seperti produk makanan dan kerajinan termasuk BUMDes Mart,” katanya.

Dia mengapresiasi dukungan peralatan dan penganggaran dari pemerintah pusat. Di antaranya dukungan berupa sarana prasarana pertanian dan pembangunan embung dalam menunjang kegiatan pertanian di kawasan perdesaan agropolitan Rasau Jaya.

“Dan di luar itu semua, nilai lain yang disematkan dalam program ini adalah membangun budaya inovasi sebagai bagian dari karakter masyarakat adalah bagian penting yang akan ditanamkan kepada insan pembangunan di Kabupaten Kubu Raya,” ucapnya.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan naskah kerja sama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Pusat serta penjajakan kerja sama dengan lintas sektor lainnya.

Dia berterima kasih kepada pemerintah desa terkait yang telah menugaskan BUMDes Maju Bersama Rasau untuk terlibat dalam pengembangan produk usaha lokal.

“Pemerintah daerah akan memberikan dukungan dan penguatan sehingga BUMDes ini bisa menjadi contoh bagi desa dan kecamatan lain di Kabupaten Kubu Raya sebagai soko guru perekonomian di tingkat desa,” ucapnya.

Terkait keberhasilan program RIF, Yusran mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemikiran, ide-ide kreatif, hingga pendanaan.

“Semua dukungan itu sangat berdampak pada peningkatan iklim investasi lokal dan pengembangan ekonomi lokal serta daerah di kawasan yang masuk dalam Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) khususnya di kawasan perdesaan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya,” katanya.

Sumber: Humas Pemkab Kubu Raya 

Editor: Admin Suara Kalbar

Komentar
Bagikan:

Iklan