SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Dodi Riyatmadji, orang Litbang kerjanya tidak ada habisnya

Dodi Riyatmadji, orang Litbang kerjanya tidak ada habisnya

Kepala Balitbang Kemendagri bersama Assistant 1 Pemprov Kalbar bersama Plt Balitbang Kalbar dan Assistant Pemkab Sintang usai Malam Ramah Tamah di Pendopo Bupati Sintang

Sintang (Suara Kalbar) – Melaksanakan fungsi penelitian dan pengembangan, rapat koordinasi dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pembangunan (Balitbang) Kalimantan Barat demi adanya pembinaan penyelenggaraan pemerintah daerah.

Kepala Balitbang Kementrian Dalam Negeri, Dodi Riyatmadji saat pembukaan dan malam ramah tamah sedikit bercerita saat ia menjabat sebagai penjabat Gubernur Kalbar pada masa transisi setelah Gubernur Cornelis ke Gubernur Sutarmidji pada beberapa bulan lalu.

Ketika mendatangi Kalbar, pria penyuka kuliner ini yakin jika ia dapat bekerjasama dengan stakeholder yang ada di bumi Khatulistiwa.

“Dan pada saat itu semua bekerja dengan baik saat saya di Kalbar dan saya bangga pernah menjabat Pj Gubernur Kalbar,” ungkap Dodi di Pendopo Bupati Sintang, Rabu (24/7/2019) malam.

Ia melanjutkan bahwasannya ketika pengalamannya saat membentuk Badan Penelitian dan Pengembangan di Papua dan Papua Barat, diakuinya semua dengan kondisi berbeda.

“Papua Barat dengan kondisi sangat terbatas dan saya menjadi saksi di Manokwari dan ternyata untuk Papua Barat prestasi sudah sangat mendunia,” tuturnya.

Salah satu contoh ketika ia mengurus Baliltabang di Sumatra Barat, Kepala Balitbang memiliki kinerja yang optimal dibarengi dengan keinginan Gubernur terhadap inovasi sehingga ditemukanlah seluruh OPD termasuk Balitbang dan hal tersebut adalah gambaran bahwa semua tidak sama prosesnya.

“Terkait pengalaman di Kalbar yang hanya di Ketapang karena bagi saya sangat mengesankan dan ternyata Bupati Ketapang yang membentuk Balitbang satu-satunya di Kalbar,” jelasnya.

Bahkan saat ia bertemu dengan Wagub Kalbar, Ria Norsan mengaku kaget karena tidak ada Balitbang di Kalbar hanya ada di Ketapang sementara di Sintang menunggu surat dari Jakarta dan diakuinya bahwa mempercepat Balitbang terkait fasilitasinya memang harus dilakukan agar dapat memperhatikan perkembangan didaerah-daerah.

“Balitbang adalah orang dengan pejabat fungsional yang menjabat dan berfungsi sebagai peneliti dengan perhatian yang harusnya luar biasa seperti pensiun yang dimajukan karena para hasil peneliti bisa bermanfaat hingga puluhan tahun,” urainya.

Terkait bagaimana para peneliti bekerja, kedepannya untuk hasil yang maksimal sehingga dapat digunakan bagi daerah masing-masing sehingga apa yang dilakukan para peneliti, diharapkannya dapat bermanfaat bagi Kalimantan Barat dan membawa hal Balitbang di era yang akan datang lebih bermanfaat, tahan lama dan berfungsi sebaik-baiknya.

Assistant I Pemerintahan dan Kesra Sekda Kalbar, Sri Jumiadatin mengatakan segenap potensi Kelotbangan dan lainnya pelaku Kelitbangan melalui ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang dihasilkan perlu dikerahkan secara efektif dan efisien.

“Tentu hal ini dimaksudkan agar lebih no bermakna sesuai dengan prioritas dan kepentingan segempat,” tuturnya.

Plt Kaban Balitbang Kalbar, Emi Puterina menambahkan bahwa Rakor Kelitbangan dimaksudkan untuk melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah meliputi perencanaan keuangan, kepegawaian, pendidikan dan pelatihan.

“Termasuk penelitian dan pengembangan,” jelasnya.

Wanita yang pernah menjabat sebagai Kabag Humas dan Publikasi Pemprov Kalbar itu menambahkan bahwa Rakor ini dilakukan dengan sekitar lebih dari seratus peserta dari seluruh kawasan 14 Kabupaten/Kota yang ada di Kalbar.

“Melalui Rakor ini diharapkan output berupa rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti sehingga ditahun mendatangi akan terbentuk perangkat daerah Kelitbangan ditingkat Kabupaten/Kota se-Kalbar,” pungkasnya.

Penulis  : Dina Wardoyo

Editor    : Kundori

Komentar
Bagikan:

Iklan