Wabup Bengkayang Pimpin Rapat Mendadak
![]() |
| Kantor Bupati Bengkayang tampak dari depan |
Bengkayang (Suara Kalbar) – Wakil Bupati Bengkayang, Agustinus Naon, Rabu (4/9) pagi memimpin rapat mendadak dengan jajaran di lingkungan Pemkab Bengkayang pasca isu Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada sejumlah pejabat tinggi pemerintah Kabupaten Bengkayang tersebut.
Rapat mendadak berlangsung tertutup di ruang kerja Wakil Bupati Bengkayang.
Suasana di kantor bupati Bengkayang tampak lengang. Pintu utama kantor bupati disegel dan dikunci, penjagaan dilakukan oleh security kantor bupati tersebut.
Tidak ada satupun pegawai yang diperbolehkan memasuki ruang bupati termasuk wartawan dan hanya diperbolehkan mengambil gambar dari luar dengan dikawal security.
“Belum ada sumber yang mau memberi keterangan. Kami juga ambil gambar dikawal dan tidak boleh banyak-banyak, ” ujar salah satu Wartawan di Bengkayang yang enggan disebut namanya saat dihubungi Redaksi Suarakalbar.co.id melalui sambungan selularnya, Rabu siang.
Menurutnya, dari pantauannya aktivitas kerja ASN juga sepi di kantor Dians Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkayang. Hingga pukul 09.00 Wib pintu masuk masih dalam keadaan tertutup.
Diberitakan sebelumnya, KPK membenarkan adanya OTT di Kalimantan Barat pada Selasa (3/9/2019) sore.
Komisi antirasuah tersebut menciduk salah satunya Bupati Bengkayang, berinisial SG yang juga sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar.
“Benar, ada kegiatan di Kalimantan,” kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, saat dikonfirmasi awak media di kantornya, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2019) malam.
Selain Bupati, informasi diterima, tim satgas KPK juga mengamankan dua orang lainnya, yakni Sekda Kabupaten Bengkayang dan Kepala PUPR Bengkayang.
Hingga berita ini diturunkan pada Rabu siang belum ada keterangan resmi dari KPK terkait hasil penangkapan.
Penulis: Tim Liputan
Editor: Kundori






