SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Mahfud MD Harap Masyarakat Kalbar Tak Pengaruh Radikalisme Menuju Indonesia Emas

Mahfud MD Harap Masyarakat Kalbar Tak Pengaruh Radikalisme Menuju Indonesia Emas

Dialog Kebangsaan yang Digelar di
 Pendopo Gubernur Kalbar

Pontianak (Suara Kalbar) – Indonesia dan islam adalah satu paket yang tidak bisa dipisahkan.

“Sehingga upaya untuk memecah belah Indonesia dengan cara yang radikal itu tidak bisa dibenarkan,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD saat menghadiri sialog Kebangsaan Korps Alumni HMI (KAHMI) di Kalimantan Barat, di Pendopo Gubernur Sabtu (26/10/2019) malam.

Menurutnya radikalisme berada dimana saja, islam atau bukan jika melawan sistem yang sudah mapan tanpa prosedur-prosedur untuk melakukan perubahan secara gradual, itulah yang disebut dengan radikal.

“Orang islam jika radikal maka hancur negara, tapi karena orang islam di Indonesia tidak radikal maka negara ini aman. Kebetulannya yang radikal ada yang islam, ada yang tidak dan harus dilawan,” tuturnya.

Mahfud MD meyakinkan bahwa tidak ada sistem negara khilafah dalam Islam, melainkan prinsip khilafah dan itu tertuang dalam alquran.

“Masyarakat di Kalbar jangan terpengaruh radikalisme. Generasi kedepan hendaknya terus menanamkan sikap bangga terhadap negaranya untuk mewujudkan Indonesia emas. Radikalisme itu jangan disalah artikan bahwa radikal itu orang islam. Orang islam itu lebih jauh banyak yang tidak radikal,” urainya.

Iapun mengingatkan kepada para alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) agar bisa berkontribusi membantu pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas.

Sehingga mewujudkan Indonesia emas tahun 2045 yang penduduknya sejahtera, bahagia lahir dan batin.

“Untuk menuju Indonesia Emas, kita sudah mempunyai jembatan emas, yaitu kemerdekaan yang kita dapatkan dari hasil perjuangan para pejuang,” katanya lagi.

Guru besar di Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta ini kembali mengatakan bahwa Indonesia emas itu indikatornya digambarkan dalam pembukaan UU Dasar 1945 alenia kedua yang berbunyi,  “Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” dengan masyarakatnya bersatu dalam perbedaan, bersatu dalam kemajemukan.

“Untuk mewujudkan Indonesia Emas, kita harus membangun rasa kebangsaan dan nasionalisme, sehingga kita harus menanamkan kebanggaan pada diri karena kita sudah merdeka dengan hasil perjuangan kita sendiri,” paparnya.

Salah satu mewujudkan Indonesia Emas, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengharapkan Korps Alumni HMI Kalimantan Barat agar bisa ikut berperan dalam membantu percepatan terwujudnya Desa Mandiri di Kalimantan Barat.

“Sebagai bagian dari kaum intelek, kita mengharapkan Kahmi Kalbar bisa ikut berperan dalam mempercepat terwujudnya desa mandiri di Kalimantan Barat. Karena kita menargetkan hingga tahun 2024, Kalbar memiliki 400 desa mandiri,” kata Bang Midji.

Dari 2031 Desa di Kalbar,  dikatakan mantan Walikota Pontianak dua periode ini, Kalbar memiliki 87 desa mandiri yang awalnya hanya ada 1 desa mandiri dan peningkatan juga terjadi dari yang awalnya hanya ada 53 Desa Maju sekarang menjadi 188 desa Maju.

“Kemudian, untuk Desa berkembang awalnya 372 jadi 767 desa, dan desa tertinggal ada 781 desa, serta desa sangat tertinggal sebanyak 208 desa. Midji menarget untuk 2 tahun kedepan tidak ada lagi desa sangat tertinggal dan akan masuk ke desa mandiri,” tuturnya.

Sutarmidji menambahkan, dalam mewujudkan desa mandiri, setiap perusahaan yang ada di Kalbar harus memberi kontribusi dalam membangun setiap desa yang ada disekitar perusahaannya.

Penulis : Dina Wardoyo 

Editor   : Kundori

Komentar
Bagikan:

Iklan