Target PAD Melawi ‘Melambung’ di APBD Perubahan 2019
![]() |
| pembahasan APBD Perubahan 2019 sebelum tanggal 31 Oktober.[suarakalbar/Dea] |
Melawi (Suara Kalbar)- Saat ini pihak DPRD Melawi bersama Pemerintah Kabupaten sedang “ngebut” melakukan pembahasan APBD Perubahan 2019 sebelum tanggal 31 Oktober.
Tak tanggung tanggung, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Melawipun melambung tinggi di APBD Perubahan 2019. Seperti yang disampaikan Bupati Melawi, Panji dalam rapat paripurna di DPRD terkait penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Melawi Tahun Anggaran 2019.
Dalam pidato pengantarnya, Panji merincikan Pendapatan daerah dalam APBD 2019 dari Rp 1,173 triliun bertambah sebesar Rp 4,6 miliar menjadi Rp 1,178 triliun dalam perubahan APBD.
” Target pendapatan bersumber dari PAD yang awalnya ditetapkan sebesar Rp 41,126 miliar bertambah menjadi Rp 10 miliar sehingga menjadi Rp 51,3 miliar,” beber Panji di gedung paripurna DPRD Melawi.
sedangkan untuk dana perimbangan sebesar Rp 915 miliar berkurang sebesar Rp 19,2 miliar menjadi Rp 896,2 miliar dalam APBDP.
“Lain lain pendapatan Rp 216,7 miliar bertambah Rp 13,6 miliar sehingga menjadi Rp 230,4 miliar,” jelasnya.
Sedangkan untuk pos Belanja Daerah dari sebesar Rp 1,196 trilun bertambah sebesar Rp 30,2 miliar sehingga belanja daerah setelah perubahan menjadi Rp 1,226 triliun. Belanja tidak langsung dalam APBD 2019 sebesar Rp 623,6 miliar bertambah Rp 10 miliar menjadi Rp 634,2 miliar.
“Belanja langsung Rp 572,9 miliar bertambah Rp19,5 miliar sehingga total belanja langsung diperubahan menjadi Rp 592,5 miliar,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Panji, penerimaan pembiayaan daerah total Rp 49,472 miliar bertambah sebesar Rp 28 miliar sehingga menjadi Rp 77,54 miliar. Pengeluaran pembiayaan daerah total Rp 26,2 miliar bertambah Rp 2,5 miliar sehingga menjadi Rp 28,7 miliar.
“Diharapkan rancangan RAPBD perubahan ini dapat segera disetujui bersama DPRD Melawi. Kami juga berharap masukan dan saran dari anggota DPRD terhadap rancangan Perubahan APBD 2019,” harap orang nomor satu dilingkungan Pemkab Melawi itu.
Sementara itu, Juru bicara Fraksi Persatuan Demokrasi Rakyat Sejahtera, Widya Rima menilai banyak hal yang masih perlu diperbaiki dalam LPj Pelaksanaan APBD 2018. Seperti misalnya tren PAD Melawi yang dianggap terus mengalami penurunan, padahal potensi sumber PAD semestinya meningkat.
“Ada beberapa sumber penerimaan pajak yang tidak rasional atau jauh dibawah target yang ditetapkan. Kami harapkan Pemda harus mencari terobosan baru agar PAD terus meningkat,” ungkap praktisi asal PKS ini saat membacakan pendapat akhir Fraksi.
Penulis : Dea Kusumah Wardhana
Editor: Diko Eno






