Tingkatkan Kualitas Perencanaan, Bappeda Kayong Utara Siapkan Durian
![]() |
| [Istimewa]. |
Kayong Utara (Suara Kalbar)-Upaya untuk menghasilkan perencanaan yang berkualitas, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kayong Utara melaksanakan Kick Off Meeting Strategi Peningkatan Kualitas Perencanaan Pembangunan Daerah di Kabupaten Kayong Utara, di Aula Istana Rakyat (Pendopo Bupati) Kamis (14/11/2019).
Kepala Bappeda KKU Romi Wijaya mengungkapkan salah satu strategi untuk melakukan pembangunan yang baik adalah dengan melakukan perencanaan yang berkualitas, karena itu kita melihat bahwa perencanaan yang baik harus ditunjang dengan data yang baik pula, sehingga harapan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dan Permendagri 86 Tahun 2017 dapat tercapai.
“Salah satu penyebab rendahnya kualitas perencanaan adalah ketersedian dan validitas data, sehingga kita mencanangkan inovasi pembangunan daerah yang disebut Durian (Data AkUrat PeRencanaan TerIntegrasi dAn MaNtap) dimana muara dari ini terwujudnya ruang operasi strategis pembangunan daerah.” Kata Romi.
Durian merupakan sebuah gagasan dalam mengintegrasikan data sebagai bahan perencanaan, dengan kerangka pikir berdasarkan kondisi saat ini dimana masih rendahnya ketersediaan dan validitas data menyebabkan kualitas perencanaan yang dihasilkan pun rendah pula.
Dari sini diperlukan sebuah strategi peningkatan kualitas perencanaan pembangunan daerah dengan menekankan pada pengumpulan dan pengolahan data yang terintegrasi sehingga menghasilkan data yang valid dan berkualitas, yang diwujudkan dalam ruang operasi strategis pembangunan daerah, dari sini akan keluar informasi perencanaan pembangunan daerah yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh stakeholder.
“Untuk mewujudkan ini semua, kita mempersiapkan tahapan-tahapannya, dalam jangka pendek, kita sudah melakukan beberapa kegiatan seperti pembuatan tata kelola data dan informasi yang terintegrasi, penyusunan desain teknis kebutuhan perangkat keras ruang operasi strategis, mengintegrasikan system, pembentukan forum komunikasi dan koordinasi data, dan penyusunan regulasi system tata kelola perencanaan, pengendalian, monev pembangunan daerah.” Ujar Romi.
Sedangkan untuk jangka menengah, lanjut Romi, dilakukan penyusunan SOP tata kelola perencanaan, pengendalian, monitoring dan evaluasi, pengumpulan dan pengolahan data, dan e-planning. Dan untuk jangka Panjang yaitu operasionalisasi Ruang Operasi Strategis perencanaan pembangunan daerah.
“Mengapa ini dilakukan, ada dua alasan, pertama gagasan perubahan ini adalah upaya meningkatkan kualitas perencanaan dengan di dukung ketersediaan data yang valid dan akurat, secara teori sudah tegas, tidak ada perencanaan yang baik tanpa data yang baik, kedua kebijakan pemerintah sudah jelas yaitu kebijakan satu data Indonesia dan sistem pemerintahan berbasis elektronik, dan ini harus segera ditindaklanjuti, kita berharap Program Durian sebagai langkah awal untuk mempersiapkan itu.” Tegas Romi.
Tim Liputan
Editor: Redaksi






