SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Paolus Hadi pinta Optimalkan Alat Pertanian

Paolus Hadi pinta Optimalkan Alat Pertanian

Bupati Sanggau,Paolus Hadi saat panen Jagung.[suarakalbar/Ist]

Sanggau (Suara Kalbar)-Bupati Sanggau mengapresiasi atas panen perdana jagung di desa binjai kecamatan tayan hulu Hanya saja kendala yang dialami kelompok tani saat ini pada pengolahan lahan, karena alat pertanian seperti traktor roda empat terbatas.

“Di Kecamatan Tayan Hulu hanya dua, itu yang digilir dan sekarang ada yang tidak dapat jatah pemakaian alat tersebut. Ini yang perlu menjadi perhatian dinas, supaya menjadi program berikutnya,” harap Paolus.

Bupati meminta dinas terkait untuk melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan alat pertanian yang sudah dibagikan ke kecamatan-kecamatan.

“Karena pengalaman, alat yang ada belum maksimal dipakai. Nanti saya minta dievaluasi, kalau daerah yang memang belum memanfaatkan tarik, pak Kadis yang bisa mengevaluasi. Kalau untuk pembelian, kita harus cek lagi, karena pemerintah pusat juga bisa kita minta, yang penting perencanaan kita baik,” tutur Paolus.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Kabupaten Sanggau  John Hendri mengatakan, untuk pengolahan lahan kering seperti yang dikelola Kelompok Tani Dohik Hua Desa Binjai ini, dibutuhkan traktor roda empat.

“Melalui program pemerintah pusat, kita memang mendapat bantuan alat ini. Mudah-mudahan ke depan bantuan ini masih ada. Dan kalau bisa, traktor, hand traktor harus kita programkan seperti yang pak Bupati sampaikan tadi,” ucapnya.

Selain mengusulkan bantuan alat pertanian melalui kementerian, diakui John Hendri, juga sudah menyampaikan kebutuhan alat pertanian ini kepada wakil rakyat daerah pemilihan Kalbar 2 di Senayan.

“Kita juga sudah sampaikan kepada perwakilan kita yang ada di DPR RI supaya ini diperjuangkan. Mudah-mudahan traktor roda 4 ini bisa dialokasikan untuk Sanggau,” katanya.

Ia juga menambahkan, selain alat pengolahan lahan, yang juga dibutuhkan kelompok tani adalah alat pasca panen.

“Yang paling penting adalah bagaimana kelompok tani kita ini mampu memperluas penanaman seperti ini. Karena kita butuh juga alat selain untuk pengolahan lahan, yaitu alat pasca panen yang disebutkan dengan alat pemipil jagung. Harus kita perhatikan juga, sehingga kelompok tani bisa cepat jual, cepat tanam lagi,”jelas Jhon Hendri.

Sementara itu Kepala Desa Binjai, Heriyanto mengatakan, kendala yang dihadapi kelompok tani dan masyarakat saat ini adalah alat pengolahan lahan yang terbatas. Untuk itu, ia berharap Desa Binjai bisa mendapat bantuan alat pertanian tersebut.

“Kendala kami ada pada alat pengolahan lahan yang terbatas. Setidaknya satu desa, satu alat, sehingga jadwal pengolahan lahan, jadwal tanam tertata dengan baik. Sekarang ini kami tidak bisa mengolah lahan karena di Kecamatan Tayan Hulu hanya ada dua alat dan itu dipakai bergiliran,” katanya.

Pemerintah Desa Binjai, lanjut dikatakannya, siap membantu pemerintah untuk mengurangi pembukaan lahan dengan cara dibakar. Namun akan sulit dilaksanakan ketika alat pertanian tidak mendukung.

“Kalau desa lengkap alat, kita bisa mengurangi mengolah lahan dengan cara membakar. Karena ini sudah kami lakukan dan berhasil. Di Pasok, kami sudah tanam padi dan jagung di lahan yang diolah tanpa membakar. Ada berapa titik yang belum bisa kami olah karena terkendala alat. Dan total keselurahan ada empat hektar, setiap dusun ada,” ujar Heriyanto.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pabrik kelapa sawit yang berada di Desa Binjai, yang ikut mendukung menyukseskan penanaman jagung.

“Pabrik kelapa sawit ini sudah membantu kami, untuk limbahnya kami manfaatkan,” tutup Kades Binjai, Heriyanto.

Penulis : Darman

Editor: Diko Eno

Komentar
Bagikan:

Iklan