SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Terdeteksi Suhu Badan Tinggi, Satu Warga Kalbar Pulang Plesir dari Korsel Tertahan di Malaysia

Terdeteksi Suhu Badan Tinggi, Satu Warga Kalbar Pulang Plesir dari Korsel Tertahan di Malaysia

Kadinkes Kalbar Harisson

Pontianak (Suara Kalbar) – Sebanyak 21 orang Kalimantan Barat yang melakukan perjalanan Pontianak – Kuala Lumpur – Korea Selatan dan Vietnam pada 28 Februari lalu sebagian telah kembali ke Kota Pontianak.

Meski belum semua kembali ke Kota Pontianak dikarenakan beberapa masih melakukan perjalanan ke Jakarta dan Jogjakarta, namun Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dr Harisson menyatakan sembilan orang dari 21 orang yang melakukan perjalanan dari negeri Ginseng itu telah dilakukan pemeriksaan.

“Pemeriksaan kesembilan orang yang kembali ke Pontianak lewat Bandara Supadio langsung kami lakukan dan akan ada hasilnya pada 14 hari kedepan. Sementara satu orang dari 21 rombongan dari Korsel di Kuala Lumpur terdeteksi suhu badan tinggi sehingga dalam pantauan pemerintah Malaysia oleh otoritas Kesehatan di Malaysia,” ungkapnya kepada suarakalbar, Senin (2/3/2020).

Menurutnya pemeriksaan kesembilan orang ini menindaklanjuti arahan Gubernur Kalimantan Barat sehingga Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat yang terus melakukan pemantauan atau pengawasan ketat bagi penumpang yang telah melakukan perjalanan negara terjangkit COVID -19.

“Sebanyak 23 orang Warga Kalbar yang telah bepergian ke negara tejangkit tapi dua orang di cancel tidak jadi berangkat ke Korea. Sehingga total hanya 21 orang yang pergi,” jelasnya.

Ia kembali mengatakan bahwa rombongan  yang transit di Kuala Lumpur dari 21 orang sebanyak 14 orang dan ada satu orang yang mengalami masalah kesehatan dengan suhu tubuh tinggi sehingga dalam pantauan pemerintah Kuala Lumpur sampai 2 Maret 2020.

Gubernur Kalbar Sutarmidji menegaskan bahwa masyarakat yang melakukan perjalanan kenegara yang terpapar Corona harus dilakukan pemeriksaan.

“Pertama yang kembali dari Korea saya sudah perintahkan pada dinas Kesehatan untuk kordinasi dengan imigrasi dan lakukan sampel darah kemudian pastikan mereka tidak terpapar,” kata Bang Midji.

Kemudian diharapkan mantan Walikota Pontianak dua periode itu secara sukarela mengkarantina dirinya sendiri.

“Artinya jangan berkeliaran kemana-mana. Kalau perlu dia secara sukarela memeriksakan diri secara lengkap ke RSUD Soedarso dan dua dirumah sakit lainnya di Kalbar yang mempunyai alat lengkap untuk penanganan kesiapsiagaan virus Corona,” pungkasnya.

Penulis  : Dina Wardoyo

Editor    : Hendra

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play