SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak FFPK ke-7 Angkat Isu AI dan Karhutla, Sineas Muda Ditantang Bersuara Lewat Film

FFPK ke-7 Angkat Isu AI dan Karhutla, Sineas Muda Ditantang Bersuara Lewat Film

Ketua Panitia FFPK 2026, Gebrina Diva saat diwawancara awak media. SUARAKALBAR.CO.ID/Fajar.

Pontianak (Suara Kalbar) – Festival Film Pelajar Khatulistiwa (FFPK) kembali hadir pada 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-7, festival film yang menjadi wadah kreativitas pelajar dan mahasiswa ini membuka kesempatan bagi sineas muda dari seluruh Indonesia untuk menunjukkan karya terbaiknya.

Tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan di bidang sinematografi, FFPK 2026 juga mengajak generasi muda menyuarakan berbagai persoalan aktual melalui karya film. Tahun ini, panitia mengangkat dua isu utama, yakni kreativitas dan integritas di tengah perkembangan Artificial Intelligence (AI), serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua Panitia FFPK 2026, Gebrina Divva, mengatakan antusiasme calon peserta tahun ini mulai menunjukkan peningkatan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Ketertarikan tersebut tidak hanya datang dari sekolah-sekolah di Kalimantan Barat, tetapi juga dari sejumlah daerah di luar provinsi.

Bahkan, beberapa sekolah berencana mengirimkan lebih dari satu tim untuk mengikuti kompetisi tersebut.

“Tahun ini kami melihat ada peningkatan antusiasme. Sekolah dari luar Kalbar pun banyak yang bertanya dan berencana mengirim dua film atau lebih. Kami memang ingin FFPK naik tingkat, sekaligus menjadi wadah saling belajar dan naik kelas bersama antara peserta lokal dan luar daerah,” tutur Gebrina di Pontianak, Minggu (1/11/2026).

Seiring dengan perluasan jangkauan peserta, panitia juga meningkatkan apresiasi bagi para sineas muda. Total uang pembinaan yang disiapkan pada FFPK 2026 meningkat dari sekitar Rp30 juta pada penyelenggaraan sebelumnya menjadi lebih dari Rp50 juta.

Peningkatan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pelajar dan mahasiswa untuk menghasilkan karya film yang kreatif, berkualitas, serta memiliki pesan yang kuat.

Angkat Isu AI dan Karhutla

FFPK 2026 mengangkat tema yang berkaitan dengan perkembangan teknologi dan persoalan lingkungan. Tema pertama berfokus pada kreativitas dan integritas manusia di tengah masifnya penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Panitia melihat perkembangan AI telah membawa perubahan dalam berbagai aktivitas manusia, termasuk proses produksi karya kreatif. Teknologi tersebut dapat menjadi alat bantu, tetapi penggunaannya secara instan tanpa keterlibatan kreativitas dan pemikiran manusia juga menjadi perhatian.

Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi nilai kreativitas dan integritas, terutama ketika proses menghasilkan karya lebih mengutamakan kecepatan dibandingkan proses dan kemampuan manusia itu sendiri.

Melalui tema tersebut, peserta diajak mengeksplorasi bagaimana generasi muda menyikapi perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan kreativitas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam berkarya.

Selain isu AI, panitia juga memperluas tema festival dengan menambahkan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penambahan tema ini dilatarbelakangi kondisi kebakaran hutan dan lahan yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan dan Sumatra.

Gebrina mengatakan, isu karhutla diharapkan dapat menjadi ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk menyampaikan pandangan, kepedulian, serta keresahan mereka melalui medium film.

“Melalui isu Karhutla ini, kami ingin generasi muda pelajar maupun mahasiswa bisa mengutarakan suara dan keresahan mereka lewat media film. Harapannya, karya visual ini bisa menjadi sarana edukasi sekaligus jalan menyampaikan aspirasi atas kekhawatiran yang dialami bersama,” tegasnya.

Dengan mengangkat isu tersebut, FFPK tidak hanya mendorong peserta untuk menghasilkan karya dari sisi teknis dan estetika, tetapi juga menghadirkan film yang memiliki pesan sosial serta relevan dengan kondisi masyarakat.

Pendaftaran Ditutup 9 November 2026

Panitia menetapkan batas akhir pengumpulan karya FFPK 2026 pada 9 November 2026. Sementara itu, malam penganugerahan atau Awarding Night dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.

Gebrina mengajak pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ruang berekspresi, mengembangkan kemampuan sinematografi, sekaligus menyampaikan gagasan melalui karya visual.

“Festival Film Pelajar Khatulistiwa ini adalah wadah berekspresi yang selalu bergerak mengikuti perkembangan zaman. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ayo berkreativitas, tunjukkan bakat terbaik kalian, dan suarakan ide-ide hebatmu di FFPK ke-7 tahun 2026!,” pungkas Gebrina.

Penulis: Fajar

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play