Kerusuhan Meluas di Prancis, Macron Siapkan Bantuan untuk Pemilik Toko
Suara Kalbar– Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan pemerintah akan mengambil langkah tegas untuk memulihkan ketertiban setelah demonstrasi menentang tingginya biaya hidup berujung pada kerusuhan, pembakaran, dan penjarahan di sejumlah kota.
Macron juga menyebut pejabat tinggi atau kepala wilayah dapat melarang demonstrasi tertentu jika dinilai perlu untuk menjaga keamanan masyarakat.
“Negara ini membutuhkan ketertiban dan ketenangan, bukan peningkatan ketegangan,” kata Macron dalam pidato dari Istana Élysée di Paris, Minggu (18/10/2026) waktu setempat, dikutip dari Anadolu, Senin (19/10/2026).
Ia menuding kelompok ekstremis sayap kiri dan sejumlah pelaku kriminal berada di balik aksi kekerasan yang terjadi pada Sabtu (17/10/2026).
Kerusakan dilaporkan terjadi di sejumlah kota. Aksi penjarahan toko, serangan terhadap gedung publik dan kantor pemerintahan, hingga pembakaran bangunan mewarnai kerusuhan tersebut.
Di Limoges, balai kota dilaporkan dibakar. Sementara di Lyon, kantor pariwisata menjadi sasaran pembakaran. Di Marseille, demonstran menerobos gedung pemerintah kota, sedangkan di Bordeaux terjadi serangan terhadap kediaman kepala wilayah.
Macron bilang pemerintah akan mulai menawarkan solusi bagi pemilik toko yang terdampak kerusuhan pada Senin (19/10/2026). Perdana Menteri Sébastien Lecornu juga dijadwalkan memimpin rapat darurat untuk membahas penyaluran bantuan bagi pelaku usaha secepat mungkin.
Dalam beberapa hari ke depan, Lecornu akan mengundang perwakilan partai politik, serikat pekerja, pelajar sekolah menengah, dan mahasiswa untuk membahas perkembangan situasi.
Macron juga meminta pemerintah mengevaluasi strategi pengumpulan intelijen dan langkah antisipasi agar kerusuhan serupa tidak terulang.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Menteri Kehakiman Prancis Gérald Darmanin telah memerintahkan para jaksa menangani berbagai kasus yang terjadi selama demonstrasi secara tegas.
Sumber: Beritasatu.com






