Cara Menjaga Daya Tahan Tubuh dan Stamina agar Tetap Prima
Suara Kalbar – Menjalani aktivitas sehari-hari membutuhkan stamina dan kondisi tubuh yang prima. Selain energi untuk bergerak dan bekerja, tubuh juga memiliki sistem kekebalan yang berfungsi melindungi dari berbagai mikroorganisme penyebab penyakit.
Meski sistem imun memiliki mekanisme pertahanan alami, kondisinya tetap dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari. Pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, tingkat stres hingga kebiasaan menjaga kebersihan menjadi bagian dari gaya hidup yang dapat mendukung kesehatan tubuh.
Kesibukan dan aktivitas yang terlalu padat juga dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami kelelahan. Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh kurangnya stamina, tetapi dapat berkaitan dengan kurang tidur, stres, asupan nutrisi yang tidak mencukupi, aktivitas fisik berlebihan, maupun kondisi kesehatan tertentu.
Karena itu, menjaga daya tahan tubuh dan stamina sebaiknya tidak hanya mengandalkan makanan atau suplemen tertentu. Kebiasaan hidup sehat secara menyeluruh tetap menjadi dasar utama.
Kebiasaan untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh
Melansir Harvard Health Publishing, sistem kekebalan tubuh dapat bekerja lebih optimal ketika didukung pola hidup sehat. Tidak ada satu makanan atau produk tertentu yang secara ajaib dapat meningkatkan sistem imun, sehingga perhatian perlu diberikan pada kebiasaan secara keseluruhan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain tidak merokok, memperbanyak konsumsi buah dan sayuran, berolahraga secara teratur, menjaga berat badan dalam rentang sehat, serta mencukupi kebutuhan tidur.
Jika mengonsumsi alkohol, jumlahnya juga perlu dibatasi. Selain itu, pencegahan infeksi dapat dilakukan dengan kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan secara rutin dan memastikan makanan, terutama daging, dimasak hingga matang.
Mengelola stres juga penting karena tekanan yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kondisi tubuh. Vaksinasi sesuai rekomendasi turut menjadi bagian dari perlindungan terhadap penyakit infeksi.
Vaksin bekerja dengan mempersiapkan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan memberikan respons terhadap penyebab penyakit tertentu. Dengan demikian, menjaga daya tahan tubuh tidak cukup hanya dengan mencari makanan atau suplemen penambah imun.
Olahraga untuk Menunjang Stamina
Aktivitas fisik secara rutin merupakan salah satu fondasi gaya hidup sehat. Olahraga dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, membantu mengendalikan berat badan, serta memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan secara keseluruhan.
Aktivitas fisik juga berkaitan dengan kesehatan sistem kekebalan tubuh. Namun, olahraga tetap perlu dilakukan sesuai kemampuan dan kondisi tubuh.
Pada aktivitas fisik dengan intensitas tinggi yang berlangsung lebih dari 60 menit, kebutuhan cairan dan energi dapat meningkat. Tubuh juga dapat kehilangan elektrolit melalui keringat sehingga asupan cairan dan energi perlu diperhatikan.
Sementara itu, pada olahraga ringan dengan durasi kurang dari satu jam, air putih umumnya cukup untuk membantu menggantikan cairan yang hilang.
Kelelahan yang muncul setelah beraktivitas juga perlu diperhatikan. Kurang tidur, stres, asupan nutrisi yang tidak seimbang, aktivitas fisik berlebihan, hingga penyakit tertentu dapat membuat tubuh terasa lebih cepat lelah.
Dampaknya bisa berupa sulit berkonsentrasi, mudah mengantuk, tubuh terasa lemas, perubahan suasana hati, hingga keluhan fisik lainnya. Jika kelelahan berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain, penyebabnya perlu diperiksa lebih lanjut.
Perlukah Makanan atau Minuman Penambah Stamina?
Ketika aktivitas sedang padat, sebagian orang memilih mengonsumsi makanan, minuman energi, multivitamin, atau suplemen untuk membantu mempertahankan tenaga.
Namun, produk tersebut tidak otomatis dibutuhkan oleh semua orang. Kebutuhan setiap individu berbeda dan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh serta sumber kelelahan yang dialami.
Mengutip informasi dari Kementerian Kesehatan, makanan atau minuman yang mengandung energi dan elektrolit dapat lebih relevan pada kondisi tertentu, terutama setelah melakukan aktivitas fisik berat dalam waktu lama.
Hal serupa dapat dipertimbangkan ketika seseorang menjalani aktivitas yang membutuhkan energi besar atau melakukan perjalanan panjang. Namun, produk penambah stamina bukan pengganti tidur yang cukup, makanan bergizi, dan pola hidup sehat.
Beberapa Nutrisi yang Berkaitan dengan Energi
Sejumlah vitamin dan zat gizi memiliki fungsi penting dalam proses pembentukan energi maupun fungsi tubuh. Namun, penggunaannya dalam bentuk suplemen sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan.
Vitamin B12
Vitamin B12 bersama vitamin B lainnya membantu tubuh mengolah makanan menjadi energi. Nutrisi ini juga berperan dalam menjaga fungsi sistem saraf dan pembentukan sel darah merah.
Sumber vitamin B12 antara lain daging, ikan, telur, dan produk susu. Suplemen dapat dipertimbangkan terutama ketika seseorang mengalami kekurangan atau memiliki kondisi yang membuat penyerapan vitamin B12 terganggu.
Zat Besi
Zat besi diperlukan tubuh untuk membentuk hemoglobin yang membawa oksigen ke berbagai jaringan. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia dan menimbulkan keluhan seperti lemas serta mudah lelah.
Karena itu, suplemen zat besi tidak seharusnya dikonsumsi hanya karena tubuh terasa lemas. Pemeriksaan dan anjuran tenaga kesehatan dapat membantu memastikan apakah keluhan tersebut memang berkaitan dengan kekurangan zat besi.
Melatonin
Melatonin merupakan hormon yang berkaitan dengan pengaturan siklus tidur dan bangun. Suplemen melatonin kerap digunakan untuk membantu mengatasi masalah tidur tertentu.
Tidur yang berkualitas memang penting untuk memulihkan energi. Namun, penggunaan melatonin sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi seseorang, terutama jika gangguan tidur berlangsung lama.
Coenzyme Q10
Coenzyme Q10 atau CoQ10 merupakan senyawa yang secara alami diproduksi tubuh dan terdapat di berbagai sel. Senyawa ini terlibat dalam proses produksi energi di dalam sel.
Kadar CoQ10 dapat dipengaruhi oleh usia dan kondisi kesehatan tertentu. Meski demikian, penggunaan suplemen CoQ10 untuk mengatasi kelelahan tidak berarti cocok untuk semua orang.
Kreatin
Kreatin merupakan senyawa yang berperan dalam penyediaan energi, terutama ketika tubuh melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat.
Suplemen kreatin banyak digunakan dalam olahraga untuk mendukung kemampuan melakukan aktivitas fisik tertentu. Penggunaannya tetap perlu memperhatikan kebutuhan dan kondisi masing-masing individu.
Vaksinasi Tetap Menjadi Bagian Penting
Menjaga daya tahan tubuh juga berarti mengurangi risiko terkena penyakit yang sebenarnya dapat dicegah. Salah satunya melalui vaksinasi sesuai rekomendasi.
Pada kelompok lanjut usia, respons sistem imun terhadap vaksin dapat berbeda dibandingkan kelompok usia yang lebih muda. Sebagai contoh, efektivitas vaksin influenza pada orang lanjut usia dapat lebih rendah dibandingkan pada anak-anak sehat.
Meski demikian, vaksinasi tetap memiliki manfaat penting dalam mengurangi risiko penyakit dan komplikasi. Vaksin influenza maupun vaksin terhadap Streptococcus pneumoniae telah dikaitkan dengan penurunan angka kesakitan dan kematian pada kelompok lanjut usia.
Karena itu, menjaga stamina dan daya tahan tubuh sebaiknya dilakukan melalui pendekatan yang menyeluruh. Makanan bergizi, olahraga teratur, tidur cukup, pengelolaan stres, kebersihan diri, serta vaksinasi sesuai rekomendasi merupakan bagian yang saling melengkapi.
Pada dasarnya, tubuh tidak membutuhkan satu produk ajaib untuk tetap bugar. Konsistensi menjalani pola hidup sehat justru menjadi salah satu kunci utama untuk mempertahankan kondisi tubuh dalam jangka panjang.
Sumber: Beritasatu.com






