Mahasiswa Baru UPGRI Pontianak Didorong Tak Sekadar Kuliah, tapi Mampu Berkarya
Pontianak (Suara Kalbar) – Rektor Universitas PGRI Pontianak, Muhammad Firdaus, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan Anggota DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie hadir memberikan ilmu dan wawasan kepada mahasiswa dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 Universitas PGRI Pontianak.
Kehadiran Syarief Abdullah Alkadrie menjadi bagian dari rangkaian PKKMB hari ketiga. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa baru mendapatkan pembekalan melalui kuliah umum dengan tema meteri “Membentuk Diri Menjadi Mahasiswa yang Berintelektual dan Berintegritas”.
Rektor UPGRI Pontianak, Muhamad Firdaus, mengatakan materi yang disampaikan Syarief Abdullah Alkadrie berkaitan dengan pembentukan karakter mahasiswa. Ia berharap pembekalan tersebut dapat menambah wawasan mahasiswa sekaligus mendorong mereka lebih giat menjalani perkuliahan.
“Kegiatan PKKMB hari ketiga Alhamdulillah kami dihadiri narasumber, yaitu Bapak Haji Syarief Abdullah Alkadrie dan Alhamdulillah beliau telah menyampaikan materi berkaitan dengan karakter tentang teman-teman mahasiswa dan tentunya ini menambah wawasan bagi teman-teman mahasiswa untuk giat terus dalam berkuliah, dan sehingga apa yang diharapkan tadi mahasiswa tepat lulusan tepat waktu empat tahun bisa selesai,” ujar Muhamad Firdaus.
Firdaus menilai kehadiran narasumber dari kalangan eksternal kampus menjadi bagian penting dalam memberikan perspektif tambahan kepada mahasiswa baru. Pembekalan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami tanggung jawab mereka selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
Sementara itu, Anggota DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie mengatakan kuliah umum tersebut bertujuan memberikan motivasi kepada mahasiswa baru yang sedang berada dalam tahap awal beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi.
Menurutnya, mahasiswa baru perlu memahami adanya perbedaan antara kehidupan ketika masih duduk di bangku sekolah menengah atas dengan kehidupan sebagai insan akademis di perguruan tinggi.
“Kita memberikan motivasi kepada mahasiswa baru karena mereka ini kan baru beradaptasi untuk masuk ke dunia baru sebagai insan akademis, ya tentu kita harapkan mereka dapat membawa dirinya untuk belajar dengan baik karena Berbeda antara masih di bangku sekolah SMA ya dengan di perguruan tinggi,” kata Syarief Abdullah.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan nasionalisme bagi mahasiswa. Menurutnya, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin luas pula informasi dan lingkungan yang dihadapi sehingga mahasiswa perlu memiliki pola pikir yang mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan.
“Saya kira penting karena memang semakin tinggi pendidikan seseorang ini, kan semakin banyak informasi yang mereka miliki, pola-pola pikirnya itu kan beradaptasi dengan berbagai macam lingkungan, maka tentu penguatan nasionalisme itu selalu harus menjadi yang terdepan bagi mereka bahwa mereka tahu kita ini punya tanggung jawab untuk mempertahankan terhadap kedaulatan bangsa,” ucapnya.
Syarief Abdullah menambahkan, mahasiswa juga perlu memahami sejarah perjuangan bangsa dan alasan mereka dapat memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan seperti saat ini. Menurutnya, pendidikan yang dinikmati generasi sekarang tidak terlepas dari perjuangan para pendahulu.
“Kita karena nasionalisme kebangsaan kita yang sudah dipersembahkan oleh ndang-undang kita supaya mereka mengingat kenapa kita bisa berpendidikan seperti ini Nah, kenapa kita bisa ada seperti ini? Ya, tentu ini tidak terlepas daripada perjuangan pada para pejuang kita di masa yang lalu, adaptasi mahasiswa dengan perkembangan zaman saat ini Kita,” tuturnya.
Selain nasionalisme, ia mendorong mahasiswa baru untuk mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman dengan meningkatkan kemampuan intelektual. Hal tersebut dinilai penting karena persaingan akan semakin tinggi seiring dengan kemajuan suatu bangsa.
“mempersiapkan diri menguatkan terhadap kemampuan, terutama kemampuan intelektual, karena tidak ada jalan lain karena dengan semakin majunya suatu bangsa, semakin persaingannya juga semakin tinggi sehingga dengan demikian ya tentu mahasiswa-mahasiswa ini harus betul-betul mempersiapkan, tidak hanya dia sebagai hanya ya mengambil status sebagai mahasiswa, tetapi yang lebih dari itu, ya tentu kita harapkan dia betul-betul bisa mengimplementasikan sebagai mahasiswa, Dia mampu beradaptasi, dia mampu bersaing, dia mampu memberikan gagasan, dia mungkin bisa melakukan suatu karya-karya yang sesuai dengan bidangnya, sehingga tentu ini akan mendapat apresiasi,” jelasnya.
Ia berharap mahasiswa baru tidak hanya menjadikan status sebagai mahasiswa sebagai identitas, tetapi mampu mengimplementasikan peran dan tanggung jawabnya melalui kemampuan beradaptasi, bersaing, menyampaikan gagasan, serta menghasilkan karya sesuai bidang yang ditekuni.
Pembekalan dalam kuliah umum tersebut menjadi bagian dari rangkaian PKKMB Universitas PGRI Pontianak Tahun 2026. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru diharapkan memiliki bekal yang cukup untuk menjalani kehidupan akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman.
Selain kemampuan intelektual, mahasiswa juga diharapkan memiliki integritas, karakter, nasionalisme, serta kemampuan untuk memberikan kontribusi nyata melalui gagasan dan karya di tengah masyarakat.
Penulis: Fajar Bahari






