SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Kalbar Menelusuri Sejarah RAPI Daerah 21 Kalbar, Empat Dekade Menjaga Komunikasi dan Pengabdian

Menelusuri Sejarah RAPI Daerah 21 Kalbar, Empat Dekade Menjaga Komunikasi dan Pengabdian

Logo RAPI

Pontianak (Suara Kalbar)  – Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Daerah 21 Kalimantan Barat memiliki sejarah panjang yang tidak terlepas dari perjalanan organisasi RAPI secara nasional. Sejak awal dekade 1980-an, keberadaan RAPI di Bumi Khatulistiwa terus berkembang dan hingga kini menjadi salah satu wadah komunikasi masyarakat yang berperan dalam pelayanan sosial dan bantuan komunikasi.

RAPI merupakan organisasi yang menaungi pengguna Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP). Kehadirannya menjadi bagian penting dalam perkembangan komunikasi radio masyarakat di Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat.

Berawal dari Maraknya Radio CB

Jauh sebelum organisasi RAPI terbentuk secara resmi, penggunaan radio Citizen Band (CB) atau radio 11 meter telah berkembang di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Barat.

Pada era 1970-an, para pengguna radio CB memanfaatkannya sebagai sarana komunikasi antarmasyarakat. Namun, saat itu aktivitas tersebut belum memiliki landasan regulasi yang jelas sehingga penggunaannya masih berlangsung secara terbatas dan belum berada dalam satu wadah organisasi resmi.

Perkembangan tersebut mulai menemukan titik terang setelah pemerintah menerbitkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor S1.11/HK 501/Phb-80 tanggal 6 Oktober 1980 yang menjadi salah satu dasar perizinan penyelenggaraan Komunikasi Radio Antar Penduduk.

Tidak lama kemudian, organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia dibentuk pada 10 November 1980 melalui SK Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Nomor 125/Dirjen/1980.

Pembentukan organisasi di tingkat nasional tersebut kemudian diikuti dengan pembentukan kepengurusan di berbagai daerah.

Kalimantan Barat termasuk salah satu daerah yang merespons perkembangan tersebut. Dalam rentang 1980 hingga 1984, kepengurusan RAPI di Kalimantan Barat mulai terbentuk dan menjadi bagian dari kepengurusan daerah awal RAPI di Indonesia.

Kalimantan Barat Menjadi Daerah 21

Dalam perkembangannya, setiap daerah dalam struktur RAPI memiliki kode wilayah tersendiri. Kalimantan Barat ditetapkan sebagai RAPI Daerah 21.

Kode tersebut kemudian menjadi identitas khas bagi anggota RAPI Kalimantan Barat. Setiap anggota memiliki call sign dengan prefiks JZ21, yang menjadi penanda bahwa pengguna tersebut berada dalam wilayah organisasi RAPI Kalimantan Barat.

Tradisi penggunaan call sign ini sekaligus menjadi bagian dari budaya komunikasi radio yang hingga kini tetap dipertahankan oleh anggota RAPI.

Beradaptasi dengan Perkembangan Frekuensi

Perjalanan RAPI Kalbar tidak selalu berlangsung tanpa tantangan. Pada akhir dekade 1980-an, terjadi perubahan dalam penggunaan pita frekuensi komunikasi radio.

Penggunaan radio 11 meter secara bertahap mengalami pembatasan, sementara penggunaan pita frekuensi VHF dan UHF berkembang. Kondisi tersebut mendorong para pegiat radio di Kalimantan Barat untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi komunikasi.

Salah satu bentuk adaptasi dilakukan melalui pembangunan dan pemanfaatan stasiun pengulang atau repeater di sejumlah lokasi strategis, terutama kawasan dengan ketinggian tertentu.

Keberadaan repeater membantu memperluas jangkauan komunikasi radio sehingga komunikasi antaranggota tetap dapat berlangsung meskipun berada di wilayah yang cukup berjauhan.

Berkembang hingga Kabupaten dan Kecamatan

Seiring perjalanan waktu, RAPI Kalimantan Barat terus berkembang. Organisasi tidak hanya berada pada tingkat daerah, tetapi juga membentuk kepengurusan wilayah kabupaten/kota hingga tingkat lokal.

Sejumlah wilayah RAPI yang berkembang di Kalimantan Barat antara lain RAPI Wilayah 01 Kota Pontianak, RAPI Wilayah 10 Kabupaten Landak, RAPI Wilayah 13 Kabupaten Sekadau dan berbagai wilayah lainnya.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa radio komunikasi masih memiliki tempat tersendiri di tengah kemajuan teknologi komunikasi digital dan semakin luasnya jaringan telekomunikasi seluler.

Bukan Sekadar Komunikasi

Bagi RAPI, aktivitas komunikasi radio tidak sekadar menjadi sarana berkomunikasi antarpengguna. Organisasi ini juga memiliki tradisi pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Bantuan Komunikasi (Bankom).

Anggota RAPI kerap dilibatkan dalam mendukung komunikasi pada berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari pengamanan arus mudik dan balik, kegiatan olahraga, kegiatan keagamaan dan adat, hingga agenda pemerintahan serta kegiatan sosial lainnya.

Dalam situasi tertentu, jaringan komunikasi radio juga menjadi alternatif ketika jaringan telekomunikasi seluler mengalami gangguan atau tidak tersedia.

Kondisi tersebut menjadi sangat penting di wilayah Kalimantan Barat yang memiliki kawasan pedalaman dan daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses jaringan komunikasi.

Berperan dalam Situasi Bencana

Salah satu peran penting RAPI Kalbar adalah mendukung komunikasi dalam penanganan keadaan darurat dan kebencanaan.

Banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), maupun kondisi darurat lainnya membutuhkan arus informasi yang cepat dan dapat diandalkan.

Dalam kondisi tertentu, anggota RAPI dapat membantu menyampaikan informasi dari lapangan kepada pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan dan masyarakat.

Jaringan komunikasi radio juga dapat menjadi sarana alternatif ketika jaringan telepon seluler mengalami gangguan akibat bencana atau kondisi geografis.

Karena itu, keberadaan RAPI memiliki nilai strategis dalam membangun jejaring komunikasi masyarakat, khususnya di daerah yang memiliki karakter geografis luas seperti Kalimantan Barat.

Menjadi Mitra Pemerintah

Dalam perkembangannya, RAPI juga membangun kerja sama dengan berbagai unsur pemerintah dan lembaga lainnya.

Kolaborasi tersebut antara lain berkaitan dengan penyebarluasan informasi kepada masyarakat, dukungan komunikasi dalam kegiatan kebencanaan, kegiatan sosial, pengamanan agenda masyarakat serta berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Keberadaan anggota RAPI yang tersebar hingga wilayah kabupaten dan kecamatan menjadi salah satu kekuatan dalam menjangkau masyarakat di daerah yang belum sepenuhnya terlayani jaringan komunikasi modern.

Empat Dekade Pengabdian

Lebih dari empat dekade setelah organisasi RAPI berdiri, RAPI Daerah 21 Kalimantan Barat terus mempertahankan eksistensinya.

Perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa radio komunikasi masyarakat tidak hanya bertahan sebagai bagian dari perkembangan teknologi komunikasi, tetapi juga berkembang menjadi jaringan sosial yang memiliki fungsi pelayanan kepada masyarakat.

Dari komunikasi antarpengguna radio, RAPI Kalbar kemudian berkembang menjadi organisasi yang memiliki peran dalam Bankom, kebencanaan, kegiatan sosial, pelayanan masyarakat dan dukungan komunikasi pada berbagai agenda daerah.

Di tengah pesatnya perkembangan internet, telepon pintar dan media sosial, semangat RAPI tetap bertumpu pada satu hal, yakni menjaga komunikasi agar tetap terhubung.

Bagi RAPI Daerah 21 Kalimantan Barat, perjalanan sejarah tersebut sekaligus menjadi modal untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri sebagai organisasi komunikasi sosial masyarakat.

Saat ini kepengurusan RAPI Daerah 21 Kalimantan Barat diketuai oleh Budi Santoso (JZ21LBS) masa periode 2022-2027.

Sumber: Berbagai sumber/AI

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play