SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Harga Bahan Pokok Naik 200 Persen, Omzet Pedagang Sayur Pontianak Menurun

Harga Bahan Pokok Naik 200 Persen, Omzet Pedagang Sayur Pontianak Menurun

: Suasana Pasar Flamboyan di Pontianak, Kalbar pada Senin (28/9/2026), akibat kemarau panjang yang mengakibatkan daya beli masyarakat menurun(28/9/202).SUARAKALBAR.CO.ID/Mu’thi/Maria

Pontianak (Suara Kalbar) – Kenaikan harga sayuran akibat musim kemarau di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) membuat daya beli masyarakat melemah dan menurunkan omzet pedagang hingga 30 persen.

Salah seorang pedagang sayur di Pasar Flamboyan, Tony menyatakan bahwa kenaikan harga sayur sudah terjadi dalam 2 minggu terakhir akibat kemarau. Hal tersebut mengakibatkan daya beli masyarakat menjadi turun.

“Harga sayur ini naik karena kemarau, jadi dampaknya daya beli jadi kurang, jadi lemah. Karena barang terlalu mahal, kurangin barangnya, biasa beli sekilo jadi setengah kilo,” ucap Tony saat dikonfirmasi pada Senin (28/9/2026).

Tony menjelaskan bahwa lonjakan harga terjadi secara menyeluruh pada hampir semua jenis sayuran lokal, baik sayur daun maupun sayur buah. Ia mencatat kenaikan harga lokal seperti sawi, kangkung, dan bayam naik mencapai 200 persen. Sementara sayuran buah seperti gambas, pare, dan labu air yang biasanya dijual seharga Rp20 ribu hingga Rp25 ribu kini melambung menjadi Rp40 ribu per kilogram.

“Harga yang naik ini semua barang lokal. Baik dari sayur daun, kacang, timun naik. Kacang panjangnya tembus Rp50 ribu. Biasanya Cuma Rp15 ribu, Rp20 ribu paling mahal. Sedangkan sayur daun, biasanya cuma Rp10 ribu, Rp15 ribu. Sekarang tembus Rp40 ribu,” tambahnya.

Dari segala macam sayur lokal, Tony menjelaskan bahwa pasokan sayur yang lapak utamanya di wilayah Kalimantan lainnya yang melonjak naik. Sebaliknya, pasokan sayur yang didatangkan dari Pulau Jawa seperti wortel dan kentang yang masih relatif normal.

“Barang-barang yang ada di pasar Flamboyan ini semuanya dari Kalimantan semua, dan semuanya naik. Sayur daun dari daerah Siantan, Sungai Selamat. Kalau sayur-sayur buah dari daerah Rasau, Sanggau, masih daerah Kalimantan. Sedangkan barang yang dari Jawa, kayak wortel, kentang, itu masih normal harganya,” ujarnya.

Dalam keadaan kemarau sekarang, Tony mengharapkan agar hujan dapat lebih sering terjadi, agar harga kembali normal.

“Paling ini kan kita mengharapkan cuaca. Kalau sudah banyak hujan sih turun lagilah harga sayur,” pungkasnya.

Penulis: Mu’thi/Maria

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play