Era SUV Belum Berakhir, Chery Prediksi Tren Mobil Masa Depan Makin Eksperimental
Jakarta (Suara Kalbar) — Direktur Desain Global Chery, Steve Eum, menilai dominasi Sport Utility Vehicle (SUV) di pasar otomotif global masih sulit tergeser. Menurutnya, konsumen yang sudah terbiasa dengan posisi berkendara tinggi dan kabin lega belum tentu kembali memilih mobil berjenis station wagon.
Pandangan tersebut disampaikan Eum ketika melihat perkembangan desain kendaraan global yang terus berubah mengikuti gaya hidup konsumen. Meski sejumlah produsen mulai kembali menghadirkan model wagon, ia menilai SUV masih memiliki keunggulan dari sisi kepraktisan dan kenyamanan.
Sebelum SUV mendominasi pasar, mobil wagon sempat menjadi pilihan utama keluarga. Tren tersebut kemudian bergeser ke kendaraan people mover atau MPV pada era 1980-an hingga 1990-an, sebelum SUV mengambil alih sebagai salah satu segmen paling populer.
Sejumlah produsen kini kembali bereksperimen dengan model wagon listrik modern, seperti Zeekr 7GT, Denza Z9 GT hingga Exeed ES7 GT. Namun, Eum menilai kemunculan model-model tersebut belum cukup untuk mengubah preferensi konsumen secara luas.
“Secara pribadi, saya tidak berpikir kita akan kembali ke mobil jenis wagon. Kita sudah terbiasa dengan ruang kepala (headroom) yang lebih lega dan posisi mengemudi yang lebih tinggi, itu adalah masukan paling positif yang kami dapatkan dari para pembeli,” ujar Steve Eum, dikutip Carexpert, Selasa (22/9/2026).
Menurut Eum, posisi mengemudi yang lebih tinggi menjadi salah satu alasan konsumen sulit meninggalkan SUV. Hal tersebut terutama berkaitan dengan visibilitas, kemudahan keluar-masuk kendaraan, serta sudut pandang pengemudi.
“Saya pikir kita semua sudah agak dimanjakan oleh optimasi industri otomotif. Masukan terbesar yang saya terima tentang SUV, terutama dari sudut pandang pengemudi perempuan, adalah mereka sangat menyukai posisi mengemudi yang tinggi. Jadi sulit untuk kembali ke sedan, terutama soal kemudahan keluar-masuk kendaraan, visibilitas, dan sudut pandang mengemudi, semua itu adalah nilai plus,” katanya.
Eum juga menilai keunggulan sedan maupun wagon dalam hal karakter berkendara kini tidak lagi menjadi pembeda yang terlalu besar. Perkembangan teknologi seperti suspensi udara pintar dan sistem komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI) membuat kendaraan berukuran besar dapat menawarkan pengalaman berkendara yang semakin baik.
Meski begitu, tren wagon belum sepenuhnya hilang. Data Boyan Consulting menunjukkan penjualan wagon di China meningkat 27,8 persen pada 2025 menjadi sekitar 161.000 unit.
Pertumbuhan tersebut mendorong sejumlah produsen menghadirkan lebih dari 10 model wagon baru. Namun, tren di China belum tentu menggambarkan kondisi pasar global. Di Australia dan Amerika Serikat, misalnya, populasi kendaraan wagon disebut terus menyusut dalam satu dekade terakhir.
Ketika ditanya mengenai bentuk kendaraan yang berpotensi menjadi tren berikutnya, Eum mengatakan industri otomotif saat ini justru berada dalam fase eksperimen. Menurut dia, penggabungan karakter dari dua segmen kendaraan dapat menjadi salah satu arah desain masa depan.
“Saya tidak bisa memastikannya secara pasti. Namun, kami menggunakan istilah ‘crossover’ di mana Anda mengambil satu tipe kendaraan dan mencoba menggabungkannya dengan yang lain. Kami telah melakukan itu, dan saya pikir akan ada lebih banyak eksperimen serta inovasi yang lahir dari pemikiran semacam itu, itulah mengapa kendaraan tipe ute (kabin terbuka/pikap) mungkin menjadi salah satunya,” ungkap Eum.
Eksperimen tersebut sebelumnya diperlihatkan Chery melalui mobil konsep Tiggo V. Kendaraan ini mengusung basis SUV tiga baris yang dapat diubah menjadi kendaraan bergaya pikap dengan melepas bagian kanopi belakang dan baris kursi paling belakang.
Konsep tersebut menunjukkan bagaimana produsen mulai mencari bentuk baru dengan menggabungkan karakter SUV dan fungsionalitas kendaraan pikap. Bagi Chery, pendekatan semacam ini dapat membuka kemungkinan baru dalam desain kendaraan yang menyesuaikan kebutuhan konsumen tanpa harus kembali ke bentuk station wagon konvensional.
Sumber: Beritasatu.com





