Italia Rencanakan Batas Siswa Asing di Kelas, Fokus pada Kemampuan Bahasa
Suara Kalbar — Pemerintah Italia berencana membatasi jumlah siswa asing dengan kemampuan bahasa Italia yang terbatas dalam satu kelas. Rencana kebijakan pemerintahan Perdana Menteri Giorgia Meloni tersebut menuai kritik dari kalangan pendidik dan kelompok yang mendukung migran.
Mereka menilai kebijakan tersebut berisiko menimbulkan tantangan baru dalam proses integrasi siswa asing di lingkungan pendidikan Italia.
Menteri Pendidikan Italia Giuseppe Valditara mengatakan pembatasan tersebut hanya akan berlaku bagi siswa dari luar Uni Eropa yang memiliki sedikit atau tidak memiliki kemampuan bahasa Italia. Dengan demikian, kebijakan itu tidak ditujukan kepada seluruh siswa asing.
Usulan tersebut akan memberikan dasar hukum bagi pedoman yang diperkenalkan pada 2010. Pedoman tersebut merekomendasikan jumlah siswa asing tidak lebih dari 30 persen dari total siswa dalam satu kelas.
Namun, aturan tersebut selama ini jarang diterapkan, terutama di wilayah dengan jumlah penduduk imigran yang relatif besar, seperti dikutip dari Anadolu, Senin (21/9/2026).
Dalam kebijakan yang diusulkan, pihak sekolah nantinya akan menilai kemampuan bahasa dan kesiapan pendidikan setiap siswa. Pembatasan ditujukan kepada siswa yang dinilai membutuhkan dukungan bahasa secara signifikan.
Pemerintah juga disebut akan menerbitkan dekrit yang dapat mewajibkan sebagian orang tua siswa asing mengikuti kursus bahasa Italia.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah Italia menangani persoalan integrasi siswa dengan latar belakang migrasi di sekolah.
Italia saat ini memiliki sekitar 930 ribu siswa asing atau 11,6 persen dari total populasi siswa di sekolah nasional, berdasarkan data terbaru yang tersedia.
Dari jumlah tersebut, hampir dua pertiga atau sekitar 607 ribu siswa lahir di Italia. Sementara sekitar 323 ribu siswa lainnya lahir di luar negeri.
Rencana pembatasan tersebut memicu perdebatan mengenai cara terbaik mengintegrasikan siswa asing ke dalam sistem pendidikan Italia. Pemerintah menekankan aspek kemampuan bahasa sebagai salah satu pertimbangan, sementara kelompok pendidik dan pendukung migran mempertanyakan dampaknya terhadap proses integrasi siswa.
Sumber: Beritasatu.com





