Wabup Susana Tutup Ritual Notokng di Meliau
Susana Herpena saat menutup acara Notokng (suarakalbar.co.id/ist)
Sanggau (Suara Kalbar) -Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena menutup secara resmi rangkaian Ritual Adat Notokng Sub Suku Dayak Taba Tahun 2026 yang berlangsung di Galanggangk, Dusun Mungguk Keladan, Desa Melobok, Kecamatan Meliau, Kamis (17/09).
Bagi masyarakat adat Sub Suku Dayak Taba, Ritual Notokng merupakan warisan leluhur yang memiliki nilai sakral dan makna mendalam. Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus ungkapan syukur, kebersamaan, dan keteguhan dalam menjaga jati diri serta nilai-nilai kehidupan masyarakat adat.
Ritual Adat Notokng juga menjadi momentum bagi masyarakat Setana Taba untuk bersyukur dan balas niat kepada Yang Maha Kuasa atas berkat rezeki, kesehatan, keamanan, serta kelancaran dalam kehidupan dan pekerjaan.
Secara khusus, rasa syukur semakin mendalam karena doa masyarakat untuk memohon berkah hujan telah dikabulkan. Setelah lebih dari dua bulan wilayah kita mengalami kekeringan, hujan turun saat prosesi adat berlangsung. Semoga hujan tersebut membawa kembali kesuburan tanah, menyuburkan tanaman, serta mendatangkan hasil bumi yang berlimpah bagi masyarakat Setana Taba.
Momentum ini juga menjadi ungkapan syukur atas amanah dan kepercayaan masyarakat Taba yang telah melahirkan para wakil rakyat, khususnya Bapak Yulius Tehau dan Bapak Kancil, sebagai putra terbaik masyarakat Taba yang kini mengemban tugas memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Demikian pula atas kepercayaan masyarakat Taba pada Pilkada Tahun 2024 kepada Bapak Drs. Yohanes Ontot, M.Si. dan saya, Susana Herpena, S.Sos., M.H., untuk mengemban amanah memimpin Kabupaten Sanggau, Bumi Daranante, periode 2025–2030.
Semoga seluruh amanah yang dipercayakan masyarakat dapat kami jalankan dengan penuh kebijaksanaan, keadilan, tanggung jawab, dan kepedulian, khususnya dalam menghadirkan pembangunan yang memberi manfaat bagi seluruh masyarakat.
Melalui Ritual Adat Notokng ini, mari kita bersama-sama memberikan ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, memahami, dan terlibat dalam pelestarian adat dan budaya. Jangan sampai warisan leluhur hanya menjadi catatan sejarah, tetapi harus tetap hidup, tumbuh, dan menjadi kekuatan jati diri masyarakat dalam menghadapi perkembangan zaman.
Pemerintah Kabupaten Sanggau berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian adat dan budaya sebagai identitas serta kebanggaan daerah.
Mari kita rawat warisan leluhur, kita kuatkan kebersamaan, dan kita berjalan bersama untuk mewujudkan Sanggau yang maju, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Penulis: Darmansyah





