SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif Hyundai Ioniq 5 N Disulap Jadi Mobil Reli Ekstrem Bergaya Group B

Hyundai Ioniq 5 N Disulap Jadi Mobil Reli Ekstrem Bergaya Group B

Desainer otomotif Khyzyl Saleem merombak digital mobil listrik Hyundai Ioniq 5 N menjadi konsep mobil reli ekstrem bermesin bensin ala Group B. (Carscoops/DOK)

Suara Kalbar – Desainer otomotif independen Khyzyl Saleem kembali mencuri perhatian melalui karya konsep digital terbarunya. Kali ini, desainer yang dikenal dengan nama The Kyza tersebut mengubah Hyundai Ioniq 5 N menjadi mobil reli ekstrem dengan tampilan agresif yang terinspirasi dari era legendaris Group B pada 1980-an.

Dikutip dari Carscoops, Kamis (17/9/2026), konsep tersebut mendapat rombakan besar melalui penggunaan custom bodykit. Perubahan ini membuat proporsi standar Ioniq 5 N terlihat jauh lebih lebar dan agresif, seolah-olah disiapkan khusus untuk melibas lintasan reli.

Bagian depan mendapat ubahan paling mencolok. Fascia standar diganti dengan desain yang lebih ekstrem, lengkap dengan splitter berbahan serat karbon berukuran besar. Saleem juga menambahkan lampu LED ekstra pada kap mesin yang dipadukan dengan saluran udara.

Dari samping, karakter reli semakin kuat berkat penggunaan ultra-wide fender. Fitur tersebut tidak hanya membuat bodi terlihat lebih kekar, tetapi juga dilengkapi saluran pendingin yang terintegrasi.

Salah satu elemen paling menarik berada di bagian pilar C. Desain berbentuk flying buttresses memberikan sentuhan retro yang mengingatkan pada Lancia Delta S4, salah satu ikon reli era Group B. Elemen tersebut sekaligus menciptakan perpaduan antara bentuk futuristis Ioniq 5 N dan nuansa mobil reli klasik.

Bagian belakang pun tidak luput dari sentuhan ekstrem. Sebuah sayap belakang berukuran besar dipasang untuk memperkuat karakter mobil reli, sementara diffuser lebar di bagian bawah memberikan kesan yang lebih agresif.

Konsep tersebut juga dibayangkan menggunakan kaca berbahan Lexan, roll cage untuk perlindungan kabin, serta pelek aluminium lima palang berwarna hitam. Kombinasi tersebut semakin menegaskan bahwa desain ini bukan sekadar modifikasi kosmetik, tetapi diarahkan sebagai mobil reli khusus.

Namun, perubahan paling ekstrem justru berada di balik bodi. Meski Ioniq 5 N merupakan mobil listrik berperforma tinggi, Saleem dalam konsepnya membayangkan sistem penggerak listrik tersebut dicopot dan digantikan mesin pembakaran internal atau ICE.

“Hal paling mengejutkan dari konsep buatan desainer yang akrab disapa The Kyza ini terletak pada sektor dapur pacu. Meskipun model dasar Hyundai Ioniq 5 N murni menggunakan tenaga penggerak listrik (EV), Saleem memilih untuk mencopot sistem elektrik tersebut dan menggantinya dengan mesin pembakaran internal (ICE),” tulis Carscoops.

Mesin yang dibayangkan bukan sembarang unit. Saleem memasukkan mesin empat silinder 1,6 liter turbo yang disebut berasal dari mobil reli Hyundai di ajang World Rally Championship (WRC).

Dalam konsep tersebut, mesin ditempatkan di tengah atau mid-engine. Penempatan ini dirancang untuk menghasilkan distribusi bobot yang lebih ideal, sekaligus memperkuat karakter Ioniq 5 N sebagai mobil reli ekstrem.

Menariknya, Hyundai sendiri tidak memiliki sejarah sebagai peserta Group B. Kejuaraan tersebut memang berlangsung pada era 1980-an, jauh sebelum Hyundai membangun kiprah seriusnya di panggung reli dunia.

Meski demikian, Hyundai memiliki sejarah panjang di WRC modern. Pabrikan Korea Selatan itu memulai kiprahnya melalui Hyundai Accent WRC pada 2000 sebelum berkembang hingga meraih gelar juara dunia bersama Hyundai i20 N Rally1.

Konsep Ioniq 5 N bergaya Group B garapan Khyzyl Saleem sendiri masih sebatas karya digital dan belum menjadi kendaraan produksi. Proyek ini merupakan bagian dari kolaborasi yang lebih luas antara Hyundai USA dan Saleem dalam mengeksplorasi berbagai kemungkinan desain.

Walau tidak akan turun langsung ke lintasan, konsep tersebut menunjukkan bagaimana desain Ioniq 5 N dapat diterjemahkan ke dalam karakter yang jauh berbeda. Perpaduan teknologi mobil listrik modern dengan bahasa desain reli klasik menghasilkan interpretasi baru yang menghubungkan masa depan otomotif dengan sejarah balap dunia.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play