SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif Range Rover Terbakar di Garasi, Keluarga AS Gugat Land Rover hingga Rp112 Miliar

Range Rover Terbakar di Garasi, Keluarga AS Gugat Land Rover hingga Rp112 Miliar

Ilustrasi Range Rover 2017. Land Rover digugat Rp 112 miliar usai sebuah Range Rover terbakar spontan akibat cacat kelistrikan hingga menghanguskan rumah mewah di Amerika Serikat. (Google)

Suara Kalbar – Kasus hukum bernilai jutaan dolar Amerika Serikat kini menjerat produsen otomotif asal Inggris, Land Rover. Sebuah keluarga di Georgia, Amerika Serikat, menggugat perusahaan tersebut setelah Land Rover Range Rover 2017 milik mereka diduga terbakar secara spontan saat berada di garasi rumah.

Kebakaran itu tidak hanya menghancurkan SUV mewah tersebut. Api dengan cepat merambat hingga menghanguskan bangunan rumah beserta berbagai harta benda di dalamnya.

Dilaporkan Autoblog, Kamis (17/9/2026), pasangan Brett dan Joy Mitchell membawa perkara tersebut ke pengadilan untuk menuntut ganti rugi atas kerugian yang mereka alami.

Dalam dokumen gugatan, keluarga Mitchell menyebut kebakaran diduga berkaitan dengan cacat produksi pada salah satu komponen elektronik kendaraan. Mereka menilai kerusakan tersebut dapat memicu kebakaran secara tiba-tiba tanpa memberikan tanda peringatan sebelumnya.

Peristiwa itu terjadi beberapa hari sebelum Natal. Saat kejadian, Range Rover tersebut diketahui sudah beberapa hari tidak digunakan dan hanya terparkir di area carport di samping rumah.

Menurut laporan Autoblog, modul komputer yang berada di dalam kendaraan diduga mengalami malafungsi. Kondisi tersebut kemudian memunculkan pijar api yang dengan cepat berkembang menjadi kobaran besar.

Berdasarkan investigasi teknis dan dokumen gugatan, sumber api diduga berasal dari komponen bernama Infotainment Master Controller (IMC).

“Modul IMC merupakan kotak tersegel yang terletak tepat di bawah kursi pengemudi untuk mengatur fitur navigasi dan hiburan, termasuk layar sentuh, media streaming, dan Bluetooth,” bunyi keterangan dalam berkas gugatan.

Keluarga Mitchell menduga komponen internal IMC mengalami panas berlebih atau overheating. Kondisi tersebut disebut kemudian membakar material di sekitarnya hingga api menyebar ke bagian lain kendaraan.

Risiko tersebut, menurut gugatan, diperparah oleh adanya arus listrik konstan atau quiescent current yang tetap mengalir pada modul infotainment meski mesin kendaraan dalam keadaan mati.

Aliran listrik tersebut diperlukan untuk menjaga sejumlah fungsi kendaraan tetap berada dalam kondisi standby. Namun, dalam kasus yang digugat keluarga Mitchell, kondisi itu diduga membuat komponen yang berada di bawah kursi pengemudi menjadi sumber panas yang akhirnya memicu kebakaran.

Api kemudian menyebar dari kendaraan menuju struktur utama rumah. Petugas pemadam kebakaran dilaporkan membutuhkan waktu lebih dari tujuh jam untuk mengendalikan kebakaran.

Pada saat kejadian, rumah tersebut bahkan sedang berada dalam proses penjualan dengan nilai kontrak hampir 6 juta dolar AS. Namun, kobaran api akhirnya menghancurkan seluruh bangunan beserta barang-barang yang berada di dalamnya.

Total kerugian yang dialami keluarga Mitchell diperkirakan mencapai lebih dari 7 juta dolar AS atau sekitar Rp112 miliar. Kerugian tersebut tidak hanya mencakup kendaraan dan bangunan, tetapi juga harta benda yang ikut musnah dalam kebakaran.

Keluarga tersebut juga disebut mengalami luka fisik dan trauma setelah harus menyelamatkan diri dalam kondisi darurat ketika asap dan api mulai memenuhi tempat tinggal mereka.

Gugatan ini sekaligus kembali menyoroti persoalan keselamatan sistem kelistrikan pada kendaraan modern. Land Rover sebelumnya juga pernah melakukan sejumlah penarikan kembali atau recall yang berkaitan dengan potensi risiko kebakaran pada kendaraan, termasuk masalah tali kipas pompa air dan paking turbocharger.

Meski demikian, dugaan penyebab kebakaran pada Range Rover milik keluarga Mitchell masih menjadi bagian dari proses hukum. Gugatan tersebut menempatkan persoalan keselamatan kelistrikan kendaraan mewah sebagai salah satu isu yang kembali mendapat perhatian dalam industri otomotif global.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play