SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Kurikulum Anti Narkoba, BNNK Mempawah Gandeng Disdikporapar dan Kemenag

Kurikulum Anti Narkoba, BNNK Mempawah Gandeng Disdikporapar dan Kemenag

Kepala BNNK Mempawah Anida Sari bersama Plt Kepala Disdikporapar Mempawah Reno Prawira udai penandatanganan Nota Kesepahaman di Kantor BNNK Mempawah, Jumat (18/9/2026). [SUARAKALBAR.CO.ID/Ist]

Mempawah (Suara Kalbar) – Upaya membentengi generasi muda Kabupaten Mempawah dari ancaman penyalahgunaan narkotika mulai diperkuat dari ruang-ruang pendidikan.

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mempawah menggandeng Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disdikporapar) serta Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mempawah dalam sebuah kerja sama strategis pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Kantor BNNK Mempawah, Jumat (18/9/2026).

MoU ditandatangani Kepala BNNK Mempawah Anida Sari bersama Plt Kepala Disdikporapar Mempawah Reno Prawira. Sementara dari Kantor Kemenag Mempawah diwakili Kasubbag Tata Usaha Ishak.

Kepala BNNK Mempawah Anida Sari mengatakan, kerja sama tersebut bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi bentuk komitmen lintas sektor untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman dan bersih dari narkoba.

Menurutnya, sekolah dan madrasah memiliki posisi penting dalam membangun ketahanan generasi muda. Karena itu, edukasi mengenai bahaya narkotika perlu diberikan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata.

Salah satu fokus utama kerja sama tersebut yakni Program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba.

Melalui program ini, materi edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkotika akan diintegrasikan dalam proses pembelajaran di sekolah maupun madrasah.

Harapannya, peserta didik tidak hanya mengetahui bahaya narkoba, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengenali risiko, menolak ajakan penyalahgunaan narkotika, serta membangun pola hidup yang sehat dan positif.

“Program ini diharapkan dapat membangun pengetahuan, sikap dan karakter peserta didik agar mampu mengenali bahaya narkoba serta berani menolak penyalahgunaan narkotika,” kata Anida.

Sinergi tiga institusi tersebut juga diharapkan mampu memperluas jangkauan pencegahan, baik pada satuan pendidikan umum maupun madrasah.

Tidak hanya siswa, guru dan tenaga pendidik juga akan memiliki peran penting sebagai penyampai informasi sekaligus penggerak gerakan pencegahan narkoba di lingkungan pendidikan.

Upaya tersebut dinilai penting karena perlindungan generasi muda dari narkotika tidak bisa hanya dibebankan kepada satu lembaga.

“Keluarga, sekolah, pemerintah dan masyarakat perlu bergerak dalam satu arah untuk membangun lingkungan yang mampu memperkuat ketahanan diri anak dan remaja,” tegas Anida.

Dengan edukasi yang dilakukan sejak dini dan secara berkelanjutan, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, berintegritas, mampu mengambil keputusan secara sehat dan bertanggung jawab.

Melalui MoU ini, BNNK Mempawah bersama Disdikporapar dan Kemenag Mempawah menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi pencegahan narkoba dari lingkungan pendidikan.

“Target akhirnya bukan hanya menciptakan sekolah dan madrasah yang bebas narkoba, tetapi juga membentuk generasi muda Mempawah yang cerdas, berkarakter dan berprestasi tanpa narkoba,” pungkas Anida.

Penulis: Distra

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play