SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif Di Balik Gemerlap MotoGP Mandalika, Ada Teknisi yang Bekerja Jauh dari Sorotan

Di Balik Gemerlap MotoGP Mandalika, Ada Teknisi yang Bekerja Jauh dari Sorotan

Demi menjaga standar keselamatan dan kesiapan Sirkuit Mandalika, MGPA berkolaborasi dengan Bosch untuk penuhi kebutuhan pemeliharaan teknis di balik layar. (Bosch/DOK)

Suara Kalbar – Sorak penonton dan deru mesin biasanya menjadi bagian paling menarik dari sebuah balapan. Namun, sebelum pembalap masuk lintasan dan lampu start menyala, ada pekerjaan panjang yang berlangsung jauh dari sorotan.

Di Sirkuit Mandalika, kesiapan kendaraan operasional, peralatan teknis, area kerja hingga berbagai fasilitas pendukung harus dipastikan dalam kondisi baik. Semua itu dilakukan agar kegiatan di dalam kawasan sirkuit dapat berjalan sesuai standar keselamatan dan operasional.

Pekerjaan tersebut tidak hanya dilakukan menjelang balapan. Mandalika Grand Prix Association (MGPA) mencatat, sepanjang 2025, Sirkuit Mandalika yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, digunakan untuk berbagai kegiatan selama 270 hari.

Dengan lintasan sepanjang 4,3 kilometer dan memiliki 17 tikungan, Mandalika menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai ajang motorsport. Mulai dari MotoGP, Asia Road Racing Championship, hingga beragam kegiatan motorsport nasional dan aktivitas lainnya.

Padatnya penggunaan sirkuit membuat proses pemeliharaan harus berjalan terus-menerus. Ketika satu kegiatan selesai, pekerjaan berikutnya sudah menanti untuk memastikan lintasan dan seluruh fasilitas kembali siap digunakan.

“Sebagai pengelola sirkuit, kesiapan tidak hanya dibutuhkan ketika event berlangsung, tetapi juga dalam proses persiapan dan pemeliharaan sehari-hari,” ujar Donny Mahardjono, Direktur Operasional Mandalika Grand Prix Association (MGPA), melalui keterangan resmi, Selasa (15/9/2026).

Pekerjaan Teknis yang Tak Terlihat Penonton

Di balik setiap kegiatan di lintasan, terdapat tim teknis yang memastikan berbagai kebutuhan operasional tetap berjalan. Dalam lingkungan motorsport, kemampuan teknisi dan peralatan yang digunakan menjadi bagian penting untuk menjaga kesiapan sirkuit.

Teknisi bersertifikasi internasional bekerja dengan standar yang tinggi. Peralatan untuk perawatan, perbaikan hingga pemeriksaan komponen juga dituntut mampu memberikan hasil yang presisi dan aman.

“Di MotoGP, detail kecil bisa menjadi bagian dari keselamatan. Karena itu, standar yang ditetapkan FIM (Federasi Internasional Sepeda Motor) harus kami jaga secara konsisten, bukan hanya saat balapan. Mulai dari kondisi lintasan dan run-off area hingga perangkat keselamatan dan kesiapan operasional, semuanya harus dipastikan dalam kondisi terbaik,” kata Donny.

Untuk menangani kendaraan, misalnya, teknisi membutuhkan berbagai perangkat seperti cordless tools, impact wrenches, hingga grinders. Peralatan tersebut digunakan untuk mendukung pekerjaan perawatan maupun perbaikan.

Namun, memastikan kendaraan siap digunakan tidak cukup hanya dengan melihat kondisi fisiknya. Sejumlah bagian membutuhkan pemeriksaan lebih detail untuk mengetahui kondisi komponen yang tidak selalu terlihat secara kasatmata.

Karena itu, thermal camera dan inspection camera digunakan untuk membantu proses inspeksi. Teknisi dapat memeriksa bagian tertentu dengan lebih detail sebelum kendaraan kembali digunakan.

Pekerjaan juga tidak berhenti pada kendaraan. Area kerja harus tetap bersih dan terawat. Peralatan seperti pressure washer, blower, dan industrial vacuum digunakan untuk mendukung kegiatan pembersihan serta pemeliharaan kendaraan dan lingkungan kerja.

Komponen sederhana seperti aki dan wiper kendaraan operasional pun ikut menjadi perhatian. Kesiapan setiap bagian diperlukan agar kendaraan dapat digunakan kapan pun dibutuhkan.

Rangkaian pekerjaan tersebut memperlihatkan bahwa menjaga sebuah sirkuit tetap siap bukan sekadar mempersiapkan lintasan beberapa jam sebelum balapan. Sebagian besar proses justru berlangsung rutin, termasuk ketika tidak ada agenda balap besar.

Kolaborasi MGPA dan Bosch

Kebutuhan pemeliharaan tersebut turut mendorong kolaborasi antara Bosch Indonesia dan MGPA. Bosch menyediakan berbagai solusi Bosch Power Tools dan Bosch Mobility Aftermarket untuk mendukung pekerjaan pemeliharaan kendaraan serta operasional di lingkungan Sirkuit Mandalika.

Peralatan tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan profesional di lapangan, mulai dari pekerjaan teknis dan pemeriksaan hingga perawatan kendaraan serta area kerja.

“Dukungan peralatan dengan teknologi terkini yang sesuai membantu tim kami menjalankan berbagai pekerjaan teknis dan pemeliharaan secara lebih aman dan safety,” ujar Donny.

Bagi Bosch, lingkungan motorsport menunjukkan bahwa teknologi otomotif tidak hanya berbicara mengenai kendaraan yang melaju di lintasan.

Di balik performa kendaraan dan kelancaran sebuah ajang balap, terdapat ekosistem yang terdiri atas tools, inspection, maintenance, hingga komponen yang harus bekerja secara berkesinambungan.

“Kami melihat kebutuhan di lingkungan automotive sebagai satu ekosistem yang saling terhubung. Bukan hanya bagaimana teknisi melakukan pekerjaan maintenance dengan tools yang tepat, tetapi juga bagaimana kendaraan tetap dalam kondisi optimal melalui komponen yang tepat dan penggantian yang dilakukan sesuai kebutuhan. Melalui Bosch Power Tools dan Mobility Aftermarket, kami menghadirkan solusi yang mendukung kebutuhan para profesional, mulai dari pekerjaan teknis hingga pemeliharaan kendaraan,” ujar Fenny Sofyan, Country Head of Corporate Communications & Government Relations Bosch Indonesia.

Menurut Fenny, teknologi di dunia motorsport tidak semata-mata berbicara mengenai performa. Keandalan dan durability peralatan juga menjadi bagian penting dari aspek keselamatan.

Sebab, di balik setiap kendaraan dan aktivitas yang berlangsung di lintasan, terdapat manusia yang harus terlindungi. Karena itu, peralatan yang reliable dan durable dibutuhkan untuk membantu para profesional menjalankan pekerjaannya dengan standar keselamatan yang tinggi.

Ketika akhirnya lampu start menyala dan perhatian penonton tertuju kepada pembalap, sebagian besar pekerjaan untuk memastikan Sirkuit Mandalika dan seluruh kendaraan pendukung berada dalam kondisi siap sudah selesai dilakukan.

Pekerjaan itu mungkin tidak selalu terlihat kamera. Namun, dari sanalah sebuah balapan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sesuai standar yang ditetapkan.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play