SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Jangan Tidur Siang Setelah Jam 4 Sore, Ini Dampaknya bagi Tidur Malam

Jangan Tidur Siang Setelah Jam 4 Sore, Ini Dampaknya bagi Tidur Malam

Ilustrasi tidur siang. (Freepik/Istimewa)

Suara Kalbar – Rasa lelah yang muncul di tengah aktivitas sehari-hari sering membuat tidur siang menjadi pilihan untuk memulihkan energi.

Meski dapat membantu mengurangi rasa lelah, waktu dan durasi tidur siang tetap perlu diperhatikan. Tidur terlalu sore, terutama mendekati waktu istirahat malam, berpotensi memengaruhi kualitas tidur.

Ahli tidur dan saraf Chelsie Rohrscheib, dikutip dari EatingWell, menjelaskan bahwa tidur siang setelah pukul 16.00 atau sekitar jam 5 sore bukan waktu yang ideal.

Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat mengurangi rasa kantuk yang seharusnya mulai terkumpul ketika malam tiba.

Dampak Tidur Siang Setelah Pukul 4 Sore

Tubuh secara alami membangun rasa kantuk selama seseorang terjaga dan menjalani berbagai aktivitas sepanjang hari. Dorongan untuk tidur tersebut biasanya semakin kuat ketika waktu istirahat malam semakin dekat.

“Otak Anda terus memantau seberapa banyak tidur yang dibutuhkan tubuh untuk memulihkan diri dan menjalankan berbagai proses biologis lainnya,” kata Rohrscheib.

Mekanisme tersebut membuat tubuh secara bertahap mengumpulkan dorongan untuk tidur. Ketika seseorang tidur siang terlalu sore, sebagian rasa kantuk yang seharusnya muncul pada malam hari dapat berkurang.

Akibatnya, seseorang mungkin belum merasa cukup mengantuk ketika waktunya tidur malam. Kondisi ini dapat membuat seseorang lebih sulit terlelap dan berpotensi menyebabkan tidur lebih sering terbangun.

Karena itu, tidur siang memang dapat membantu mengatasi rasa lelah. Namun, waktu pelaksanaannya perlu diperhatikan agar tidak mengganggu pola tidur pada malam hari.

Waktu Ideal untuk Tidur Siang

Tidur siang sebenarnya tidak perlu dihindari sepenuhnya. Jika dilakukan pada waktu dan durasi yang tepat, tidur singkat di siang hari dapat memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat sekaligus membantu mengembalikan energi.

Rohrscheib menyarankan tidur siang dilakukan sekitar pukul 12.00 hingga 14.00. Waktu tersebut masih berada di tengah hari sehingga jaraknya relatif cukup jauh dari waktu tidur malam.

Selain waktu, durasi tidur juga perlu diperhatikan. Rohrscheib menyarankan tidur siang selama 20-30 menit atau kurang.

“Batasi tidur siang dalam waktu singkat agar otak hanya memasuki tahap tidur ringan,” ujar Rohrscheib.

Durasi yang singkat membantu mencegah tidur siang berlangsung terlalu lama. Dengan begitu, kebutuhan tidur pada malam hari tidak terlalu banyak berkurang akibat istirahat pada siang hari.

Tanda Tidur Siang Mulai Mengganggu Tidur Malam

Dampak tidur siang terhadap istirahat malam dapat terlihat dari perubahan pola tidur. Kebiasaan tersebut perlu dievaluasi apabila seseorang mulai mengalami gangguan ketika hendak tidur pada malam hari.

Beberapa tandanya antara lain sulit terlelap, sering terbangun di tengah malam, atau terbangun lebih awal dari biasanya.

Tidur malam juga dapat terasa kurang nyenyak, tidak tenang, atau mudah terputus. Jika kondisi tersebut muncul setelah tidur siang dilakukan terlalu sore atau terlalu lama, waktu dan durasi tidur siang dapat kembali diperhatikan.

Mencatat waktu tidur dan bangun, termasuk waktu serta durasi tidur siang, dapat membantu melihat pola istirahat. Catatan tersebut juga dapat memberikan gambaran mengenai kebiasaan yang mungkin berkaitan dengan gangguan tidur malam.

Perlu Tidur Siang Setiap Hari?

Rasa mengantuk sesekali berbeda dengan kebutuhan tidur siang yang muncul setiap hari. Jika seseorang terus-menerus membutuhkan tidur siang, kondisi tersebut perlu diperhatikan, terlebih ketika rasa lelah tetap muncul meski sudah tidur pada malam hari.

“Jika Anda perlu tidur siang setiap hari, hal itu kemungkinan menunjukkan bahwa tidur malam Anda tidak cukup lama atau kualitasnya kurang baik,” terang Rohrscheib.

Apabila rasa lelah dan kebutuhan untuk tidur siang terus terjadi, kondisi tersebut dapat menjadi alasan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau spesialis tidur.

Membuat sleep diary atau catatan tidur juga dapat membantu mengetahui pola istirahat yang mungkin berkaitan dengan gangguan tidur.

Catatan tersebut dapat memuat waktu mulai tidur pada malam hari, waktu bangun, durasi tidur siang, serta kebiasaan lain yang berkaitan dengan waktu istirahat.

Tidur siang tetap dapat menjadi bagian dari pola istirahat sehari-hari selama dilakukan pada waktu dan durasi yang sesuai. Tidur setelah pukul 4 sore sebaiknya dihindari agar rasa kantuk pada malam hari tidak berkurang.

Jika rasa lelah dan kantuk terus muncul setiap hari meskipun waktu tidur malam sudah cukup, pola tidur dapat dicatat dan kondisi tersebut dapat dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play