MIND ID Turun Tangan Jinakkan Karhutla Mempawah, Kerahkan 60 Pemadam Bersertifikat dari Sumatera hingga Papua
Mempawah (Suara Kalbar) – Asap karhutla yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Barat mendapat respons cepat dari Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID.
Tak sekadar memberikan bantuan, MIND ID mengerahkan puluhan personel pemadam kebakaran bersertifikat untuk memperkuat penanganan di lapangan.
Sebanyak 60 personel dari berbagai entitas Grup MIND ID dikerahkan untuk membantu pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Mereka berasal dari PT INALUM (Persero), PT ANTAM (Persero) Tbk, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, PT Freeport Indonesia, dan PT Vale Indonesia Tbk.
Kehadiran para personel tersebut menjadi tambahan kekuatan bagi tim yang sebelumnya telah berjibaku memadamkan dan mengendalikan titik api di wilayah terdampak, termasuk kawasan Mempawah.
Tak hanya mengirim personel, MIND ID turut membawa sejumlah perlengkapan pendukung penanganan karhutla.
Di antaranya foam pemadam kebakaran, alat pelindung diri (APD), turnout gear, selang pemadam, hingga masker medis dan masker N95 untuk personel serta masyarakat yang terdampak kabut asap.
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk hadir bersama masyarakat ketika menghadapi kondisi krisis.
“Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan masyarakat. Kehadiran relawan Grup MIND ID ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pengendalian titik api sekaligus membantu mengurangi risiko kesehatan dan gangguan terhadap aktivitas yang dihadapi masyarakat,” ujarnya saat meninjau wilayah terdampak di Mempawah, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Karena itu, MIND ID memastikan dukungan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari fase tanggap darurat hingga proses pemulihan lingkungan dan masyarakat.
Bagi MIND ID, pengendalian karhutla diarahkan untuk menekan dampak terhadap kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi kerentanan sosial dan ekonomi akibat bencana asap.
Perlindungan ekosistem juga menjadi perhatian, mengingat kebakaran dapat mengancam keberadaan flora dan fauna di kawasan terdampak.
Division Head of Institutional Relations MIND ID, Selly Adriatika, menuturkan keberadaan relawan yang datang dari berbagai wilayah, mulai Sumatera hingga Papua, menunjukkan kuatnya solidaritas keluarga besar Grup MIND ID.
“Apa yang kami lakukan bukan cuma untuk hari ini atau penanganan sementara, tapi juga memastikan beban yang dirasakan masyarakat menjadi ringan, dan nantinya hutan dapat kembali pulih serta mampu menopang kehidupan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI), Darwin Saleh Siregar, mengapresiasi langkah cepat MIND ID dalam memperkuat penanganan karhutla di Mempawah.
Menurutnya, tambahan personel bersertifikat dan peralatan pemadam dari berbagai entitas Grup MIND ID memberikan kekuatan baru bagi tim yang telah lebih dahulu bekerja di lapangan.
“Kehadiran personel dan dukungan peralatan dari berbagai wilayah operasional Grup MIND ID menjadi tambahan kekuatan yang sangat berarti bagi tim kami di lapangan. Ini menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian Grup MIND ID terhadap masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.
Sejak titik api terdeteksi di sekitar area operasional ANTAM dan PT BAI, Emergency Response Group (ERG) telah melakukan penyisiran, penyemprotan, hingga pengendalian titik api.
Penanganan dilakukan secara terpadu bersama BNPB, TNI, Polri, serta tim pemadam setempat. Kolaborasi lintas unsur tersebut diarahkan agar titik api dapat dikendalikan secara cepat sekaligus mencegah meluasnya kebakaran.
PT BAI menegaskan keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan menjadi bagian penting dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan secara bertanggung jawab.
Di tengah kepungan asap, langkah MIND ID dan entitasnya menunjukkan bahwa penanganan karhutla bukan semata soal memadamkan api, tetapi juga tentang menjaga keselamatan masyarakat dan memastikan lingkungan memiliki kesempatan untuk kembali pulih.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





