ASUS ExpertBook Ultra Diklaim Unggul dari Empat Laptop Flagship, Tawarkan Baterai hingga 26 Jam
Pontianak (Suara Kalbar)- ASUS memperkenalkan ExpertBook Ultra sebagai laptop bisnis flagship yang dirancang untuk kebutuhan profesional dengan mobilitas tinggi. Perangkat ini diklaim unggul dalam sejumlah aspek teknis dibandingkan empat laptop premium dari kompetitor.
Dalam perbandingan yang disampaikan ASUS, ExpertBook Ultra disejajarkan dengan Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 13 Aura Edition, Dell Latitude 7450 Premium, HP EliteBook Ultra G1i AI 14, dan Apple MacBook Air M4 13 inci.
ASUS menyebut setidaknya ada lima kategori yang menjadi keunggulan ExpertBook Ultra, yakni layar, touchpad, baterai, kemampuan grafis, serta fitur kecerdasan buatan (AI).
Untuk layar, ExpertBook Ultra menggunakan panel Tandem OLED 14 inci dengan resolusi 3K dan tingkat kecerahan puncak hingga 1.400 nits HDR. Teknologi tersebut dirancang agar tampilan tetap jelas ketika digunakan di luar ruangan dengan paparan cahaya matahari.
Dari sisi produktivitas, laptop ini dibekali touchpad Edge-to-Edge Glass Haptic berukuran 110 cm² dengan enam sensor gaya independen. ASUS menyebut konfigurasi tersebut memberikan pengalaman penggunaan yang lebih presisi dibandingkan touchpad konvensional.
Sementara untuk daya tahan, ExpertBook Ultra membawa baterai 70 Wh yang diklaim mampu bertahan hingga 26 jam. Pengisian daya juga dapat mencapai 50 persen dalam waktu sekitar 30 menit.
Keunggulan lainnya terdapat pada kemampuan grafis. Varian tertinggi menggunakan Intel Arc B390 dengan 12 Xe Cores.
Berdasarkan pengujian yang dicantumkan ASUS, GPU terintegrasi tersebut mampu mencatat performa sekitar 35 persen lebih tinggi dibandingkan NVIDIA RTX 4050 dengan TGP 30W dalam pengujian 3DMark Time Spy.
Dari sisi pemrosesan AI, ExpertBook Ultra menggunakan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 388H dengan NPU berkemampuan hingga 50 TOPS.
Commercial Director ASUS Indonesia, Eric Khoven, mengatakan kemampuan tersebut menjadi salah satu pembeda karena sejumlah laptop flagship kompetitor yang beredar di Indonesia masih menggunakan Intel Core Ultra 7 Series 2 dengan kemampuan NPU hingga 48 TOPS.
“Sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan NPU yang mampu menghasilkan performa hingga 50 TOPS,” kata Eric.
Kemampuan AI tersebut juga dimanfaatkan untuk menjalankan sejumlah fitur, termasuk ASUS AI ExpertMeet untuk transkripsi, penerjemahan bahasa, dan optimalisasi kamera secara langsung melalui NPU.
ASUS juga menghadirkan Zenni Claw yang memungkinkan pemrosesan agentic AI dilakukan secara lokal maupun melalui cloud.
Dengan RAM hingga 64 GB LPDDR5x, perangkat ini juga diklaim mampu menjalankan sejumlah large language model (LLM) secara lokal tanpa koneksi internet.
Ringan dan Tangguh
Meski membawa kemampuan komputasi tinggi, ExpertBook Ultra tetap mengedepankan mobilitas. Laptop tersebut memiliki ketebalan sekitar 10,9 milimeter dengan bobot mulai dari 0,99 kilogram untuk varian POLED dan 1,09 kilogram untuk varian Tandem OLED.
Sasisnya menggunakan material magnesium-aluminium dan telah memenuhi standar ketahanan militer MIL-STD-810H. ASUS juga mencantumkan pengujian yang mencakup ketahanan terhadap tekanan hingga 100 kilogram.
Untuk kebutuhan bisnis, perangkat ini dilengkapi sistem keamanan ASUS ExpertGuardian, TPM 2.0, Microsoft Pluton, sensor sidik jari, Windows Hello IR, serta penutup fisik kamera.
Pada sektor penyimpanan, ExpertBook Ultra menawarkan SSD PCIe Gen 5.0 NVMe hingga 2 TB. ASUS mengklaim kecepatan penyimpanan tersebut dapat mencapai lebih dari 14.000 MB per detik.
Perangkat ini juga membawa konektivitas Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0, dua port Thunderbolt 4, USB-A, HDMI 2.1, serta jack audio 3,5 milimeter.
ASUS ExpertBook Ultra tersedia dalam beberapa konfigurasi dengan pilihan prosesor hingga Intel Core Ultra X9-388H, RAM hingga 64 GB LPDDR5x, dan penyimpanan hingga 2 TB.
ASUS menyebut laptop tersebut ditujukan untuk profesional dan perusahaan yang membutuhkan perangkat dengan kombinasi performa, mobilitas, daya tahan, keamanan, serta kemampuan AI dalam satu perangkat.





