SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Panggil Bos Perkebunan, Bupati Erlina: Perusahaan Harus Punya ‘Senjata’ Hadapi Karhutla

Panggil Bos Perkebunan, Bupati Erlina: Perusahaan Harus Punya ‘Senjata’ Hadapi Karhutla

Bupati Mempawah Erlina foto bersama pimpinan perusahaan perkebunan di Mempawah guna antisipasi karhutla, Selasa (1/9/2026). [SUARAKALBAR.CO.ID/Tim]

Mempawah (Suara Kalbar) – Pemerintah Kabupaten Mempawah mengambil langkah progresif dalam mengamankan wilayahnya dari ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Bupati Mempawah, Erlina, secara khusus memanggil seluruh pimpinan perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Mempawah guna memperkuat sinergi kesiapsiagaan bencana.

Langkah ini difokuskan pada dua urgensi utama yakni penguatan kapasitas sarana dan prasarana (sarpras) mandiri di tingkat korporasi, serta akselerasi sistem mitigasi dan deteksi dini berbasis kolaborasi lintas sektor.

Erlina menegaskan bahwa kehadiran korporasi di daerah harus diiringi dengan tanggung jawab ekologis yang konkret, termasuk kepemilikan infrastruktur penunjang penanganan kebakaran lahan yang memadai dan siap operasional sewaktu-waktu.

“Kami tidak ingin penanganan karhutla bersifat reaktif semata. Setiap perusahaan perkebunan di Mempawah wajib memiliki kemandirian sarana dan prasarana penanganan kebakaran. Ini adalah bentuk investasi sosial dan komitmen terhadap keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan kita,” tegas Erlina, Selasa (1/9/2026).

Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa aspek mitigasi dan deteksi dini harus menjadi protokol utama di setiap konsesi lahan perkebunan.

Ia mendorong perusahaan untuk mengintegrasikan sistem pemantauan internal dengan kalender kebencanaan daerah, guna mendeteksi potensi kerawanan sejak dini sebelum api membesar.

“Deteksi dini adalah kunci. Ketika potensi titik panas terdeteksi, respons cepat di tingkat tapak harus langsung digerakkan. Sinergi antara korporasi, masyarakat, dan pemerintah daerah adalah benteng utama kita,” imbuh dia.

Melalui pemanggilan khusus ini, Pemkab Mempawah menuntut adanya audit berkala terhadap kesiapan alat, ketersediaan sumber air, serta kesiagaan regu pemadam kebakaran (fire brigade) internal di masing-masing perusahaan.

Pemerintah daerah memastikan akan melakukan evaluasi berkala dan memberikan perhatian serius terhadap konsistensi komitmen dunia usaha dalam menjaga wilayah Mempawah tetap aman dari ancaman karhutla.

“Kami juga mengapresiasi beberapa perusahaan yang aktif membantu memadamkan api, meski tidak bergerak di sektor perkebunan sawit seperti PT Inalum dan BAI sudah turun ikut memadamkan api,” pungkas Erlina.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play