Menkes Budi Gunadi Sadikin Ungkap Cara Murah agar Panjang Umur: Olahraga 30 Menit
Suara Kalbar – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membagikan cara sederhana dan relatif murah untuk menjaga kesehatan sekaligus membantu meningkatkan harapan hidup. Salah satunya dengan rutin berolahraga selama 30 menit setiap hari, minimal lima hari dalam sepekan.
Anjuran tersebut disampaikan Budi saat menghadiri Merdeka Run 2026 di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Budi, olahraga secara rutin dapat membantu mengendalikan sejumlah faktor risiko penyakit, termasuk kadar kolesterol, tekanan darah, dan gula darah.
Ia menekankan bahwa olahraga tidak harus dilakukan di pusat kebugaran atau membutuhkan biaya besar. Masyarakat bisa memilih aktivitas fisik sederhana sesuai kemampuan, seperti berjalan kaki, berlari, bermain badminton, maupun sepak bola.
“Kalau teman-teman mau sehat, usianya panjang nah coba lihat kolesterol, tekanan darah sama gula. Nah untuk turunin itu, paling bagus adalah olahraga. Harus olahraga 30 menit sehari, 5 hari seminggu, sampai wafat! Yang paling murah adalah lari. Boleh main badminton, boleh main bola, yang penting 30 menit sehari,” kata Budi di Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Budi Rutin Lari karena Suka Makan
Budi juga mengaku menjadikan olahraga lari sebagai bagian dari rutinitasnya. Ia mengatakan aktivitas fisik diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara kalori yang masuk melalui makanan dan energi yang dikeluarkan tubuh.
Dengan nada berseloroh, Budi menyebut kegemarannya mengonsumsi berbagai jenis makanan menjadi salah satu alasan dirinya rajin berlari.
“Untuk hitungan kesehatan adalah kalori masuk dan keluar itu mesti berimbang. Makanya saya olahraga lari. Saya lari bukan semata-mata gara-gara suka lari, tetapi karena saya senang makan,” ujarnya.
Menurut Budi, berlari sejauh sekitar 8 kilometer atau berjalan hingga 10.000 langkah dapat membakar sekitar 500-600 kalori. Karena itu, aktivitas fisik juga perlu disesuaikan dengan asupan makanan sehari-hari.
“Lari 8 kilometer atau 10.000 langkah itu membakar kira-kira 500-600 kalori. Kalau makannya berlebihan, makanya larinya mesti lebih banyak,” pungkasnya.
Pemerintah Ingin Tingkatkan Harapan Hidup
Lebih lanjut, Budi mengatakan pemerintah terus mendorong peningkatan angka harapan hidup masyarakat Indonesia.
Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar angka harapan hidup nasional dapat terus meningkat.
Saat ini, rata-rata angka harapan hidup masyarakat Indonesia berada di kisaran 71 tahun. Pemerintah menargetkan angka tersebut dapat meningkat menjadi lebih dari 72 tahun.
Budi mengatakan peningkatan tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia mengejar standar negara maju yang rata-rata memiliki angka harapan hidup sekitar 80 hingga 84 tahun.
Untuk mencapai target tersebut, upaya menjaga kesehatan melalui pola hidup aktif dan pencegahan faktor risiko penyakit menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan masyarakat.
Sumber: Beritasatu.com






