Susana Herpena Tinjau Posko Satgas Karhutla, Soroti Kesiapan Alat dan Dampak Lintas Negara
Sanggau (SuaraKalbar) – Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, meninjau Posko Satuan Tugas Karhutla Kabupaten Sanggau yang berada di Sekretariat TRC Sanggau, Rabu (26/08/2026).
Dalam tinjauannya, Wabup menekankan pentingnya kesiapan alat dan dukungan dari berbagai pihak untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengingat kondisi Sanggau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Susana menyampaikan, Pemkab Sanggau berupaya mewajibkan para investor memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) agar dapat membantu masyarakat di desa dan kecamatan.
“Memang kita berupaya tadi melalui beberapa para investor juga diwajibkan memiliki APAR ya supaya ini juga membantu masyarakat yang ada di desa dan juga kecamatan dengan keterbatasan anggaran,” pintanya.
Ia juga menyoroti kebutuhan sarana yang mendesak. Jika ada alat yang rusak, akan segera diperbaiki. Untuk kekurangan kendaraan, Pemkab akan berkoordinasi dengan provinsi maupun pusat melalui instansi terkait.
“Kalau memang kendaraan ini diperlukan artinya segera perbaiki, kesiapan juga kita siapkan, memang ini menjadi hal yang darurat dan perlu kita siapkan. Kalau butuh mobilnya tadi perlu perbaikan kita perbaiki, kalau memang kita butuh mungkin kendaraan kekurangan nanti kita akan upayakan berkoordinasi untuk ke provinsi maupun juga pusat,” katanya.
Susana menegaskan, Sanggau sebagai daerah perbatasan dengan Sarawak Malaysia, Brunei, dan dekat Singapura, memiliki tanggung jawab besar agar kabut asap tidak menjadi persoalan internasional.
“Mengingat Kabupaten Sanggau sekali lagi adalah kabupaten yang langsung berbatasan dengan Sarawak, Malaysia, dan ada Brunei juga dengan Singapura. Tugas kita menjaga supaya ini tidak menjadi gejolak secara ASEAN dan tentunya internasional. Ini bentuk tanggung jawab kita,”ujarnya.
Ia juga menanggapi keluhan yang muncul di media. Menurutnya, perlu ada komunikasi dan edukasi bersama antara pemerintah dua negara.
“Kalau kita lihat di media dan juga beberapa informasi ya mereka juga udah mulai protes ya Pak ya. Karena seolah dampaknya dari kita. Tapi ya upaya ini kita lihat kaji lihat ternyata dengan budaya dan juga dimana kita masih satu rumpun, disana juga pun ada berladangnya juga,” ucapnya.
Wabup menekankan pentingnya edukasi kepada para peladang agar tetap menjalankan budaya berladang namun tidak dengan membakar lahan.
“Edukasi untuk ke depan kepada para peladang bagaimana sih berladang tidak dengan membakar lahan. Bentuk adat dan budaya tetap mereka jalankan tapi tidak dengan membakar. Karena asapnya yang jadi masalah. Kalau peladang tidak ada masalah, justru pemerintah daerah mendukung. Dimana seluruh masyarakat peladang juga membantu dalam program ketahanan pangan untuk Kabupaten Sanggau, Bangsa Indonesia,” ucapnya.
Peninjauan ini merupakan bagian dari langkah antisipasi Pemkab Sanggau dalam menghadapi musim kemarau dan potensi karhutla di wilayah perbatasan.
Penulis Darmansyah






