Udara Pontianak Memburuk, Konsentrasi Polutan Capai 36 Kali Lipat Standar WHO
Pontianak (Suara Kalbar) – Kualitas udara di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) berada dalam kondisi krisis. Berdasarkan data pemantauan real-time IQAir dari stasiun Greenpeace Indonesia (GP_PNK), Indeks Kualitas Udara (AQI) berada pada angka 256 US AQI dengan status “Sangat tidak sehat”.
Polutan utama yang mencemari udara Pontianak adalah partikel halus PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 181,0 µg/m³. Angka ini mencatatkan tingkat keparahan tinggi, yakni 36,2 kali lipat melebihi nilai panduan kualitas udara tahunan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kondisi udara di wilayah Kota Pontianak tercatat sempat menembus level “Berbahaya”. Data riwayat per jam menunjukkan bahwa pada pukul 07.00 hingga 08.00 WIB, indeks AQI melonjak tajam hingga menyentuh angka 437.
Sementara itu, grafik riwayat harian mencatat kualitas udara tertinggi berada pada indeks 345. Peta pemantauan udara di sekitar Pontianak Kota hingga Sungai Kakap mendapati sebaran warna ungu pekat hingga cokelat yang mengindikasikan tingkat polusi udara yang merata.
Prakiraan dan Imbauan Keselamatan
Meskipun terdapat tren penurunan secara perlahan pada sore hingga malam hari, kualitas udara diperkirakan masih berada dalam kategori tidak sehat:
• 15.00 WIB: AQI 250 (Sangat tidak sehat, suhu 35°C)
• 17.00 WIB: AQI 235 (Sangat tidak sehat, suhu 32°C)
• 19.00 WIB: AQI 222 (Sangat tidak sehat, suhu 26°C)
• Prakiraan Hari Berikutnya: AQI diperkirakan berkisar antara 168 hingga 200.
Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, selalu menggunakan masker standar medis/N95 saat harus beraktivitas di luar, serta mengoperasikan pemurni udara (air purifier) di dalam ruangan untuk meminimalkan paparan partikel PM2.5.
Penulis: Maria






