SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi Prabowo Siapkan Kredit Motor Listrik Tanpa DP dan Bunga Lebih Rendah

Prabowo Siapkan Kredit Motor Listrik Tanpa DP dan Bunga Lebih Rendah

Alva telah melahirkan sejumlah motor listrik buatan Indonesia, antara lain Alva One, Alva Cervo, dan Alva N3 Next Gen. (Beritasatu.com/Medikantyo Junandika Adhikresna)

Suara Kalbar – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan skema pembelian motor listrik yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Skema tersebut mencakup penurunan bunga cicilan hingga pembelian motor listrik tanpa uang muka atau down payment (DP).

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Menurut Prabowo, kebijakan tersebut dirancang untuk mendorong lebih banyak masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik yang dinilai lebih hemat dan ramah lingkungan.

“Tadi kita bicarakan, Menkeu tidak akan suka, tetapi pasti nanti suka. Kita akan turunkan bunga cicilan untuk rakyat, kemudian tidak pakai DP,” kata Prabowo.

Klaim Bisa Hemat Hingga 70 Persen

Prabowo mengatakan penggunaan motor listrik berpotensi mengurangi pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan transportasi sehari-hari.

Berdasarkan perhitungan pemerintah, penghematan biaya mobilitas menggunakan motor listrik dapat mencapai sedikitnya 50 persen dibandingkan penggunaan motor berbahan bakar bensin.

“Kita tadi hitung, memakai motor listrik dibandingkan motor bensin, penghematan minimal 50 persen pengeluaran kalian sehari-hari bergerak. Minimal 50 persen, bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya,” ujarnya.

Menurutnya, biaya operasional yang lebih rendah menjadi salah satu alasan utama pemerintah terus mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

Tren Kendaraan Listrik Akan Semakin Kuat

Prabowo menilai penggunaan kendaraan listrik akan menjadi tren global yang semakin kuat dalam beberapa tahun mendatang. Hal tersebut sejalan dengan berbagai kebijakan pengurangan emisi karbon yang mulai diterapkan di banyak negara.

Ia mencontohkan sejumlah kota besar dunia yang mulai membatasi penggunaan kendaraan berbahan bakar bensin sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan dan menekan emisi.

“Dan nanti mungkin karena ini kebutuhan dunia, jadi ada namanya carbon tax. Di kota besar seperti Beijing tidak bisa motor bensin masuk. Jadi ini warning saja yang masih nekat gandrung dengan motor bensin. Nikmati saja,” kata Prabowo.

Pemerintah Pertimbangkan Program Tukar Tambah

Meski demikian, Prabowo mengakui masih banyak masyarakat yang saat ini telah memiliki kendaraan berbahan bakar bensin. Karena itu, pemerintah sedang memikirkan skema agar pemilik kendaraan lama tetap dapat beralih ke motor listrik.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah program tukar tambah kendaraan.

“Yang sudah kepalang tanggung dengan motor bensin, nanti kita pikirkan dan nanti bisa tukar tambah,” ujarnya.

Prabowo menggambarkan mekanisme tersebut sebagai pertukaran motor lama dengan motor listrik baru, dengan masyarakat hanya perlu menambah biaya tertentu.

“Setor motor lama dapat motor baru. Ya tambah dikitlah,” kata Prabowo.

Jika direalisasikan, skema kredit berbunga rendah, tanpa DP, serta program tukar tambah diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik sekaligus mendukung target pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan menekan emisi karbon.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play