BMKG Kalbar Ingatkan Potensi Karhutla Meningkat hingga Akhir Juli 2026
Pontianak (Suara Kalbar) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat mengingatkan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat pada periode 25 hingga 31 Juli 2026.
Peringatan tersebut disampaikan BMKG Kalbar melalui pembaruan analisis dan prospek cuaca yang dirilis pada Sabtu (25/7/2026) pukul 07.00 WIB. Kondisi musim kemarau yang mulai mendominasi wilayah Kalimantan Barat dinilai dapat meningkatkan tingkat kekeringan vegetasi sehingga memperbesar risiko terjadinya karhutla, terutama di kawasan yang memiliki lahan gambut dan semak belukar.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat juga diminta meningkatkan patroli serta kesiapsiagaan untuk mendeteksi dini titik api sehingga kebakaran dapat dicegah sebelum meluas.
Meski sebagian wilayah masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, kondisi cuaca selama sepekan ke depan dipengaruhi musim kemarau yang semakin meluas. BMKG menilai kewaspadaan terhadap dampak kekeringan, termasuk karhutla, tetap harus menjadi perhatian utama di Kalimantan Barat.
Selain potensi karhutla, masyarakat juga diimbau tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca harian karena dinamika atmosfer masih memungkinkan terjadinya hujan yang disertai angin kencang di beberapa wilayah secara lokal. Informasi cuaca dan peringatan dini dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kondisi atmosfer.
BMKG mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi resmi mengenai prakiraan cuaca, analisis cuaca, serta peringatan dini melalui laman resmi BMKG Kalimantan Barat.
Sumber: BMKG
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






