SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Legenda Damkar Kalbar Ateng Tanjaya ‘Sang Manusia Api’ Titipkan Estafet Perjuangan kepada Generasi Penerus

Legenda Damkar Kalbar Ateng Tanjaya ‘Sang Manusia Api’ Titipkan Estafet Perjuangan kepada Generasi Penerus

Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Pemadam Kebakaran Swasta Kalimantan Barat, Ateng Tanjaya, atau yang akrab disapa Alfa Tanggo 1. SUARAKALBAR.CO.ID/Foto Ateng Tanjaya Edit AI

Pontianak (Suara Kalbar)– Sosok Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Pemadam Kebakaran Swasta Kalimantan Barat, Ateng Tanjaya, atau yang akrab disapa Alfa Tango 1, bukanlah nama asing di kalangan relawan pemadam kebakaran.

Lelaki yang dijuluki ‘Manusia Api’ ini sudah berkecimpung di dunia damkar sejak tahun 1971.

Selama puluhan tahun, ia dikenal sebagai salah satu pelopor sekaligus tokoh yang ikut membangun budaya gotong royong dan solidaritas di lingkungan pemadam kebakaran swasta Kota Pontianak hingga Kalimantan Barat.

Kini, usia yang tak lagi muda dan kondisi kesehatan yang terus menurun membuat langkahnya tak lagi sekuat dulu. Namun semangatnya untuk menjaga persatuan para relawan pemadam kebakaran tetap menyala.

Di hadapan rekan-rekan seperjuangannya, Ateng menyampaikan pesan-pesan yang sarat makna tentang pengabdian, komunikasi, dan pentingnya regenerasi agar perjuangan yang telah dibangun selama puluhan tahun tidak berhenti pada dirinya.

Salah satu momen yang paling menyentuh adalah ketika Ateng mengeluarkan sebuah handy talky (HT) yang selama ini disimpannya dengan penuh rasa bangga. Benda itu bukan sekadar alat komunikasi, melainkan saksi bisu perjalanan panjangnya mengabdi di dunia pemadam kebakaran sejak pertengahan tahun 1990-an.

Dengan suara yang masih penuh semangat, ia mengaku sudah saatnya HT tersebut berpindah tangan kepada generasi penerus. Baginya, estafet perjuangan harus terus berjalan meski dirinya kelak tak lagi aktif berada di garis depan.

“Jadi ada salah satu HT, ini HT kesayangan saya dari tahun 1995 saya beli. Karena ini saya tak dipakai lagi, makanya saya serahkan kepada Mitra 7 atau Eddy Zulkarnaen, sekretaris kesayangan saya,” katanya dalam kutipan video yang diterima Suarakalbar.co.id dari Forkom Damkar Swasta Kalimantan Barat, Selasa (21/7/2026).

Ateng kemudian mengenang sebuah HT lain yang memiliki arti sangat istimewa baginya. Perangkat komunikasi itu merupakan HT milik kepolisian yang pernah dipinjamkan kepadanya untuk mendukung koordinasi saat bertugas menangani berbagai peristiwa kebakaran maupun keadaan darurat lainnya.

Karena merasa HT tersebut memiliki nilai kepercayaan yang begitu besar, ia mengaku sampai membeli perangkat serupa agar HT milik kepolisian itu tetap aman dan tidak sampai hilang. Baginya, kepercayaan adalah amanah yang harus dijaga.

“Saya serahkan HT, saya juga diberikan oleh polisi sebuah HT kebanggaan untuk dipinjam pakai berkomunikasi. Saya takut hilang, saya beli duplikatnya,” ungkapnya.

Menurut Ateng, hubungan antara pemadam kebakaran swasta dan kepolisian tidak hanya sebatas kerja sama saat terjadi musibah. Lebih dari itu, keduanya telah lama menjalin kemitraan yang saling mendukung demi keselamatan masyarakat.

Karena itulah, komunikasi yang baik menjadi hal yang sangat penting. Ia berharap hubungan harmonis yang telah terbangun selama bertahun-tahun dapat terus dijaga oleh generasi penerus.

“HT yang punya polisi ini sangat penting. Karena apa? Karena kemitraan polisi dan pemadam itu sangat penting terutama dalam komunikasi,” ujarnya.

Menyadari kondisi kesehatannya yang semakin terbatas, Ateng mengaku mulai menyerahkan berbagai tugas kepada pengurus Forkom Damkar Swasta Kalbar. Ia ingin memastikan organisasi tetap berjalan dengan baik tanpa harus bergantung pada satu orang.

Menurutnya, regenerasi merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Justru melalui regenerasi itulah organisasi akan tetap hidup dan mampu berkembang mengikuti zaman.

“Makanya tugas saya dapat dilanjutkan oleh Pak De atau PST 1, Eddy Zulkarnaen Mitra 7 dan Andika Fitra Prabella, SH,” terangnya.

Secara khusus, Ateng menyampaikan rasa terima kasih kepada Andika Fitra Prabella, SH yang dinilainya telah bersedia membantu menjaga jalur komunikasi organisasi. Ia mengaku sempat merasa sedih ketika ada pihak yang mencoba menghubunginya melalui panggilan radio, namun tidak lagi ada jawaban seperti dulu.

Momen itu membuatnya sadar bahwa sudah saatnya ada sosok lain yang meneruskan tugas tersebut agar komunikasi organisasi tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Andika Fitra Prabella, SH. Pada saat saya pensiun komunikasi agak kurang lancar, ada pihak yang berwajib memanggil saya Alfa Tanggo, tidak ada yang menjawab. Makanya saya tugaskan kepada Pak Andika Fitra Prabella, SH ini. Beliau juga punya sarana komunikasi,” jelasnya.

Sebagai bentuk kepercayaan sekaligus simbol estafet perjuangan, Ateng memberikan izin kepada Andika Fitra Prabella, SH menggunakan nama panggilan operasional Alfa Tango 3. Baginya, nama panggilan tersebut bukan sekadar identitas di radio komunikasi, tetapi juga amanah untuk menjaga nama baik organisasi.

Ia berharap setiap komunikasi dengan masyarakat maupun instansi pemerintah dapat terus berjalan secara profesional sebagaimana yang telah dibangun selama ini.

“Beliau (Andika Fitra Prabella, Red) saya tugaskan dan saya izinkan menggunakan nama Alfa Tango 3 sebagai nama operasional dalam berkomunikasi maupun dalam berhubungan dengan masyarakat karena sebagai Humas di Forkom Damkar Swasta Kalbar,”terangnya lagi.

“Operasional komunikasi juga kepada pihak dan instansi yang terkait melalui Andika Fitra Prabella, SH dengan panggilan Alfa Tango 3,” katanya lagi.

Di sela-sela pesannya, Ateng juga mengingatkan bahwa organisasi pemadam kebakaran swasta dibangun di atas aturan dan semangat kebersamaan. Menurutnya, seluruh pengurus memiliki hak, kewajiban, dan tanggung jawab yang sama untuk menjaga organisasi tetap solid.

Ia menegaskan bahwa apabila ketua berhalangan hadir, roda organisasi tetap harus berjalan melalui sekretaris, bendahara, maupun humas sesuai mekanisme organisasi yang telah disepakati bersama.

“Kita di pemadam kebakaran ini bagus sekali. Kita berlandaskan UUD 1945, makanya kita punya anggaran dasar serta hak dan kewajiban,” ucap Ateng.

“Jika ketua berhalangan hadir, yang mewakili dapat sekretaris, bendahara dan humas,”sambungnya lagi.

Suasana mendadak berubah hening. Dengan nada lirih, Ateng mengaku siap apabila suatu saat organisasi membutuhkan pemimpin baru yang dinilai lebih mampu membawa Forkom Damkar Swasta Kalbar menjadi lebih baik.

Baginya, jabatan bukanlah sesuatu yang harus dipertahankan. Yang terpenting adalah organisasi tetap hidup, para relawan tetap bersatu, dan pelayanan kepada masyarakat tidak pernah berhenti.

“Jika memang terasa masih tugas berat, dan saya tak bisa membantu, boleh silakan lakukan pemilihan baru. Saya siap mundur, saya dukung penuh pemilihan baru. Semua pemadam,” ungkapnya.

Kalimat penutup yang disampaikan Ateng sontak membuat banyak relawan yang hadir terdiam. Pria yang telah puluhan tahun mengabdikan hidupnya di dunia pemadam kebakaran itu mengaku masih memiliki keinginan untuk terus bersama rekan-rekannya, meski kondisi kesehatan berkata lain.

Ucapan itu bukan sekadar ungkapan, melainkan cerminan ketulusan seorang relawan yang telah menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk melayani masyarakat. Di balik suara yang mulai melemah, tersimpan harapan agar semangat pengabdian yang selama ini ia bangun tetap menyala di hati para penerusnya.

“Saya mohon maaf saya tidak bisa lagi. Sebenarnya mau ingin hidup 1.000 tahun lagi bersama teman-teman, tapi apalah daya sekarang saya sudah sakit,” tutup Ateng.

Amanah Penuh Hormat

Sementara itu, Humas Forum Komunikasi (Forkom) Damkar Swasta Kalimantan Barat, Andika Fitra Prabella, SH, menyambut baik amanah yang diberikan langsung oleh Ateng Tan Jaya. Baginya, kepercayaan untuk menggunakan nama operasional Alfa Tango 3 bukan sekadar sebuah panggilan komunikasi, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijaga demi keberlangsungan organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan akan terus menjalankan amanah tersebut dengan penuh komitmen. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan oleh sosok senior seperti Ateng Tan Jaya merupakan kehormatan sekaligus motivasi untuk terus melanjutkan perjuangan para pendahulu dalam membangun komunikasi yang solid di lingkungan pemadam kebakaran swasta Kalimantan Barat.

“Amanah ini saya terima dengan penuh rasa hormat. Ini bukan hanya soal nama panggilan operasional, tetapi sebuah tanggung jawab yang harus saya emban sampai kapan pun. Apa yang telah dibangun oleh Pak Ateng dan para senior akan kami jaga serta kami teruskan demi kepentingan masyarakat dan seluruh relawan pemadam kebakaran,” ujar Andika.

Menurut Andika, hingga saat ini komunikasi dan koordinasi antaranggota Forkom Damkar Swasta Kalbar maupun dengan instansi terkait dalam penanganan berbagai peristiwa kebakaran dan bencana masih berjalan dengan sangat baik. Bahkan, perkembangan teknologi telah dimanfaatkan untuk memperkuat sistem komunikasi agar lebih cepat, efektif, dan menjangkau wilayah yang lebih luas.

Ia menjelaskan, selain menggunakan jaringan radio konvensional, para relawan kini juga memanfaatkan Handy Talky (HT) berbasis Push to Talk over Cellular (PoC) yang terhubung melalui jaringan internet seluler. Teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan kecepatan penyampaian informasi, terutama ketika terjadi keadaan darurat.

“Seiring teknologi yang ada saat ini, kita manfaatkan HT POC ini untuk berkomunikasi dan menggunakan aplikasi Global. Jaringan ini berbasis GSM, jadi pengguna cukup membeli kuota dari provider untuk bisa mengakses,” kata Andika.

Andika mengatakan, perkembangan teknologi tidak mengurangi nilai-nilai kebersamaan yang telah diwariskan para senior. Sebaliknya, teknologi menjadi alat untuk memperkuat koordinasi sehingga setiap informasi yang diterima dapat segera ditindaklanjuti oleh relawan di lapangan.

Dalam praktiknya, kata dia, kecepatan komunikasi menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan penanganan sebuah peristiwa. Keterlambatan informasi atau informasi yang tidak akurat dapat berdampak pada lambatnya respons petugas, bahkan berpotensi membahayakan keselamatan relawan maupun masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Karena itu, POC Global Kalbar mengedepankan prinsip akurasi dan validitas dalam setiap informasi yang disampaikan melalui jaringan komunikasi. Setiap laporan yang masuk akan terlebih dahulu dipastikan sumber dan kebenarannya sebelum diteruskan kepada anggota maupun instansi terkait.

Dengan sistem tersebut, koordinasi antarpersonel pemadam kebakaran swasta di berbagai daerah di Kalimantan Barat dapat berlangsung lebih cepat, terarah, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga respons terhadap berbagai kejadian darurat menjadi semakin optimal.

“Yang paling kita utamakan itu kecepatan. Informasi yang kita dapatkan bisa langsung dicek kebenarannya, sumbernya jelas, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Andika berharap semangat pengabdian yang selama puluhan tahun diwariskan Ateng Tan Jaya tidak berhenti pada satu generasi saja. Menurutnya, seluruh relawan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kekompakan, memperkuat komunikasi, dan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai kebersamaan yang selama ini menjadi fondasi kuat Forkom Damkar Swasta Kalimantan Barat.

“Pak Ateng telah memberikan teladan bahwa menjadi relawan bukan sekadar hadir saat terjadi kebakaran, tetapi juga menjaga persaudaraan, membangun komunikasi, dan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi. Itu yang akan terus kami pegang dan kami lanjutkan,” tutup Andika.

Penulis: Diko Eno

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play