SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi AI Ubah Industri Film China, Film Layar Lebar hingga Mikrodrama Mulai Diproduksi dengan Kecerdasan Buatan

AI Ubah Industri Film China, Film Layar Lebar hingga Mikrodrama Mulai Diproduksi dengan Kecerdasan Buatan

Ilustrasi drama China atau dracin. (ChatGPT/Beritasatu.com)

Suara Kalbar – Kehadiran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai mengubah wajah industri perfilman China. Teknologi yang sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai alat bantu kini berkembang menjadi bagian penting dalam proses produksi, mulai dari mikrodrama hingga film layar lebar.

Perkembangan tersebut memunculkan perdebatan baru di kalangan sineas. Bukan lagi soal apakah AI mampu membuat film, melainkan apakah penonton dapat menikmati sebuah karya tanpa terpengaruh oleh fakta bahwa film tersebut diproduksi menggunakan bantuan AI.

“Bisakah kita menjembatani keduanya sehingga orang tidak lagi melihatnya sebagai film AI, melainkan sekadar film?” kata sutradara asal Berlin, Mark Wachholz, kepada CNA.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Wachholz bekerja sama dengan sutradara asal China, Hou Zuxin, dalam proyek pembuatan film pendek berbasis AI selama satu bulan. Menariknya, Hou mengaku belum pernah menggunakan teknologi AI dalam proses kreatifnya sebelum mengikuti proyek tersebut.

Menurut Hou, tujuan utama kolaborasi itu adalah menghilangkan stigma terhadap film yang diproduksi menggunakan AI sehingga masyarakat dapat menilai kualitas sebuah karya berdasarkan cerita dan penyajiannya, bukan dari teknologi yang digunakan.

Festival Film Shanghai Hadirkan Program Khusus AI

Perkembangan AI di industri perfilman semakin terlihat dalam Shanghai International Film Festival (SIFF) 2026 yang digelar pada akhir Juni lalu.

Untuk pertama kalinya, festival tersebut menghadirkan program AI Backlot, sebuah inisiatif yang mempertemukan sineas konvensional dengan kreator AI untuk memproduksi film pendek hanya dalam waktu satu bulan.

Mark Wachholz dan Hou Zuxin menjadi salah satu pasangan sineas yang terlibat dalam program tersebut.

Di luar ajang festival, pemanfaatan AI juga terus meluas di industri hiburan China.

Film AI Diprediksi Mendominasi Lima Tahun Mendatang

CEO platform streaming iQiyi, Gong Yu, memperkirakan film panjang yang sepenuhnya diproduksi menggunakan AI dapat hadir paling cepat pada musim panas tahun ini.

Ia bahkan memprediksi dalam lima tahun mendatang, lebih dari separuh film dan serial televisi unggulan di China akan diproduksi dengan memanfaatkan teknologi AI secara menyeluruh.

Optimisme serupa juga disampaikan Tencent Video. Pada April 2026, perusahaan tersebut mengumumkan telah menyelesaikan produksi drama panjang berkualitas tinggi yang dibuat menggunakan teknologi AI.

Menurut laporan media China Yicai, AI kini mulai mengubah seluruh rantai produksi industri hiburan. Tim kreatif yang berukuran kecil mampu menghasilkan karya yang sebelumnya membutuhkan kru dalam jumlah besar.

Perubahan tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperketat persaingan di industri kreatif.

China Izinkan Film AI Tayang di Bioskop

Perkembangan AI di industri perfilman China juga ditandai dengan diterbitkannya izin edar untuk film panjang pertama yang diproduksi menggunakan AI.

Pada April 2026, Administrasi Film Nasional China memberikan izin penayangan kepada film fiksi ilmiah berdurasi 90 menit produksi Bona Film Group. Film tersebut dikategorikan sebagai film animasi dan menjadi tonggak baru dalam industri perfilman berbasis AI.

Sementara itu, transformasi paling signifikan terjadi di industri mikrodrama, yaitu serial pendek berformat vertikal yang sangat populer di China.

Nilai pasar mikrodrama pada 2024 bahkan untuk pertama kalinya melampaui total pendapatan box office tahunan China. Pada 2026, nilai industri tersebut diperkirakan mencapai 120 miliar yuan atau sekitar Rp318 triliun, menunjukkan besarnya potensi AI dalam mendorong pertumbuhan industri hiburan di negara tersebut.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play