SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif Jangan Sepelekan, Baterai Mobil Listrik Bisa Cepat Rusak karena Kebiasaan Ini

Jangan Sepelekan, Baterai Mobil Listrik Bisa Cepat Rusak karena Kebiasaan Ini

Ilustrasi mobil listrik. (ChatGPT/Beritasatu.com)

Suara Kalbar – Banyak orang menilai mobil listrik lebih praktis dalam hal perawatan karena tidak memerlukan penggantian oli, busi, maupun perawatan radiator seperti kendaraan bermesin pembakaran internal. Namun, kemudahan tersebut bukan berarti mobil listrik terbebas dari risiko kerusakan, terutama pada baterainya.

Salah satu kebiasaan yang perlu dihindari adalah membiarkan kendaraan terparkir dengan kondisi baterai hampir habis di bawah paparan sinar matahari langsung. Kombinasi suhu tinggi dan tingkat pengisian daya yang rendah dapat mempercepat degradasi baterai lithium-ion, menurunkan kapasitas penyimpanan energi, bahkan meningkatkan potensi gangguan keselamatan.

Suhu panas mempercepat reaksi kimia di dalam baterai. Jika berlangsung terus-menerus di luar rentang ideal, kondisi ini dapat merusak komponen internal secara permanen. Studi terhadap lebih dari 22.700 mobil listrik yang dipublikasikan Geotab menunjukkan bahwa baterai yang beroperasi di wilayah bercuaca panas mengalami penurunan kapasitas lebih cepat dibandingkan yang digunakan di iklim sedang.

Risiko kian besar ketika baterai dibiarkan berada pada tingkat pengisian yang sangat rendah. Kondisi yang dikenal sebagai deep discharge dapat menurunkan tegangan sel melewati batas aman dan berpotensi menimbulkan kerusakan permanen. Selain itu, panas berlebih dapat mengganggu lapisan pelindung internal baterai atau solid electrolyte interphase (SEI), sehingga efisiensi penyimpanan energi berkurang dan usia pakai baterai memendek.

Paparan panas berkepanjangan juga meningkatkan kemungkinan terjadinya thermal runaway, yakni kenaikan suhu yang tidak terkendali dan dapat memicu pelepasan gas beracun hingga kebakaran. Risiko tersebut semakin besar pada baterai yang sebelumnya telah mengalami degradasi.

Meski sebagian besar mobil listrik modern dibekali sistem manajemen termal, kinerjanya tetap bergantung pada ketersediaan daya. Ketika kendaraan diparkir dengan baterai nyaris kosong dan tidak terhubung ke pengisi daya, kemampuan sistem menjaga suhu baterai akan menurun. Dalam jangka panjang, kondisi ini turut memengaruhi jarak tempuh dan mempercepat penurunan kapasitas baterai.

Untuk menjaga kesehatan baterai, pemilik kendaraan disarankan mengisi ulang daya sebelum kapasitas turun di bawah 20 persen, menyimpan kendaraan dengan tingkat pengisian sekitar 50–70 persen apabila tidak digunakan dalam waktu lama, serta memarkir mobil di tempat teduh. Menghindari pengisian daya pada saat suhu lingkungan sangat tinggi dan membatasi pengisian hingga sekitar 80 persen saat cuaca panas juga dapat membantu memperpanjang usia baterai.

Pada akhirnya, daya tahan baterai mobil listrik sangat ditentukan oleh kebiasaan pemilik dalam merawat dan mengoperasikan kendaraan. Langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu menjaga performa sekaligus memperpanjang umur pakai baterai.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play