Mau Beli iPhone Bekas? Simak 5 Risiko yang Wajib Diketahui Sebelum Memutuskan
Suara Kalbar – iPhone masih menjadi salah satu smartphone paling diminati di dunia. Popularitasnya membuat banyak orang memilih membeli unit bekas demi mendapatkan harga yang lebih terjangkau dibandingkan membeli perangkat baru.
Meski menawarkan harga yang lebih murah, membeli iPhone bekas tetap memiliki sejumlah risiko yang perlu dipertimbangkan. Mulai dari masa dukungan pembaruan iOS yang semakin pendek, kondisi baterai yang menurun, hingga kemungkinan mendapatkan perangkat dengan komponen tidak asli dapat berdampak pada biaya penggunaan dalam jangka panjang.
Apple juga kini menerapkan sistem validasi komponen pada iPhone generasi terbaru. Melalui sistem tersebut, sebagian besar komponen internal harus diverifikasi oleh Apple, termasuk saat proses perbaikan dilakukan di bengkel pihak ketiga. Kondisi ini membuat penggunaan suku cadang nonorisinal menjadi semakin sulit.
Karena itu, sejumlah pengamat teknologi menyarankan calon pembeli mempertimbangkan iPhone baru yang sesuai anggaran dibandingkan membeli perangkat bekas. Selain memiliki usia pakai lebih panjang, model terbaru juga mendapat dukungan pembaruan perangkat lunak lebih lama.
Lantas, apa saja risiko membeli iPhone bekas?
1. Masa Dukungan iOS Semakin Pendek
Mengutip BGR, salah satu pertimbangan utama saat membeli iPhone bekas adalah sisa masa dukungan pembaruan sistem operasi.
Sebagai contoh, iPhone 15 yang dirilis pada 2023 memang masih tergolong modern. Namun, model tersebut tidak mendukung Apple Intelligence, karena fitur kecerdasan buatan Apple hanya tersedia mulai iPhone 15 Pro dan generasi yang lebih baru.
Ke depan, semakin banyak fitur iOS yang akan mengandalkan teknologi AI. Artinya, meskipun perangkat lama masih memperoleh pembaruan sistem operasi, tidak semua fitur terbaru dapat digunakan.
Apple umumnya memberikan pembaruan iOS utama hingga sekitar tujuh tahun. Setelah itu, perangkat biasanya hanya menerima pembaruan keamanan dan perbaikan bug.
2. Performa Perangkat Keras Sudah Mulai Tertinggal
Perangkat bekas juga berarti menggunakan komponen yang telah mengalami penurunan performa akibat usia pemakaian.
Setiap generasi iPhone membawa peningkatan pada prosesor, efisiensi baterai, kamera, kapasitas penyimpanan, hingga fitur-fitur baru.
Misalnya, model terbaru menawarkan teknologi pendingin yang lebih baik, penyimpanan dasar lebih besar, fitur ProMotion, Always-On Display, Action Button, hingga Camera Control yang tidak tersedia pada model-model lama.
Jika membeli iPhone generasi lama, pengguna juga berpotensi mendapatkan kapasitas penyimpanan hanya 64 GB yang mulai terasa terbatas untuk kebutuhan saat ini.
3. Garansi Resmi dan AppleCare+ Umumnya Sudah Habis
Sebagian besar iPhone bekas sudah tidak lagi memiliki garansi resmi Apple maupun perlindungan AppleCare+.
Padahal, biaya perbaikan perangkat di layanan resmi Apple tergolong mahal. Penggantian baterai, layar, maupun komponen lainnya dapat menghabiskan biaya ratusan dolar AS tergantung model perangkat.
Karena Apple hanya memberikan waktu 60 hari sejak pembelian untuk mengaktifkan AppleCare+, pembeli iPhone bekas umumnya tidak lagi memiliki kesempatan memperoleh perlindungan tersebut.
4. Risiko Mendapat Perangkat Rekondisi atau Bermasalah
Tidak semua iPhone bekas dijual dalam kondisi yang benar-benar baik. Sebagian perangkat telah mengalami rekondisi, menggunakan komponen tidak asli, bahkan pernah mengalami kerusakan serius.
Risiko tersebut semakin tinggi apabila pembelian dilakukan melalui marketplace atau penjual yang tidak memiliki reputasi jelas.
Sebelum membeli, calon pembeli disarankan meminta nomor seri perangkat untuk mengecek status garansi, riwayat perangkat, kompatibilitas pembaruan iOS, hingga memastikan perangkat tidak dilaporkan hilang atau dicuri.
5. Kesehatan Baterai Menjadi Masalah yang Paling Sering Ditemui
Salah satu persoalan yang paling umum pada iPhone bekas adalah kondisi baterai.
Seiring bertambahnya usia perangkat, kapasitas baterai akan terus menurun sehingga daya tahan menjadi lebih pendek. Pada kondisi tertentu, iPhone bahkan dapat mati mendadak meski indikator baterai belum menunjukkan angka nol persen.
Jika kesehatan baterai sudah rendah, pengguna kemungkinan harus mengganti baterai di layanan resmi Apple dengan biaya yang tidak sedikit.
Karena itu, sebelum membeli iPhone bekas, pastikan untuk memeriksa Battery Health. Idealnya, kapasitas baterai masih berada di atas 85 persen agar perangkat tetap nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Pada akhirnya, membeli iPhone bekas memang bisa menjadi pilihan ekonomis apabila dilakukan dengan cermat. Namun, jika kurang teliti dalam memeriksa kondisi perangkat, biaya perbaikan yang muncul di kemudian hari justru dapat membuat pengeluaran menjadi lebih besar dibandingkan membeli iPhone baru yang masih bergaransi.
Sumber: Beritasatu.com






