SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Ingatkan Warga Bahaya Potensi Korsleting Saat Pemadaman Listrik, Eddy Zulkarnaen: Tingkatkan Kewaspadaan Segera Periksa Instalasi Listrik Rumah

Ingatkan Warga Bahaya Potensi Korsleting Saat Pemadaman Listrik, Eddy Zulkarnaen: Tingkatkan Kewaspadaan Segera Periksa Instalasi Listrik Rumah

Sekretaris Forkom Damkar Swasta Kalbar, Eddy Zulkarnaen saat di temui di Pontianak belum lama ini. SUARAKALBAR.CO.ID/Diko Eno

Pontianak (Suara Kalbar) – Forum Komunikasi (Forkom) Pemadam Kebakaran  (Damkar) Swasta Kalimantan Barat (Kalbar) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rumah yang belakangan dinilai semakin tinggi.

Kondisi pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, ditambah cuaca panas, dinilai dapat memicu terjadinya korsleting listrik, terutama pada bangunan yang menggunakan instalasi listrik lama.

Sekretaris Forkom Damkar Swasta Kalbar, Eddy Zulkarnaen, mengatakan masyarakat perlu melakukan langkah antisipasi sejak dini agar tidak menjadi korban musibah kebakaran yang dapat menghanguskan harta benda maupun mengancam keselamatan jiwa.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga aset yang dimiliki. Jangan sampai ada celah yang memicu terjadinya musibah kebakaran. Berdasarkan pengalaman kami di lapangan, rata-rata kebakaran terjadi pada rumah yang telah berusia di atas 10 tahun, bahkan ada yang mencapai 20 hingga 40 tahun, sementara instalasi listriknya tidak pernah diperbarui,” ujar Eddy kepada Suarakalbar.co.id melalui sambungan telepon via WA, Minggu (5/7/2026).

Menurut Eddy, sebagai pengurus organisasi pemadam kebakaran, pihaknya melihat adanya peningkatan potensi risiko kebakaran seiring seringnya terjadi pemadaman listrik yang tidak menentu dalam beberapa hari terakhir.

“Kami melihat, mendengar, sekaligus memetakan kondisi di lapangan. Ketika pemadaman listrik terjadi hampir setiap hari secara bergilir, kondisi tersebut berpotensi memicu kebakaran yang sebagian besar disebabkan oleh korsleting listrik,” katanya.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama korsleting adalah instalasi listrik rumah yang sudah tidak lagi sesuai dengan kebutuhan daya saat ini. Banyak rumah yang mengalami penambahan ruangan maupun penggunaan peralatan elektronik berdaya besar, namun tidak diimbangi dengan pembaruan instalasi listrik.

“Banyak rumah yang dulunya hanya memiliki sedikit peralatan listrik, kini sudah bertambah kulkas, AC, televisi, hingga penambahan kamar atau perluasan bangunan. Namun instalasi listrik utamanya tidak diperbarui. Akibatnya, beban arus listrik menjadi tidak normal sehingga meningkatkan risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran,” jelasnya.

Selain itu, Eddy menilai kondisi listrik yang sering mati dan hidup kembali secara berulang, ditambah suhu udara yang cukup panas, turut memperbesar potensi munculnya percikan api pada instalasi listrik yang sudah tua atau mengalami kerusakan.

“Pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa kondisi seperti ini sering diikuti dengan meningkatnya kejadian kebakaran. Karena itu masyarakat harus lebih waspada, terutama memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing,” ungkapnya.

Meski demikian, Eddy menegaskan pihaknya tidak menyalahkan penyedia listrik atas kondisi tersebut. Menurutnya, pemadaman dapat terjadi akibat gangguan teknis pada pembangkit maupun sistem kelistrikan. Namun, dampak terbesar tetap dirasakan oleh masyarakat.

“Kami tidak menyalahkan pihak PLN karena tentu ada gangguan teknis pada pembangkit atau mesin yang menyebabkan pemadaman. Tetapi risiko yang menjadi korban adalah masyarakat. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dimulai dari rumah masing-masing dengan memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman,” tegasnya.

Forkom Damkar Swasta Kalbar juga mengimbau masyarakat agar secara berkala memeriksa kondisi kabel listrik, tidak menggunakan stop kontak secara berlebihan, mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan, serta segera mengganti instalasi listrik yang sudah tua atau mengalami kerusakan guna meminimalkan risiko terjadinya kebakaran.

“Pada Intinya kita semua tetap waspada, risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran dapat terjadi dimana saja dan kapan saja,”tutupnya.

Penulis: Diko Eno

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play