Amazon Siap Luncurkan Internet Satelit Kuiper, Penantang Baru Starlink
Suara Kalbar – Amazon semakin dekat meluncurkan layanan internet satelit Project Kuiper, yang diproyeksikan menjadi salah satu pesaing utama Starlink milik SpaceX. Perusahaan menyebut telah menempatkan lebih dari 390 satelit di orbit rendah Bumi (Low Earth Orbit/LEO), jumlah yang dinilai cukup untuk memulai layanan komersial di wilayah cakupan awal.
Dikutip dari GSM Arena, Jumat (3/7/2026), Wakil Presiden Project Kuiper Amazon, Chris Weber, mengatakan perusahaan telah menyelesaikan jumlah peluncuran satelit yang dibutuhkan untuk memulai layanan perdana pada tahun ini.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa layanan internet satelit Amazon berpeluang mulai tersedia secara komersial sebelum akhir 2026.
Siap Bersaing dengan Starlink
Project Kuiper merupakan jaringan satelit internet yang dikembangkan Amazon untuk menyediakan akses internet berkecepatan tinggi melalui satelit di orbit rendah Bumi.
Layanan ini akan bersaing langsung dengan Starlink, yang saat ini menjadi jaringan internet satelit LEO terbesar di dunia.
Menjelang peluncuran resminya, Amazon juga telah membuka daftar tunggu bagi calon pelanggan yang ingin menjadi pengguna awal layanan tersebut.
Tiga Pilihan Perangkat Penerima
Untuk mendukung berbagai kebutuhan pengguna, Amazon menyiapkan tiga jenis perangkat penerima (receiver) dengan spesifikasi berbeda.
Model Nano berukuran 7 x 7 inci menawarkan kecepatan unduh hingga 100 Mbps. Sementara itu, varian Pro dengan ukuran 11 x 11 inci mampu menghadirkan kecepatan unduh hingga 400 Mbps.
Bagi pengguna yang membutuhkan performa lebih tinggi, Amazon menyediakan model Ultra berukuran 20 x 30 inci dengan kecepatan unduh yang diklaim dapat mencapai 1 Gbps.
Dengan semakin bertambahnya jumlah satelit yang mengorbit dan kesiapan perangkat pendukung, Project Kuiper diperkirakan akan menjadi salah satu penantang terkuat Starlink di pasar layanan internet satelit global.
Sumber: Beritasatu.com






