DFSK Buka Pre-Booking E5 Plus, Optimistis Pasar Otomotif RI Kembali Tembus 1 Juta Unit
Suara Kalbar– PT Sokonindo Automobile menunjukkan optimisme terhadap masa depan industri otomotif nasional meskipun pasar kendaraan roda empat masih mengalami perlambatan dalam dua tahun terakhir. Keyakinan tersebut diwujudkan dengan dibukanya masa pre-booking untuk SUV plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) terbaru mereka, DFSK E5 Plus.
Co-CEO PT Sokonindo Automobile, Alex Barus, mengatakan penjualan mobil nasional memang mengalami penurunan dari sekitar 1 juta unit menjadi 800 ribu unit dalam dua tahun terakhir. Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi perusahaan untuk terus menghadirkan produk baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.
“Penjualan otomotif nasional memang mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, hal itu tidak mengurangi komitmen kami untuk terus menghadirkan produk baru bagi konsumen Indonesia,” ujar Alex dalam acara pre-booking DFSK E5 Plus di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, Indonesia masih menjadi salah satu pasar otomotif paling potensial di kawasan Asia Tenggara. Ia meyakini permintaan kendaraan akan kembali meningkat dalam beberapa tahun mendatang seiring membaiknya kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat.
Alex memperkirakan pasar otomotif nasional berpeluang kembali mencatatkan penjualan di atas 1 juta unit dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Selain itu, Indonesia juga dinilai memiliki potensi menjadi basis produksi kendaraan setir kanan DFSK untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, DFSK memperkenalkan E5 Plus, SUV PHEV pertama yang dipasarkan perusahaan di Indonesia. Kendaraan ini mengombinasikan mesin bensin dengan motor listrik guna menghadirkan efisiensi bahan bakar sekaligus fleksibilitas dalam penggunaan sehari-hari.
Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cin Hok Rifin, menjelaskan bahwa DFSK E5 Plus dikembangkan sebagai bagian dari solusi mobilitas ramah lingkungan melalui konsep kendaraan energi baru.
Ia menyebut perpaduan mesin konvensional dan sistem elektrifikasi pada kendaraan ini mampu memberikan efisiensi optimal baik untuk penggunaan dalam kota maupun perjalanan jarak jauh.
DFSK mengklaim E5 Plus memiliki jarak tempuh kombinasi hingga 1.400 kilometer. Sementara itu, baterainya mampu menopang perjalanan sekitar 140 kilometer dalam mode listrik penuh, sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian tanpa harus bergantung sepenuhnya pada bahan bakar fosil.
Menurut Cin Hok Rifin, teknologi PHEV dipilih karena perkembangan kendaraan listrik murni di Indonesia belum sepenuhnya diimbangi oleh ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang memadai.
“Adopsi kendaraan listrik terus meningkat, tetapi pengembangan infrastrukturnya masih membutuhkan waktu. Karena itu, PHEV menjadi solusi yang memberikan fleksibilitas lebih besar kepada konsumen,” katanya.
Ia menambahkan, teknologi PHEV menawarkan tingkat efisiensi yang lebih baik dibandingkan kendaraan hybrid konvensional. Meskipun demikian, DFSK tetap membuka peluang untuk menghadirkan kendaraan listrik murni (BEV) maupun hybrid (HEV) pada masa mendatang.
Dalam periode pre-booking, calon konsumen hanya perlu melakukan pemesanan awal dengan biaya sebesar Rp5.000. DFSK juga menyiapkan sejumlah keuntungan bagi pemesan pertama, di antaranya layar hiburan baris kedua berukuran 15,6 inci, gratis perawatan berkala selama lima tahun, home charger 7 kW, hingga berbagai manfaat asuransi melalui perusahaan pembiayaan tertentu.
Sementara itu, harga resmi DFSK E5 Plus akan diumumkan perusahaan dalam waktu dekat bersamaan dengan peluncuran resminya di pasar Indonesia.
Sumber: Beritasatu.com






